Seni barongan tampaknya sudah akrab dengan keseharian anak-anak di Blora. Hal itu menjadi angin segar kesenian barongan di masa mendatang. Regenerasi akan terus berjalan seiring antusiasme anak-anak terhadap seni khas Blora tersebut.
Febri Nur Cahyo, salah satu anak memegang barongan mengaku senang dengan barongan. Bahkan memiliki satu topeng kepala barongan dengan ukuran kecil. Saat ditemui, ia bersama teman-temannya mengaku suka memperagakan kesenian barongan seperti saat berada di panggung.
"Habis dari lapangan bersama teman-teman main barongan," ungkapnya.
Febri sendiri mengaku belum pernah tampil di atas panggung, hanya sekadar bermain barongan dengan teman-temannya. Menurutnya, barongan menjadi mainan disukai selain sepak bola.
Pengasuh Paguyuban Barongan Blora Risang Guntur Seto (RGS) Adi Wibowo menjelaskan, perkembangan barongan cukup pesat di kalangan anak-anak. Hal itu didorong perkembangan teknologi saat ini.
"Mereka mengetahuinya karena sosial media, sehingga setelah melihat jadi tertarik," jelasnya.
Didik sapaan akrabnya mengaku, minat anak-anak terhadap kesenian barongan dibuktikan paguyubannya sendiri. Banyak anak-anak usia SMP datang belajar memainkan barongan. Baik menjadi penari, memainkan alat musik, dan berperan memakai topeng barongan.
Menurutnya, barongan dahulu ditakuti, karena dirasa menyeramkan. Saat ini anak-anak justru tertarik setelah banyaknya pementasan. Terlebih banyak event-event barongan diselenggarakan di daerah. "Itu akan memacu generasi muda mencintai kesenian barongan," jelasnya.
Jika barongan semakin disenangi anak-anak, ia optimistis kesenian daerah tersebut tidak akan punah. Bahkan akan berkembang pesat banyaknya anak-anak gandrung dengan barongan sejak dini. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto