Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DBH Tidak Baku, Perlu Kompetensi Perhitungan DBH Migas

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 8 Oktober 2022 | 16:53 WIB
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
"Sederhananya mungkin kepala sumur di daerah Bojonegoro, tapi reservoir atau sumber migasnya terbentang juga di wilayah Blora."

ERDILA INDRIANI, Direktur PEM Akamigas Cepu

TAPAK-tapak sumur Blok Cepu memang berada di Bojonegoro. Namun, Blora termasuk Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Blok Cepu. Persentasenya sekitar 33 persen dari Lapangan Banyu Urip. Tentu, di Blora terdapat reservoir (area di bawah tanah yang mengandung minyak bumi). Meski proses penyedotan dari mulut sumur berada di Bojonegoro, belum tentu di Blora ikut disedot.

 

Direktur PEM Akamigas Cepu Erdila Indriani menjelaskan, daerah Blora termasuk WKP migas Blok Cepu saat ini sumurnya berada di Bojonegoro. Namun, reservoir atau sumber migasnya bisa berada di wilayah yang masuk dalam WKP.

 

"Sederhananya mungkin kepala sumur di daerah Bojonegoro, tapi reservoir atau sumber migasnya terbentang juga di wilayah Blora," jelasnya.

 

Menurut Erdila, nilai dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) Rp 160 miliar tidak baku. Banyak variabel penentunya seperti tinggi rendahnya jumlah produksi, dan harga minyak dunia. Banyak variabel penghitungan digunakan untuk menentukan nilanya.

 

"Kompetensi kajian perhitungan DBH idealnya juga dimiliki pemkab, sehingga bisa paham," bebernya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Sumur Blok Cepu #dbh migas #dbh #kompetensi #mbangun blora #blora