Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 24 September 2022 | 15:57 WIB
LEMOT: Pekerja proyek RPH Blora sedang beraktivitas di lokasi. DP4 Blora menilai progresnya lambat. Rekanan didesak segera menuntaskan sebelum masa kontrak berakhir. (Lukman Hakim/RDR.Blora)
LEMOT: Pekerja proyek RPH Blora sedang beraktivitas di lokasi. DP4 Blora menilai progresnya lambat. Rekanan didesak segera menuntaskan sebelum masa kontrak berakhir. (Lukman Hakim/RDR.Blora)
BLORA, Radar Bojonegoro – Progres pembangunan dua rumah potong hewan (RPH) dinilai lambat. Rekanan terpaksa dipanggil untuk diminta keterangan. Jika pada akhir masa pengerjaan belum selesai, secara regulasi akan dikenakan denda.

 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Gundala Wejasena menjelaskan, pembangunan RPH sudah proses pengerjaan. Namun, dirasa kurang maksimal. Sehingga, dua rekanan dipanggil untuk dimintai keterangan.

 

"Kita panggil itu kan ada dua bangunan, yang satu rumah porong hewan ruminansia dan unggas, kami tanyakan progresnya bagaimana," katanya.

 

Gundala mengungkapakan, untuk RPH Rumanesia sudah jalan, sedangkan untuk RPH unggas terdapat kendala teknis. Namun, setelah ditekankan komitmennya, pihak rekanan sepakat melanjutkan pembangunan hingga selesai pekerjaan.

"Yang RPH unggas ada kendala teknis, karena harus perencanaa apa dan apa, Kalau saya bilang gini ya perencanaannya gimana, harus segera dilaksanakan, kalau sudah berani mengambil harus berani bertanggung jawab," tegasnya.

 

Menurut Gundala, fungsi-fungsi harus dijalankan, baik itu segi konstruksi dan pengawasan dari konsultan. Jika terdapat keterlambatan akan diberikan sanksi berupa denda sesuai regulasi.

 

"Nanti misalkan kalau terlambat didenda sesuai aturan, tetap harus berjalan sesuai aturan," tandasnya.

 

Pekerjaan proyek yang menelan anggaran Rp 3,4 Miliar untuk RPH unggas dan Rp 2,6 miliar untuk RPH Rumanesia tersebut rencananya selesai awal Desember.

Sesuai hasil pantauan di lapangan, sudah mulai terlihat aktivitas, sebab sebelumnya pekerja sempat diliburkan karena ada agenda lain dari pemberi kerja.

 

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Gedung Pemotongan Hewan Unggas DP4 Blora, Rasmiyana Mengungkapkan, progres pembangunan RPH rendah. Sehingga, rekanan harus melakukan percepatan pembangunan.

“Progres pembangunan RPH memang rendah. Harus ada percepatan. Kita kejar pelaksana untuk percepatan personel. Sudah saya minta untuk dikerjakan,” pintanya. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Lambat #rekanan #pemotongan #kontrak #rph #hewan #mbangun blora #blora