Boni salah satu pehobi tampak memotong dan melilitkan kawat ke ranting pohon bonsai. "Ini namanya proses weiring, atau pelilitan kawat untuk membentuk tanaman bonsai. Pemotongan daun dan batang kerap dilakukan saat batang-batang mulai tumbuh," ujar pehobi bonsai asal Kabupaten Grobogan.
Beragam bonsai dari pohon-pohon lokal, seperti anting putri, serut, sisir, asam jawa, kawis. Sedangkan pohon dari luar negeri seperti sianci, sancang, cimeng, saing simbul, waru taiwan, waru india.
Menurut Boni, bonsai merupakan seni eksklusif, butuh ketelitian dan kesabaran. Proses membonsai hingga jadi butuh waktu 10 tahun. "Kalau saya sendiri paling lama pohon pernah saya bonsai berusia 20 tahun," jelasnya.
Bonsai yang sempurna tentu sudah menyerupai pohon. Meski ukurannya kecil, namun daunnya rimbun. Jika bonsai sudah sempurna harganya bisa mencapai ratusan juta.
Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Blora Umbaran Wibowo mengatakan, bonsai memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi, kontes dan pameran bonsai diharapkan ada sharing ilmu anak-anak muda Blora agar terinspirasi tertarik budidaya bonsai.
Bonsai, lanjut Umbaran, bisa dikolaborasikan program pertanian dari sisi budidaya dan kewirausahaan. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto