Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Angka ODHA Naik Drastis di Blora

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 8 September 2022 | 19:57 WIB
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

Fokus Sasar Lokalisasi


BLORA, Radar Bojonegoro - Perhatian besar diperlukan terhadap angka orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Angkanya melebihi tahun lalu. Hingga akhir Agustus lalu sudah mencapai 138 orang. Lebih banyak dari tahun sebelumnya 96 orang. Rerata penderita rentang usia 25 sampai 49 tahun.

 

"Naiknya cukup banyak. Itu karena kami lakukan skrining. Kalau tidak begitu tidak akan tahu," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Joko Budi Heri Santoso.

 

Dia mengatakan, penderita ODHA cukup banyak dibanding tahun lalu berjumlah 96 orang. Data pada akhir Agustus penderita ODHA mencapai 138 orang. Skrining di delapan lokus sasaran, terutama di kawasan pekerja seks komersial (PSK) atau lokalisasi.

 

Penderita ODHA rerata rentang usia 25 hingga 49 tahun. Kehidupan seksual bebas mempunyai tingkat penularan lebih rentan. "Orang yang tidak menjaga kesehatan dan perilaku seks bebas potensi kena HIV/Aids lebih besar," jelasnya.

 

Banyaknya ODHA, menurut dia, saat ini mendapat perawatan khusus, rutin diberikan obat. Dianjurkan rutin periksa ke puskesmas terdekat. Hal itu penting untuk mengetahui tingkat keganasan virus menyerang kekebalan tubuh.

"Treatmen di pukesmas, keganasan virus mereda jika rutin periksa," katanya.

 

Terkait beberapa lokus skrining tempat lain seperti kampus, pihaknya belum melakukannya. Namun, pihaknya berharap agar masyarakat selalu menghindari seks bebas dan menjaga kebersihan. "Saat ini fokus kami mendatangi potensi penularan lebih tinggi," jelasnya.

 

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mencemooh penderita ODHA. Sikap itu dapat lebih memperburuk kondisi penderita. Itulah sebabnya nama-nama penderita ODHA tidak dapat dipublikasikan kepada orang banyak. "Penanganan khusus dibanding penyakit-penyakit lainnya," tutupnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#odha #penderita #Skrining #blora #hiv/aids