Dinporabudpar Blora: Pusat Diskursus Berbagai Bidang Studi

M. Yusuf Purwanto • Dipublikasikan Jumat, 2 September 2022 | 18:35 WIB
MUSEUM: Fosil gajah purba menjadi koleksi Rumah Artefak Blora. Bangunan di selatan Alun-Alun Blora ini menyimpan 306 benda purbakala yang menjadi aset wisata edukasi. Blora menyimpan peradaban masa lampau. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLora)
MUSEUM: Fosil gajah purba menjadi koleksi Rumah Artefak Blora. Bangunan di selatan Alun-Alun Blora ini menyimpan 306 benda purbakala yang menjadi aset wisata edukasi. Blora menyimpan peradaban masa lampau. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLora)
KEPALA Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Blora Budi Riyanto mengungkapkan, penataan koleksi pada display Rumah Artefak didesain menarik, dilengkapi dengan label informasi yang mudah dipahami,  alat peraga.

 

Patung rekonstruksi homo erectus progresif, diharapkan memberikan nuansa kesenangan dan pengetahuan pengunjung.

 

“Memang patung rekonstruksi yang dipajang di Rumah Artefak menjadi salah satu ikon yang menarik pengunjung. Silakan kalau akan swafoto, tetapi hati-hati jangan sampai merusak patung,” ungkapnya.

 

Ia berharap, Rumah Artefak menjadi ruang diskursus berbagai studi ilmu yang akan memperkaya pengetahuan generasi muda berbagai bidang.

 

Seperti pendidikan, budaya, kesenian, dan pariwisata yang menjadi kebanggaan daerah. "Rencana kedepan akan dibangun lagi tempat yang lebih luas, saat ini masih belum bisa dinamakan sebagai museum, karena tempatnya masih menumpang," tuturnya. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
Bidang Studi Purba kebudayaan sejarah BPSMP Rumah Artefak blora