Warso, salah satu pemancing mengaku, rutin memancing di Bendungan Tempuran. Selain sebagai hiburan, memancing di waduk legendaris ini bisa memesan ragam kuliner di warung bendungan.
Kepala Desa (Kades) Tempuran Keman menjelaskan, waduk dibangun tahun 1916 ini tidak hanya berfungsi lahan penyimpanan air untuk pertanian dan perikanan. Namun, sudah dikembangkan menjadi kawasan wisata perahu naga. Petik jambu kristal, wisata edukasi, serta sentra kuliner olahan ikan.
"Setelah adanya peraturan mengarahkan desa-desa membuat desa wisata, pemdes bergerak membuat wahana-wahana baru," ujarnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto