Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Jujugan Sejarawan Lembah Bengawan Solo

M. Yusuf Purwanto • Senin, 25 Juli 2022 | 19:10 WIB
POTENSI WISATA: Goa Sentono menjadi saksi sejarah perkumpulan para wali melawan penjajah. Menjadi potensi wisata untuk mendongkrak ekonomi warga. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
POTENSI WISATA: Goa Sentono menjadi saksi sejarah perkumpulan para wali melawan penjajah. Menjadi potensi wisata untuk mendongkrak ekonomi warga. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Goa Sentono masih terpelihara dengan rapi, mulut goa selau dibersihkan. Saat sore hari, cahaya senja matahari masuk kedalam mulut goa, menambah suasana eksotis. Selain menjadi tempat ritual masyarakat desa, juga sebagai jujugan wisata sejarah.

 

Suparlan, Penjaga Gua Sentono tampak membersihkan langit langit dan menyapu setiap jengkal lekukan. Ia rajin membersihkan bagian demi baguan gua selama puluhan tahun. Walaupun tidak mendaptkan imbalan, ia mendedikasin hidupnya untuk situs bersejarah desa kelahirannya.

 

‘’Setiap hari saya bertugas menjaga membersihkan gua sentono, karena memang bagi saya adalah panggilan jiwa," ujar Suparlan.

 

Pria kelahiran 1945 itu menuturkan, sudah puluhan tahun menjaga situs yang dianggap bersejarah masyarakat, terutama warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan.

 

Lokasi yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo menjadikan Gua Sentono mempunyai sejarah panjang. Sebab menurut Suparlan tempat tersebut sebagai pusat berkumpulnya raja dan para wali dari berbagai daerah.

 

Suparlan menjelaskan, saat ini Goa Sentono masih digunakan untuk perkumpulan untuk membahas permasalahan, terutama bagi pemerintah desa dan saat ada ritual desa seperti sedekah bumi atau Gas Deso (Desa). "Masih digunakan untuk berkumpul kepala desa kalau ada acara desa kumpul juga di sini (goa)," terangnya.

 

Gua Sentono saat ini menarik untuk dikunjungi, sebab sudah dibangun beberapa fasilitas sebelum memasuki mulut Goa. Terdapat gazebo untuk wisatawan bersantai menikmati suasani tebing-tebing kapur dan tepian bengawan Solo yang berbatasan dengan Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Bojonegoro.

 

Yuliana, salah satu pengunjung mengaku tertarik mendatangi wisata Goa Sentono, karena ada nilai sejarah yang melekat. Selain itu pemandangan di tepian jurang menjadi daya tarik tersendiri, terlebih saat sore hari, sinar matahari menyorot langsung kedalam mulut Gua.

 

"Sudah beberapa kali datang kesini bersama teman, ya senang bisa ambil gambar di situs sejarah warga desa," tuturnya.

 

Goa Sentono secara teritorial berada di lembah Sungai Bengawan Solo, dahulu bernama Sentono. Menurut cerita Suparlan, ada tokoh yang terkenal berkaitan dengan Goa Sentono yakni Blacak Ngilo, yang pernah dikisahkan melawan Sunan Bonang, dan akhirnya kalah dalam pertempuran. "Setelah Blacak Ngilo meninggal, setiap ada seng-seng ora ono besok nek onok rejane zaman jenakne guo sentono," tuturnya. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Para Wali #Wisata #Penjajah #potensi wisata #Wali #Wisata Sejarah #blora