Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dua Sapi Mati, 199 Ekor Terinfeksi PMK di Blora

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 31 Mei 2022 | 17:59 WIB
POTENSI DAERAH: Peternak membersihkan kandang dan memberi pakan. Blora memiliki potensi suplai daging sapi ke Jakarta. (Lukman Hakim/RDR.BJN)
POTENSI DAERAH: Peternak membersihkan kandang dan memberi pakan. Blora memiliki potensi suplai daging sapi ke Jakarta. (Lukman Hakim/RDR.BJN)
BLORA, Radar Bojonegoro – Dua ekor sapi suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ditemukan mati di kandang. Jumlah suspek semakin bertambah, per kemarin (30/5) menjadi 199 ekor sapi yang mengalami gejala.

Sedangkan sepuluh sapi yang terkonfirmasi positif masih dilakukan penanganan.

 

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Pujo Yuwono menerangkan, dua ekor sapi yang mati di Desa/Kecamatan Jiken sapi dewasa dan Desa Tempelemabang, Kecamatan Jepon sapi anakan (pedet) berumur 2 minggu.

 

“Data terakir baru dua ekor yang mati, ada informasi lagi di Desa Doplang petugas baru melakukan pengecekan,” ungkapnya kemarin (30/5).

 

Pujo mengungkapkan, sapi di Kecamatan Jiken mati pada Rabu (25/5) sedangkan di Desa Tempelemahbang pada Sabtu (28/5).  Dengan gejala hampir sama, yakni hipersalivasi atau air liur berlebih, sariawan pada gusi.

Sedangkan beberapa yang suspek lainnya sapi tidak mau makan dan lesu pada lubang hidung.

 

“Gejala hewan sakit terkadang hampir sama,” jelasnya.

 

Menurut Pujo, dari data terakhir dinasnya, per kemarin (30/5) tercatat 199 ekor sapi suspek PMK. Jumlahnya terus bertambah dengan penyebaran hampir merata di setiap kecamatan.

 

Karena sudah merebak, langkah yang diambil difokuskan pada manajemen penyakit, bukan lagi positif dan negatif. “Penangan ke arah manajemen, natinya kami tangani supaya lekas sembuh,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas P4 Blora Gundala Wejasena menambahkan, telah turun di Desa Jiken, untuk melihat kondisi ternak yang suspek PMK. Jika penanganan dilakukan secara cepat, dalam jangka dua hari setelah sapi ada gejala PMK akan segera sembuh.

 

“Petugas kami terjunkan untuk melakukan penanganan, rerata sapi tidak mau makan dan mulut mengeluarkan berbusa berlebih,” tuturnya. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#pmk #mbangun blora #blora #mas arief #bupati blora