BLORA, Radar Bojonegoro – Tepat pukul 11.45 kemarin (26/11) langit Desa Ngloram, Kecamatan Cepu cerah, terdengar suara deru mesin pesawat jenis ATR- 72 itu mendekati landasan di Bandara Ngloram.
Suara mesin dan putaran baling-baling, mengalihkan perhatian masyarakat di terminal bandara. Ruang tunggu terminal langsung berada di depan apron pesawat dengan dinding kaca itu, langsung mendekat ke kaca untuk melihat pesawat putih kombinasi hijau itu.
Setelah di posisi yang tepat, pesawat berhenti, mesin dimatikan. Pintu dibuka, turunlah pria berbaju putih, Sesditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono, disusul dengan Bupati Blora Arief Rohman turun dari pesawat.
Kemudian giliran penumpang dari masyarakat umum warga asli Blora. Mereka merupakan penumpang pertama yang mendarat di bandara ini.
Untuk memeriahkan pendaratan perdana pesawat komersial, dihibur dengan pertunjukan barongan, dan setelah itu ada upacara penyambutan dan pengalungan bunga kepada Sesditjen, bupati, dan kepada rombongan dari Jakarta itu. Sebagai bentuk rasa syukur mulai aktifnya Bandara Ngloram.
Beberapa perwakilan dari kabupaten tetangga seperti Bupati Grobogan, dan Rembang, Jawa Tengah. Kemudian perwakilan Bupati Ngawi, Bojonegoro, dan Tuban, Jawa Timur menjadi saksi penerbanagan perdana.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, penerbangan perdana ini seperti mimipi. Sebab, dengan proses sejak 2018 itu akhirnya penerbangan perdana ini bisa terealisasi. ‘’Penerbangan juga hanya satu jam setengah,’’ ujarnya.
Menurut Arief, sapaan Arief Rohman, dengan aktifnya bandara ini bukan hanya tentang Blora saja. Tetapi ini bisa dimanfaatkan dengan kabupaten lain. Karena dengan adanya bandara ini konsepnya membangun kawasan. ‘’Kabupaten di Kawasan Blora dan sekitarnya untuk mendukung program ini, bupati- bupati sekitar sangat respons, ini membangun kawasan,’’ ungkapnya.
Menurutnya, untuk saat ini penerbangan baru dua kali dalam sepekan, setiap Senin dan Jumat. ‘’Kalau memang nanti ramai pasti bakal ada rute lain,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Sesditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono mengaku bangga atas beroperasinya kembali Bandara Ngloram ini. Mendukung atas mulainya penerbangan perdana ini.
Bandara Ngloram bukan bandara baru, sudah sejak 1970 ada kemudian non-aktif 1984. ‘’Kami aktifkan kembali dengan pemerintah pusat sebagai bandara komersial atau umum. Semoga bermanfaat untuk mendukung konektivitas daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,’’ ungkapnya.
Untuk bandara ini, kedepannya bakal dikembangkan, seperti lapangan landasan bakal diperpanjang. Kemudian fasilitas lain di Bandara Ngloram. Bahkan tahun depan bakal ada pembebasan lahan sekitar 5 hektare dengan anggaran Rp 25 miliar.
‘’Kalau dilihat begitu pesawat landing dan masuk taxyway, sebelahnya sudah pagar. Itu sisi security (keamanan) kurang nyaman, itu mungkin dimundurkan pagarnya,’’ bebernya.
Terkait Bandara Halim Perdana Kusuma yang akan dibangun, penerbangan di bandara itu masih dikaji penerbangan jalur Ngloram – Halim Perdana Kusuma. ‘’Itu nanti baru dikaji,’’ tukasnya.
Harga tiket penerbangan Bandara Ngloram ke Halim Perdana Kusuma sekitar Rp 732.800.
BANDARA NGLORAM
-Berdiri sejak 1970.
-Tidak aktif sejak 1984.
-26 November 2011 mulai diaktifkan.
-Mendorong pembangunan kawasan Jatim-Jateng.
-Lapangan landasan bakal diperpanjang.
-Tahun depan bakal ada pembebasan lahan sekitar 5 hektare.
-Pagu anggaran Rp 25 miliar.
-Harga tiket sekitar Rp 732.800.
Editor : M. Yusuf Purwanto