Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Jamur Janggel Kesulitan Pemasaran

Bachtiar Febrianto • Rabu, 23 Januari 2019 | 15:00 WIB
Jamur Janggel Kesulitan Pemasaran
Jamur Janggel Kesulitan Pemasaran

BLORA - Pengusaha budi daya jamur janggel (bonggol, Red) jagung mengeluhkan sulitnya pemasaran. Belum lagi sejak satu tahun terakhir harga jamur janggel tak menguntungkan. Seperti di Desa Banjarejo, Kecamatan Banjerejo, yang sebelumnya banyak menggeluti usaha ini. Dari 125 kepala keluarga (KK) di Dusun Mojokulon, Desa Banjarejo, 70 persen mengikutinya. Namun kini tinggal 5 orang yang bertahan. 


Mohammad Aminudin, salah seorang perangkat Desa Banjarejo mengatakan, saat ini pengepul jamurnya hanya satu orang. Itupun harga jualnya terus menurun. Dari harga jual pertama Rp 25.000 per kilogram. Kemudian turun menjadi Rp 22.000 per kilogram, hingga Rp 20.000, dan menjadi  Rp 18.000 per kilogram. “Sekarang tinggal Rp 14.000 per kilogram, warga menilai tidak untung, lantas ditinggalkan,” jelasnya.


Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Banjarejo Sarpan yang juga budi daya jamur janggel mengatakan, budi daya jamur janggel di desanya sudah pernah diajukan ke pemerintah desa dan pernah mendapatkan pelatihan pembuatan makanan berbahan jamur janggel. Salah satunya membuat jamur crispy. Setelah dibuat ternyata tidak laku di pasaran. “Dicoba untuk membuat, tetapi tidak laku. Padahal per bungkus Rp 1.000. Ya akhirnya saya makan sendiri bersama anak-anak,” ujarnya.


Editor : Bachtiar Febrianto
#kuliner #bojonegoro #blora