BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora di bawah kepemimpinan Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Arief Rohman terus melakukan revolusi mental dan terobosan. Baik dari sisi pembangunan hingga pertumbuhan perekonomian. Sehingga, daerah yang disebut Kota Barongan ini sudah sewajarnya terkenal. Dalam bahasa jawa disebut kuncoro.
Bukti yang sudah tampak di depan mata adalah dinyatakannya perekonomian Blora mengalami pertumbuhan. Hal itu diungkapkan Presiden RI Joko Widodo saat memberikan pengarahan di hadapan gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia pada 24 Oktober lalu.
Dalam sambutannya, Jokowi meminta agar kepala daerah bisa konsen pada pertumbuhan ekonomi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu mencotohkan, salah satu daerah yang pertumbuhan ekonominya baik di antaranya Blora. Yakni 23,53 persen.
Selain Blora, presiden juga menyampaikan dua daerah lagi yang mengalami pertumbuhan ekonomi. Bahkan, presiden juga mengingatkan agar kepala daerah bisa memperhatikan inflasi di daerah.
Langkah Bupati Djoko Nugroho dalam menumbuhkan perkonomian di Blora terus dilakukan. Bahkan, berbagai sektor usaha didorong tumbuh. Termasuk industri kecil hingga industri menengah atas.
Salah satu industri kecil yang terus didorong adalah hasil olahan kayu jati. Termasuk akar kayu jati yang mulai banyak peminatnya.
Selain itu, bupati juga terus mendorong agar para investor bisa masuk ke Blora. Dengan harapan bisa menambah geliat ekonomi di Blora.
Kokok, sapaan akrabnya, juga telah mendorong agar para pengusaha hotel dan rumah makan bisa terus berinovasi agar bisa terus menumbuhkan usahanya.
Ditambah, sektor wisata di Blora juga terus digarap, agar bisa terus tumbuh dan memiliki multiplier effect terhadap lingkungan sekitar.
Sehingga, warga di dekat wisata bisa terus melakukan inovasi dalam menumbuhkan perekonomiannya.
”Kami akan terus berusaha untuk membangun Blora. Termasuk infrastruktur Blora wilayah selatan,’’ katanya.
Sementara itu, perbaikan jalan di Blora selatan terus diupayakan. Sehingga, perekonomian masyarakat setempat bisa terangkat bila akses jalan mudah. Harga jual hasil pertanian juga akan mudah untuk ditemukan pasar.
Bupati menambahkan, makna dari Blora sudah waktunya kuncoro itu bukan hanya daerahnya saja. Melainkan, masyarakatnya juga harus ikut terkenal.
Misalnya, kepala dinas di lingkungan OPD hingga kepala desanya bisa lebih inovatif dalam menjalankan kegiatan yang berdampak positif bagi pembangunan daerah dan masyarakat.
Dikenalnya Blora di kalangan luar sudah cukup banyak bukti. Misalnya, almarhum Bondan Winarno yang dikenal sebagai pakar kuliner Indonesia ini telah menyatakan sate Blora sebagai kuliner yang khas dan memiliki rasa enak. Selain itu, kopi santan Blora pun turut diapresiasi oleh Bondan. Sebab, rasanya dianggap Maknyus.
Dalam sektor investasi, Blora sangat memiliki peluang. Baik industri maupun pertanian peternakan. Sebab, berbagai universitas ternama di Indonesia telah melakukan kerja sama. Seperti UGM Jogjakarta dan IPB Bogor.
Editor : Bachtiar Febrianto