Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Warga dan Dinas Terkait Datangi Tirto Abimanyu

Muhammad Suaeb • Jumat, 10 November 2017 | 22:27 WIB
warga-dan-dinas-terkait-datangi-tirto-abimanyu
warga-dan-dinas-terkait-datangi-tirto-abimanyu


CEPU - Petugas gabungan dan warga Balun Graha RW 16 Kelurahan Balun, Cepu, akhirnya mendatangi Tirta Abimanyu, kamis (9/11). Ternyata, selain kolam renang, di dalamnya juga ada resto dan tiga ruang karaoke. Tidak jauh dari lokasi terdapat homestay masih proses pembanguan. 


Petugas gabungan meliputi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Blora, satpol PP, dan Muspika Cepu. ”Kami harus melapor kepada atasan kami terlebih dahulu untuk membahas ini,” kata Kabid Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Blora Wahyu Jadmiko. 


Dia mengatakan, perizinan Tirto Abimanyu ini hanya kolam renang gelanggang olahraga. Sedangkan, usaha pendampingnya seperti resto, karaoke, dan homestay tidak memiliki izin. Sehingga, pengelola diminta membuat izin baru untuk usahanya. Setelah ini, pihaknya melakukan kajian lagi dengan tim perizinan daerah membahas Tirta Abimanyu ini. 


Ketua RW 16 Kelurahan Balun Edy Wibowo mengatakan, banyaknya keluhan warga selama pertemuan kemarin seharusnya adanya pertimbangan dari pemkab setempat terkait izin. 


Camat Cepu Joko Sulistyo meminta waktu satu minggu untuk memberikan keputusan terkait keberadaan Tirta Abimanyu ini. Sebab, dia mengaku harus melaporkan ke pemkab. Selain itu, penetapan izin harus dilakukan koordinasi antarsektor. Seperti dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, dinas pariwisata dan satpol PP. Baru setelah itu baru akan ada keputusan. ”Karena saya ini bukan bagian membuat keputusan,” tuturnya.


Manajer Tirta Abimanyu Ujang Kosasi mengatakan, setelah ini tetap akan melakukan operasi seperti biasanya. Karena masih belum ada kesepakan, apakah ditutup atau buka. Terkait tuntutan warga selama ini, dia mengakui di tempatnya ramai. 


Tapi, hanya beberapa kali saat ada suporter bola ke Titra Abimanyu. ”Kami kadang jam 17.00 sudah tutup,” ujarnya.



Editor : Muhammad Suaeb