Penyemayaman Api Abadi, Simbol Semangat Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Dewi Safitri • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Prosesi pelaksanaan pengambilan dan kirab Api Abadi di Kayangan Api. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
Prosesi pelaksanaan pengambilan dan kirab Api Abadi di Kayangan Api. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

API Abadi Kayangan Api menjadi simbol semangat perjuangan dan pengabdian yang tak pernah padam. Dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, semangat tersebut dimaknai dengan pelaksanaan pengambilan dan kirab Api Abadi dari Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Sabtu (17/10). Menuju penyemayaman sementara di Kecamatan Kalitidu. Kemudian, dilanjutkan dengan penyemayaman sementara di Kecamatan Trucuk, Minggu (18/10). Sebelum akhirnya disemayamkan di Pendapa Malowopati, Senin (19/10). Dengan rangkaian doa bersama lintas agama. 

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, penyemayaman Api Abadi bukan sekadar kegiatan seremonial. Api tersebut menjadi pengingat untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai jasa para pendahulu, serta mengambil inspirasi dari nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan. 

“Api dari Kayangan Api ini merupakan simbol semangat, perjuangan, pengabdian, dan kecintaan kita kepada Kabupaten Bojonegoro yang tak boleh padam,” ujarnya saat prosesi penyemayaman di Pendapa Malowopati.

Baca Juga: Penyemayaman Api Abadi: Simbol Semangat Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Menurut sosok nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut, generasi penerus tidak cukup hanya menjaga warisan sejarah. Nilai perjuangan harus diwujudkan melalui kerja nyata, integritas, inovasi, dan gotong royong demi melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai generasi penerus, masyarakat tidak hanya memiliki tanggungjawab untuk menjaga warisan sejarah. Tapi, juga melanjutkan pembangunan melalui kerja nyata dan kolaborasi," lanjutnya. 

Prosesi penyemayaman diawali kirab dari Kecamatan Trucuk menuju Pendapa Malowopati. Api dibawa Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya, lalu diserahkan kepada Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar. Selanjutnya, diserahkan Wakil Bupati Nurul Azizah, sebelum disemayamkan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Api Kayangan, Hastungkoro, serta doa bersama lintas agama yang melibatkan perwakilan enam agama sebagai simbol kerukunan dan ungkapan syukur atas perjalanan Kabupaten Bojonegoro.

Selain di pendapa kabupaten, tumpengan dan doa bersama juga digelar serentak di balai desa dan kelurahan se-Bojonegoro pada Senin (19/10) malam. (ewi)

Editor : Andhika Feriawan
kirab pemkab bojonegoro Prosesi api abadi kayangan api