Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DKPP Bojonegoro Bantu Petani Tembakau, Sediakan Berbagai Sarana dan Prasarana

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 20 November 2024 | 02:00 WIB
TEMBAKAU: Para petani tembakau di Desa Belun, Kecamatan Temayang mengeluhkan tren harga jual daun tembakau basah alami penurunan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
TEMBAKAU: Para petani tembakau di Desa Belun, Kecamatan Temayang mengeluhkan tren harga jual daun tembakau basah alami penurunan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil tembakau paling produktif di Jawa Timur, dan didukung pula dengan basis industri tembakau yang kuat.

Mulai dari perkotaan hingga pedesaan, banyak infrastruktur industri tembakau yang dapat ditemui di Kota Ledre, mulai dari ladang tembakau hingga pabrik pengolahan. Tentu, keberhasilan petani tembakau dalam berkontribusi memajukan industri tembakau tidak dapat tercipta begitu saja.

Petani tembakau juga perlu modal untuk menjaga agar ladang tembakau dapat terus menghidupi diri dan keluarga, seperti pupuk dan peralatan tani. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro turut membantu petani tembakau dengan memberikan berbagai bantuan. Baik berupa bahan seperti pupuk, maupun peralatan seperti traktor tangan.

’’Salah satu bentuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) oleh DKPP adalah dukungan sarana dan prasarana untuk petani tembakau. Seperti bantuan pupuk, traktor tangan, dan pembangunan jalan usaha tani (JUT) serta irigasi,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman (Sarpras dan Perlintan) DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti.

’’Bantuan pupuk yang kami berikan berupa pupuk non-subsidi khusus tembakau. Pupuk diberikan untuk 22 gapoktan (Gabungan kelompok tani), total sebesar 370 ton,” lanjut Retno.

’’Kebetulan saat ini pupuk tembakau tidak lagi disubsidi. Sehingga saran dari Kementrian Keuangan, dana DBHCHT bidang pertanian dimanfaatkan untuk pemberian pupuk,” tambahnya.

Selain bantuan sarana material berupa pupuk dan traktor tangan, DKPP juga memberikan prasarana untuk membantu kegiatan bertani. ’’JUT dari induk ada 16 titik, kemudian dari P-ABPD ada 14 titik. Untuk irigasi kami membangun sebanyak 4 titik,” ungkap Retno.

’’Dengan adanya JUT, kendaraan yang lalu lalang di ladang jadi lebih mudah perjalanannya, terutama pada saat panen dan perawatan ladang. Membawa material seperti pupuk juga jadi lebih mudah,” tambahnya.

Di samping pemberian bantuan, kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut juga bakal diberikan pelatihan oleh DKPP Bojonegoro. ’’Agar tepat guna, misal untuk penggunaan pupuk. Sehingga pemupukan benar, dosis yang digunakan benar, dan pengamatan serta penanganan ladang tepat,” jelas Retno.

Kelompok tani yang membutuhkan bantuan-bantuan tersebut juga tidak perlu repot untuk mengajukan bantuan. ’’Kelompok tani yang belum pernah menerima bantuan dan membutuhkan bantuan dapat mengajukan proposal. Saat ini pengajuan cukup banyak hingga tahun depan,” ujar Retno. (*/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#traktor #kelompok tani #JUT #dkpp #Petani #Pertanian #irigasi #pupuk #jalan usaha tani #bojonegoro #tembakau #bantuan #DKPP Bojonegoro