RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bojonegoro merupakan salah satu daerah penyumbang potensi atlet muda berprestasi di kancah Provinsi Jawa Timur serta Nasional. Terbukti, pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, tujuh dari total 425 medali raihan Provinsi Jawa Timur disumbangkan atlet asal Kota Ledre.
Di luar kontestasi atlet, bermunculan bintang-bintang baru di cabang olahraga (cabor) sepak bola. Misal Fadly Alberto Hengga asal Kecamatan Trucuk. Fadly menjadi ujung tombak timnas Indonesia U-17, serta Revaldo Augusto asal Kecamatan Padangan yang menjadi kapten Timnas Pelajar Indonesia.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro menyadari tidak semua atlet muda Bojonegoro memiliki kemampuan finansial yang memadai.
“Seperti yang kita ketahui, atlet-atlet Bojonegoro banyak yang berasal dari keluarga kurang mampu, meskipun berstatus sebagai lumbung atlet Jawa Timur,” terang Kepala Bidang Olahraga Dinpora Bojonegoro, Rita Cahyani.
Karena itu, Dinpora Bojonegoro berusaha membantu para atlet muda dengan melanjutkan program Kartu Potensi Olahraga Berjenjang (KPOB) yang telah dicanangkan sejak 2022 lalu.
“Target kami masih sama, yakni total 32.000 penerima. Tahun ini kami membuka pendaftaran untuk 45 cabor,” ujar Rita.
“Tujuannya juga masih sama, yakni memfasilitasi peserta didik yang memiliki potensi dan minat di bidang olahraga. Meskipun jumlah bantuan KPOB tergolong kecil, dampaknya tetap terasa,” lanjut Rita.
Nominal bantuan yang diberikan juga berjenjang sesuai dengan pendidikan yang sedang ditempuh atlet. Atlet berstatus siswa SD menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu, atlet SMP menerima bantuan Rp 600 ribu, dan atlet SMA menerima Rp 700 ribu.
Pendaftaran program KPOB tahun 2024 sendiri telah dilaksanakan pada Oktober lalu.
“Sekarang kami sudah masuk tahap verifikasi. Bagi yang tidak lolos seleksi program dapat mencoba lagi tahun depan,” ujar Rita.
Kedepannya, menyusul banyaknya cabor yang baru-baru ini bergabung di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro, program KPOB juga akan dibuka untuk atlet yang menekuni cabor-cabor baru tersebut.
“Tentu kami juga akan menampung atlet-atlet dari cabor baru sesuai arahan KONI, untuk menampung bakat-bakat baru sejak dini,” lanjut Rita.
Di samping program KPOB, Dinpora Bojonegoro turut berkolaborasi dalam penyelenggaraan Pekan Oiahraga Kabupaten (Porkab) Bojonegoro perdana yang diselenggarakan pada Agustus lalu.
“Bupati Cup tahun ini ditiadakan karena sudah ada Porkab yang dapat memenuhi aspek pembinaan atlet, sehingga kami bekerjasama dengan KONI Bojonegoro dalam penyelenggaraan Porkab,” jelas Rita.
Dinpora Bojonegoro juga baru-baru ini turut berkontribusi dalam membantu perwakilan Bojonegoro dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIV Jatim pada awal November lalu.
“Kami memberangkatkan kurang lebih 250 atlet pelajar dari 20 cabor. Dinpora dukung penuh dalam segala aspek, mulai pelatihan hingga kebutuhan saat berlomba,” ujar Rita.
Selain itu, Dinpora Bojonegoro turut membantu penyuksesan penyelenggaraan kompetisi olahraga nasional yang menjamu Kota Ledre, yakni Liga 2 Nasional di bidang sepak bola, dan Livoli Divisi Utama di bidang bola voli.
“Kami menyediakan sarpras untuk penyelenggaraan kompetisi, serta berkoordinasi bersama Polres Bojonegoro dan PBVSI untuk Livoli,” ujar Rita.
“Event-event seperti ini sangat baik untuk masyarakat, di samping menambah daya tarik masyarakat untuk datang ke Bojonegoro, masyarakat juga dapat bertemu dan mengenal berbagai atlet tingkat nasional. Animo masyarakat Bojonegoro menyambut gelaran sepak bola dan voli sangat tinggi, dan kami berharap dapat mendukung lebih banyak gelaran kompetisi nasional di Bojonegoro,” lanjut Rita.
Dalam penyelenggaraan Liga 2 Nasional, Dinpora Bojonegoro turut membantu perbaikan Stadion letjend Soedirman (SLS) sebagai kandang tim kebanggaan Kota Ledre, Persibo Bojonegoro.
“Mulai dari pembenahan gawang, rumput, ruang ganti, ruang wasit, hingga ruang pers kami tangani,” jelas Rita.
“Selain itu kami juga menambah papan skor elektronik di SLS, saat ini sedang dalam tahap pemasangan. Insyaallah pada Minggu (10/10, pada pertandingan Persibo vs Deltras FC) sudah dapat digunakan,” tambah Rita.
Untuk pengembangan jangka panjang, Dinpora Bojonegoro juga membangun berbagai fasilitas olahraga baru untuk beberapa cabor. Terbaru akan dibangun sirkuit balap motor di kompleks GOR Dabonsia Kecamatan Dander, serta arena sepatu roda di kompleks SLS.
“Sirkuit berada di sisi barat GOR, menggunakan tanah yang sebelumnya menjadi area parkir rumput. Sirkuit dibangun agar para pembalap motor tidak kebut-kebutan di jalan umum. Nantinya juga ada arena sepatu roda di SLS, untuk arena tersebut kami anggarkan Rp 1,8 miliar,” ujar Rita.
“Insyaallah saat jadi nanti, sirkuit balap motor sudah dapat digunakan untuk pembinaan, latihan serta balap tingkat regional. Untuk penggunaan tingkat nasional tentu perlu dilakukan asesmen kelayakan terlebih dulu,” lanjut Rita.
Selain itu, sirkuit yang dibangun nantinya juga diharapkan menjadi rumah permanen gelaran balap motor di Bojonegoro.
“Selain untuk mengurangi balap jalanan, juga agar balap tidak perlu digelar di stadion (SLS) lagi. Sehingga stadion tetap sesuai peruntukannya untuk sarana olahraga masyarakat, serta meningkatkan keamanan pembalap,” tambah Rita.
Kedepannya, Dinpora Bojonegoro berharap adanya sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi agar tercipta ekosistem pembinaan atlet dan olahraga yang mumpuni.
“Jadi kami ingin tetap bersinergi dengan pemerintah, KONI, masyarakat, berbagai dinas dan persatuan cabor. Kami berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik untuk Bojonegoro, tentu kami perlu bersinergi agar pembangunan dan pembinaan atlet dapat berjalan lancar,” kata Rita. (*/edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana