BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dalam rangka memeringati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-347, RSUD Sumberrejo menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif yang melibatkan seluruh pegawai rumah sakit.
Bertujuan mempererat tali silaturahmi antarpegawai sekaligus memperkenalkan budaya khas Bojonegoro kepada masyarakat.
Salah satu kegiatan utama adalah program hospital without wall, yaitu penyuluhan kesehatan yang menyasar siswa dan guru di SMA sekitar RSUD.
Kegiatan ini fokus pada edukasi terkait tingginya kasus kanker rahim, penyakit tidak menular, dan bahaya penggunaan kosmetik yang tidak sehat, terutama yang marak diperjualbelikan secara online.
Direktur RSUD Sumberrejo, dr. Ratih Wulandari, menyampaikan pentingnya kesadaran akan bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik demi kesehatan masyarakat.
‘’Banyak orang yang tidak memerhatikan bahan dalam kosmetik yang mereka gunakan, padahal bisa mengandung zat berbahaya,’’ ujar dr. Ratih.
Selain penyuluhan, RSUD juga menampilkan seni budaya khas Bojonegoro, seperti tari Thengul dan fashion show batik pada Kamis (17/10), yang dipimpin ketua tim PKRS RSUD Sumberrejo, dr. Laila.
Acara ini bertujuan untuk menghibur pasien dan keluarga yang sedang menunggu, sambil tetap menjaga pelayanan kesehatan berjalan normal. ‘’Kali ini, kami memberikan edukasi terkait budaya Bojonegoro untuk mendukung promosi kesehatan dan juga pelestarian budaya lokal,’’ jelas dr. Laila.
Tak hanya itu, lomba mewarnai batik Bojonegoro juga dilaksanakan pada Sabtu (19/10), diikuti seluruh pegawai RSUD, untuk membangkitkan semangat kreativitas pegawai dan mendukung promosi batik khas Bojonegoro di kalangan masyarakat.
Dr. Ratih menambahkan, kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, juga untuk membuat para pegawai merasa bahagia dalam menjalankan tugas mereka.
‘’Kami ingin memastikan bahwa pegawai selalu melakukan tugas dengan baik dan penuh suka cita, serta menghilangkan kejenuhan dalam pekerjaan sehari-hari,’’ ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ini juga menekankan pentingnya menghargai sejarah daerah, seperti yang diungkapkan dr. Ratih.
‘’Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Minimal, kita semua tahu kapan hari jadi Bojonegoro, sehingga setiap tahun kita bisa memperingatinya dengan penuh makna,’’ ujarnya.
Dengan berbagai kegiatan ini, RSUD Sumberrejo berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik, sembari ikut melestarikan budaya dan memperkuat semangat kebersamaan antar pegawai. (*/tih)
Editor : Yuan Edo Ramadhana