BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. H. Pratikno, M.Soc.Sc., meninjau kembali pembangunan di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (21/08).
Kunjungan sebelum mengikuti acara pelantikan Rektor baru Unugiri yang bertempat di Auditorium Hasyim Asy'ari lantai tiga kampus setempat.
Dengan didampingi pihak civitas akademika Unugiri, Pratikno berjalan langsung menyusuri lokasi pembangunan untuk memastikan pembangunan jalan Unugiri berjalan sesuai rencana.
Pria kelahiran Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro bahkan melewati lorong yang agak sempit, hingga menemui para pekerja yang ada di lokasi pembangunan.
Juga sempat memberikan arahan-arahan kepada pekerja supaya keinginan pembangunan sesuai rencana yang ada.
Pratikno merupakan Pembina Unugiri dan sudah lama terlibat dalam pengembangan serta penataan kawasan kampus terbesar di Bojonegoro tersebut.
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, Unugiri ini sedang ketiban Mensesneg.
‘’Alhamdulillah, kita memiliki Universitas NU Sunan Giri, yang capaiannya luar biasa. Lebih-lebih lagi terus ketiban Mensesneg,’’ ujarnya pada saat memberi pengarahan dalam acara pelantikan Rektor baru Unugiri.
Gus Yahya menceritakan, bahwa Pratikno memiliki gagasan dan impian luar biasa dalam pengembangan Perguruan Tinggi modern. Mantan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut, kata Gus Yahya, juga telah berhasil mengawal perkembangan Universitas Nahdlatul Ulama di Yogyakarta.
‘’Tentunya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat jika ada wahana mewujudkan,’’ tambahnya.
Sebab menurutnya, Bojonegoro kini sedang menghadapi tantangan untuk membuat suatu peradaban, sehingga Bojonegoro membutuhkan pusat intelektual untuk membentuk kerangka intelektual bagi desain peradaban di Bojonegoro. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana