Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Peran Ayah, Membangun Ketahanan Keluarga dan Mencegah Stunting

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 28 Oktober 2022 | 17:03 WIB
(Istimewa For RDR.BJN)
(Istimewa For RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Peningkatan peran ayah dalam pengasuhan untuk mencegah stunting diselenggarakan di Balai Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada hari Kamis, 27 Oktober 2022.

 

Sosialisasi rutin ini di laksanakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI.

 

Dalam sosialisasi tersebut hadir Abidin Fikri, anggota Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja untuk memberikan saran-saran.

 

Dia menjelaskan, salah satu pencegahan stunting adalah melalui peran pengasuhan ayah dalam keluarga.

 

Dikatakannya, untuk membangun sumber daya yang berkualitas, salah satunya adalah keluarga melakukan pemberian asupan gizi yang optimal pada periode emas anak.

 

Selain asupan gizi dan kesehatan, faktor pengaruh lain yang menjadi penyebab tingginya tingkat stunting adalah kesenjangan ekonomi sosial dan pemberdayaan perempuan.

 

"Laki-laki punya peran dalam pengambilan keputusan di keluarga. Terutama keputusan  kehamilan dan penggunaan alat kontrasepsi," jelas Abidin Fikri.

 

Pada kenyataannya, perempuan juga mempunyai hak dalam menentukan kehamilan. Apabila jarak kelahiran dekat akan berdampak pada pengasuhan anak dan mengganggu asupan gizi ibu dan anak. Faktor-faktor tersebut yang bisa menyebabkan stunting pada anak.

 

Sementara itu, Sofia Hanik, koordinator bidang ADPIN perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menambahkan, bahwa tanggung jawab gizi dan pengasuhan anak saat ini hanya dianggap menjadi masalah perempuan. Sedangkan laki-laki tidak dilatih untuk memahami. Masalah tersebut bisa berdampak pada pengasuhan anak karena sang ayah merasa tidak menjadi tanggung jawabnya.

 

"Memahami permasalahan peningkatan partisipasi ayah dalam membangun ketahanan keluarga, peran ayah dalam mencegah stunting adalah sebagai pendukung nomor satu untuk ibu. Ayah sebagai pendukung utama ibu menyusui perlu dilibatkan dalam program pencegahan stunting, karena pengasuhan  bukan tanggung jawab ibu saja," tambah Sofia.

 

Dalam sosialisasi tersebut, Suprihadi juga turut memaparkan, upaya pemerintah dalam mencegah angka stunting melalui peran seorang ayah. Diantaranya, mengatur jarak kehamilan dengan pasangan, mencukupi kebutuhan gizi bagi seluruh anggota keluarga, membantu memenuhi kebutuhan kesehatan ibu dan anak, serta menciptakan kenyamanan di rumah. Dan yang paling utama adalah membina komunikasi yang sehat dengan pasangan."

 

Jadi, selain ibu, masyarakat juga harus memahami seberapa pentingnya peran ayah dalam keluarga. Terutama dalam pengasuhan ibu hamil sampai anak usia lima tahun. Hal ini akan mendukung pemerintah dalam strategi untuk menurunkan Stunting. (*) Editor : M. Yusuf Purwanto
#advertorial #bkkbn #stunting #bojonegoro #peran ayah