Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berubah Jadi ISTek ICsada, Buka Dua Fakultas

K
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Istimewa,rbjn)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Istimewa,rbjn)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Perguruan tinggi berjuluk Kampus Ungu kini berubah status. Sebelumnya, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Insan Cendekia Husada (ICsada) Bojonegoro kini menjadi Institut Sains Teknologi dan Kesehatan (ISTeK) ICsada Bojonegoro.

Acara tasyakuran perubahan status dari Stikes ke ISTeK itu digelar di aula Kampus Ungu lantai 3 pada Selasa lalu (19/7). Juga diisii acara pelantikan Rektor ISTeK ICsada Bojonegoro Nurul Jariyatin, S.H, M.Kn. Turut hadir kemitraan kampus di antaranya Pertamina EP, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), BNI, dan kemitraan lainnya.

Nurul menerangkan, bahwa perubahan status kampus yang beralamat di Jalan dr. Wahidin itu
berdasar SK Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 445/E/O/2022.

Kampus Ungu ISTeK ICsada Bojonegoro ke depannya akan memiliki 2 Fakultas dan 5 Program Studi (Prodi) sekaligus menjadi satu-satunya ISTeK di Bojonegoro dengan prodi-prodi yang berbasis bidang kesehatan, bisnis dan teknologi.

"Dalam Fakultas Kesehatan terdapat Prodi D3-Kebidanan, Prodi S1-Keperawatan, dan Prodi Profesi Ners," ujarnya.

Sedangkan dalam Fakultas Saintek terdapat Prodi S1-Bisnis Digital dan Prodi S1-Rekayasa Perangkat Lunak. Perubahan status ini bukan tanpa alasan, sebab kita menginginkan kenaikan dan perluasan peran untuk mempersiapkan generasi muda dalam era 4.0 dan society 5.0.

Pihaknya pun sudah mulai menerima mahasiswa baru. Adanya Fakultas Saintek juga sudah dipromosikan ke masyarakat luas. Tak hanya itu, Nurul juga memiliki tujuan awal lagi untuk upgrade status ke universitas. Hal itu menjadi tujuan awal, sebab nantinya akan ada berbagai macam bidang ilmu yang bisa membantu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk Indonesia yang unggul.

"Hal itu mimpi saya sejak mendirikan kampus. Jadi tidak hanya mengikuti perubahan, tapi juga mengawal perubahan. Mimpinya besar memang tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa diraih," pungkasnya. (*/bgs)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Minum Kopi Setiap Hari, Apakah Aman bagi Kesehatan Jantung? Ini Penjelasannya

Minum Kopi Setiap Hari, Apakah Aman bagi Kesehatan Jantung? Ini Penjelasannya

Kopi menjadi salah satu minuman yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang terbiasa mengawali pagi dengan secangkir kopi, baik untuk menghilangkan kantuk maupun meningkatkan konsentrasi sebelum beraktivitas.

Waspada Penyakit di Awal Musim Hujan, DBD hingga Leptospirosis Mengintai

Waspada Penyakit di Awal Musim Hujan, DBD hingga Leptospirosis Mengintai

Memasuki awal musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi muncul akibat genangan air, lingkungan yang lembap, serta buruknya kebersihan lingkungan.

Mengenal Shin Splint, Nyeri Tulang Kering yang Perlu Diwaspadai Penderita Obesitas

Mengenal Shin Splint, Nyeri Tulang Kering yang Perlu Diwaspadai Penderita Obesitas

Kondisi yang dalam istilah medis dikenal sebagai medial tibial stress syndrome (MTSS) ini sering dialami pelari dan orang yang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer