‘’Kemudian informasi ke pembimbing. Kalau sudah disetujui lanjut membuat makalah,’’ ucap siswi berusia 16 tahun ini.
Diera tak jarang menemui kendala saat menyusun karya ilmiah. Terutama kurangnya komunikasi dengan satu tim. Sebab, kurangnya interaksi saat libur panjang. Hanya bisa interaksi via chat, yang membuat pembahasan kurang maksimal.
‘’Interaksinya ini terkait makalah, misal pembuatan latar belakang, yang harus mencari jurnal,’’ ujar peraih medali emas dalam ajang Asean innovative science environmental and entrepreneur fair (AISEEF) di Semarang Tahun 2023 ini.
Meski begitu, Diera menikmati proses ini. Sebab, bagi dia, kesempatan ini memberikan manfaat dan pengalaman. Selain bisa menulis karya ilmiah, juga menambah poin untuk masuk perguruan tinggi.
‘’Yang ditekankan dari KIR, kita harus terus berproses, tidak boleh stagnan satu titik. Harus istiqomah. Karena kalau tidak istiqomah, maka tidak terselesaikan makalahnya, dan hasil tidak maksimal,’’ tutur siswi SMA Negeri 1 Kedungpring ini. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto