Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman Keamanan Siber PHP2Shell, Celah Kritis yang Bisa Membuat Server Diretas Tanpa Login

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
PHP2Shell, ancaman keamanan siber yang Bisa Membuat Server Diretas Tanpa Login. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
PHP2Shell, ancaman keamanan siber yang Bisa Membuat Server Diretas Tanpa Login. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ancaman keamanan siber kembali menjadi perhatian setelah peneliti mengungkap PHP2Shell, serangkaian kerentanan kritis pada inti bahasa pemrograman PHP. Celah ini berpotensi memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh tanpa harus masuk ke akun korban.

PHP2Shell menjadi perhatian karena kerentanan tersebut berada pada core runtime PHP, yakni komponen inti yang menjalankan kode PHP di server. Dengan demikian, ancaman tidak hanya berkaitan dengan kelemahan aplikasi atau sistem pengelolaan konten, tetapi juga dapat berasal dari lingkungan pemrograman yang menjadi fondasi sebuah situs web.

Berdasarkan laporan keamanan yang dipublikasikan pada Rabu (21/10), PHP2Shell mencakup dua kerentanan yang terdaftar sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya memperoleh skor 9,2 dari 10 berdasarkan CVSS versi 4.0, yang menunjukkan tingkat keparahan kritis.

Advertisement

Temuan tersebut dilaporkan oleh tim peneliti keamanan dari Wiz dan Calif, dengan keterlibatan peneliti OpenAI dalam proses penelitian dan pengungkapan kerentanan.

Apa Itu PHP2Shell dan Mengapa Berbahaya?

PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun situs web dinamis. Teknologi ini mendukung berbagai platform populer, termasuk WordPress, Drupal, dan Joomla.

Advertisement

Menurut laporan penelitian Wiz, PHP digunakan oleh sekitar 70 persen situs web yang diketahui menggunakan bahasa pemrograman sisi server. Luasnya penggunaan tersebut membuat kerentanan pada komponen inti PHP berpotensi memberikan dampak yang besar terhadap keamanan infrastruktur web.

PHP2Shell terdiri atas dua kelompok kerentanan yang berkaitan dengan pengelolaan memori ketika PHP mengalami kesalahan fatal atau kehabisan memori.

Kerentanan pertama, CVE-2026-109618, berkaitan dengan penanganan kondisi out-of-memory. Sementara itu, CVE-2026-109619 berhubungan dengan kondisi ketika status internal PHP masih menunjuk ke bagian memori yang sudah dilepaskan.

Kesalahan tersebut dapat membuat PHP mengakses data memori yang tidak lagi valid atau belum diinisialisasi dengan benar. Dalam kondisi tertentu, penyerang dapat memanfaatkan situasi ini untuk memanipulasi proses eksekusi program.

Dampaknya tidak terbatas pada gangguan layanan. Eksploitasi yang berhasil dapat memungkinkan pelaksanaan kode dari jarak jauh atau remote code execution (RCE), bahkan tanpa autentikasi pengguna. Penyerang juga berpotensi mengakses informasi sensitif yang tersimpan dalam memori proses PHP.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rekomendasi Aplikasi Editing Video dan Audio bagi Pemula, Mudah Digunakan dan Kaya Fitur

Rekomendasi Aplikasi Editing Video dan Audio bagi Pemula, Mudah Digunakan dan Kaya Fitur

Kebutuhan akan konten digital terus meningkat seiring berkembangnya media sosial, platform video, hingga podcast. Kondisi ini mendorong banyak orang untuk mulai belajar mengedit video dan audio

Mengenal Semi Otomatisasi Sistem Akuatik Bojonegoro: Alatnya Sempat Macet, karena Kepanasan

Mengenal Semi Otomatisasi Sistem Akuatik Bojonegoro: Alatnya Sempat Macet, karena Kepanasan

Alatnya macet sejenak karena kepanasan. Meski demikian, kata Teguh, ini langkah awal. Baru dua daerah yang merakit sistem semi-otomatis itu di Jawa Timur. Yakni, Malang dan Bojonegoro.

Membanggakan, Mahasiswa UNUGIRI Luncurkan Tiga Inovasi Digital untuk ATR/BPN Kabupaten Bojonegoro

Membanggakan, Mahasiswa UNUGIRI Luncurkan Tiga Inovasi Digital untuk ATR/BPN Kabupaten Bojonegoro

Tiga aplikasi digital karya mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro resmi digunakan untuk Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Bojonegoro.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer