Ancaman Keamanan Siber PHP2Shell, Celah Kritis yang Bisa Membuat Server Diretas Tanpa Login


RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ancaman keamanan siber kembali menjadi perhatian setelah peneliti mengungkap PHP2Shell, serangkaian kerentanan kritis pada inti bahasa pemrograman PHP. Celah ini berpotensi memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh tanpa harus masuk ke akun korban.
PHP2Shell menjadi perhatian karena kerentanan tersebut berada pada core runtime PHP, yakni komponen inti yang menjalankan kode PHP di server. Dengan demikian, ancaman tidak hanya berkaitan dengan kelemahan aplikasi atau sistem pengelolaan konten, tetapi juga dapat berasal dari lingkungan pemrograman yang menjadi fondasi sebuah situs web.
Berdasarkan laporan keamanan yang dipublikasikan pada Rabu (21/10), PHP2Shell mencakup dua kerentanan yang terdaftar sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya memperoleh skor 9,2 dari 10 berdasarkan CVSS versi 4.0, yang menunjukkan tingkat keparahan kritis.
Temuan tersebut dilaporkan oleh tim peneliti keamanan dari Wiz dan Calif, dengan keterlibatan peneliti OpenAI dalam proses penelitian dan pengungkapan kerentanan.
Apa Itu PHP2Shell dan Mengapa Berbahaya?
PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun situs web dinamis. Teknologi ini mendukung berbagai platform populer, termasuk WordPress, Drupal, dan Joomla.
Menurut laporan penelitian Wiz, PHP digunakan oleh sekitar 70 persen situs web yang diketahui menggunakan bahasa pemrograman sisi server. Luasnya penggunaan tersebut membuat kerentanan pada komponen inti PHP berpotensi memberikan dampak yang besar terhadap keamanan infrastruktur web.
PHP2Shell terdiri atas dua kelompok kerentanan yang berkaitan dengan pengelolaan memori ketika PHP mengalami kesalahan fatal atau kehabisan memori.
Kerentanan pertama, CVE-2026-109618, berkaitan dengan penanganan kondisi out-of-memory. Sementara itu, CVE-2026-109619 berhubungan dengan kondisi ketika status internal PHP masih menunjuk ke bagian memori yang sudah dilepaskan.
Kesalahan tersebut dapat membuat PHP mengakses data memori yang tidak lagi valid atau belum diinisialisasi dengan benar. Dalam kondisi tertentu, penyerang dapat memanfaatkan situasi ini untuk memanipulasi proses eksekusi program.
Dampaknya tidak terbatas pada gangguan layanan. Eksploitasi yang berhasil dapat memungkinkan pelaksanaan kode dari jarak jauh atau remote code execution (RCE), bahkan tanpa autentikasi pengguna. Penyerang juga berpotensi mengakses informasi sensitif yang tersimpan dalam memori proses PHP.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




