RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bulan Muharram bukan sekadar awal dari tahun baru Islam (1 Muharram).
Tetapi juga salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini disebut sebagai Syahrullah atau bulan Allah, yang menjadikan setiap ibadah di dalamnya memiliki nilai dan keutamaan yang istimewa.
Banyak umat Islam bertanya-tanya: Kapan membaca doa awal tahun Muharram? dan kapan 1 Muharram dimulai?
Dilansir dari situs NU Online dan Kemenag, tahun baru Islam atau 1 Muharram dimulai setelah waktu Maghrib tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah.
Inilah waktu yang paling dianjurkan untuk membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun, sebagai bentuk refleksi dan memohon ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang lalu, serta memohon keberkahan di tahun yang akan datang.
Baca Juga: Amalan 1 Muharram: Keutamaan, Doa Awal dan Akhir Tahun, dan Maknanya bagi Umat Islam
1. Berpuasa di Bulan Muharram, Khususnya 9 dan 10 Muharram
Rasulullah ﷺ bersabda, “Seutama-utama puasa setelah Ramadan ialah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram” (HR Muslim).
Bagi umat Islam, tanggal 9 Muharram (Tasu’a) dan 10 Muharram (Asyura) sangat dianjurkan untuk berpuasa. Amalan ini disebut dapat menghapuskan dosa-dosa kecil dari tahun sebelumnya, menjadikan bulan ini sangat istimewa bagi siapa pun yang menjalaninya dengan penuh keikhlasan.
2. Doa Awal dan Akhir Tahun: Kapan dan Bagaimana Membacanya?
Banyak yang belum memahami kapan waktu yang paling tepat membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun Islam.
-
Doa akhir tahun dianjurkan dibaca sebelum waktu Maghrib tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah.
-
Doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada tanggal 1 Muharram.
Doa Akhir Tahun
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
(Artinya: “Ya Allah, apa yang aku lakukan di tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang tetapi aku belum bertaubat darinya, belum Engkau ridhai dan belum Engkau lupakan, serta Engkau telah bermurah hati setelah memberi kuasa untuk menghukum, maka aku memohon ampunan-Mu. Dan apa yang aku lakukan dari amalan yang Engkau ridhai dan janjikan pahala, maka aku memohon agar Engkau menerima amalan tersebut dan tidak memutuskan harapanku dari-Mu, wahai Allah Yang Maha Pemurah.”)
Doa Awal Tahun
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
(Artinya: “Ya Allah, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.” )
Baca Juga: Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah, Puasa di Bulan Dzulhijjah yang Penuh Berkah
3. Memperbanyak Dzikir, Salat Sunnah, dan Sedekah
Bulan Muharram juga waktu yang sangat baik untuk memperbanyak dzikir, salat sunnah, dan sedekah. Memberi santunan kepada fakir miskin dan anak yatim membawa keberkahan bagi yang memberi dan menjadikan bulan ini penuh rahmat Allah SWT.
Seperti dijelaskan dalam situs NU Online dan BAZNAS, sedekah di bulan Muharram dapat menghapus dosa dan membawa keberkahan bagi pelakunya.
4. Minum Susu Putih sebagai Simbol Kesucian
Salah satu tradisi yang dijalankan sebagian umat Islam saat tahun baru Islam tiba adalah meminum susu putih. Amalan ini bukan termasuk ibadah wajib, tetapi dijadikan simbol kesucian dan bentuk harapan agar Allah menjadikan tahun yang datang penuh dengan keberkahan dan kesucian bagi umat Islam.
Bulan Muharram bukan hanya soal angka tahun yang berganti, tetapi juga momentum spiritual bagi umat Islam untuk memulai kembali dari titik kesucian dan kesalehan. Berbagai amalan yang dianjurkan — mulai dari puasa Asyura dan Tasu’a, membaca doa awal dan akhir tahun, memperbanyak dzikir, salat sunnah, sedekah, hingga meminum susu sebagai simbol kesucian — membawa pesan bahwa tahun baru Islam adalah kesempatan emas untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapat limpahan rahmat Allah SWT. (kam)
Editor : Hakam Alghivari