Radar Tuban - Di tengah ketidakpastian bergulirnya kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Jatim menyusul penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Persatu Tuban telanjut meneken kontrak gaji trio pelatihnya. Sedangkan gaji pemain masih nego.
Berapa gaji juru taktikal Laskar Ronggolawe, julukan Persatu? Asisten Manajer Persatu Tuban Asep Nur Hidayatulloh mengakui, gaji pelatih Sulkan Arif, Dhanu Rosade, dan Aspandi sudah disepakati dalam kontrak. ‘’Kita sudah kesepakatan kontrak,’’ tegasnya.
Hanya saja, berapa nominalnya, Asep, sapaan akrab anggota DPRD Tuban ini enggan menyebutkan. ‘’Itu rahasia perusahaan. Kayak gitu-gitu diomong kan nggak enak,’’ ujarnya.
Untuk kontrak pemain, Asep menyampaikan, manajemen masih nego dan belum ada kesepakatan. Ditanya nilai kontrak yang ditawarkan dan yang diminta pemain, lagi-lagi putra sulung Ketua DPRD Tuban M. Miyadi ini tak menyebutkan dengan dalih tidak etis. Dia juga memastikan seluruh pemain lokal bakal diperhatikan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, gaji head coach berkisar Rp 4-5 juta per bulan. Sedangkan asisten pelatih Rp 3-3,5 juta. Sedangkan untuk pemain nominalnya bervariasi. Kisaran Rp 1,5-2,5 juta per bulan.
Ditanya nilai tersebut, Asep enggan berkomentar. Sementara itu, selama PPKM darurat, semua pemain latihan mandiri di rumah dengan tetap menjaga kondisi fisik, kesehatan, dan protokol kesehatan.
Bagaimana dengan pemain luar Tuban? Asep mengatakan, mereka masih berada di mes Wisma Atlet Tuban. Tidak dipulangkannya para pemain tersebut dengan pertimbangan khawatir hijrah ke tim lain. ‘’Kalau (pemain luar) pulang, takutnya bukan masalah latihan, tapi ternyata lepas dan di kontak tim lain. Makanya kita pertahakankan di sini,’’ pungkas politi PKB itu.
Editor : Indra Gunawan