alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Polri Tak Keluarkan Izin, Liga 1 Ditunda Lagi Sebulan

Radar Lamongan – Lanjutan kompetisi Liga 1 yang direncanakan akan digelar besok (1/10) dipastikan tak akan terlaksana. Sebab Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI menunda sebulan, menjadi November mendatang.

Sebelumnya Polri telah menyatakan tak mengeluarkan izin pelaksanaan kompetisi tersebut. ‘’Kita menghormati apa yang menjadi keputusan jajaran Polri, PSSI, Kemenpora, dan PT LIB,’’ kata Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (29/9).

Rencana awal, Laskar Joko Tingkir sebenarnya bakal menjamu Persipura Jayapura di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (3/10) mendatang. Panpel Persela sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi extraordinary competition itu. Termasuk mengurus perizinan ke Polres Lamongan.

‘’Hari ini (kemarin, Red) kita melakukan koordinasi dan menyampaikan kepada Kapolres Lamongan, jika kompetisi ditunda satu bulan. Sesuai rilis dari Kemenpora dan PSSI,’’ terang pria yang juga menjabat sebagai Kabag Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.

Menpora, Zainudin Amali bersama Ketum PSSI, Mochammad Iriawan menggelar rilis secara langsung terkait hasil rapat koordinasi (rakor). Zainudin Amali menyampaikan, pihaknya bersama PSSI membahas terkait perkembangan terakhir hal yang berkaitan dengan persepakbolaan di Indonesia. Termasuk, kelanjutan kelanjutan penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Baca Juga :  Fisik Skuad Persibo Meningkat, Tapi Belum Siap Kompetisi

‘’Saya kira, situasi yang ada saat ini harus kita sikapi dengan bijak, dengan arif, supaya semua pihak bisa tahu secara persis duduk persoalan yang sebenarnya,’’ ujar Zainudin Amali. Ketum PSSI, Mochammad Iriawan mengaku pihaknya mempertimbangkan keputusan Mabes Polri yang menunda mengeluarkan izin keramaian.

Dia menerangkan, Polri menganggap kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Polri juga sudah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan.

‘’Dengan hal ini, PSSI menghormati dan memahami keputusan ini yang belum mengizinkan Liga 1 dan Liga 2 diputar kembali dengan alasan tersebut. Pertimbangan keamanan, keselamatan, dan kemanusiaan yang paling utama,’’ imbuh Iriawan.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 rencananya dipusatkan di Pulau Jawa. Sejumlah klub di luar Jawa memilih homebase di Jogjakarta dan Malang. Iriawan mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi klub yang sudah bersemangat berkorban demi kelanjutan kompetisi ini.

Baca Juga :  Rekrut Bek Kiri Muda¬†

‘’PSSI yakin dan optimistis, lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, insyaallah pada waktunya setelah situasi tepat akan digulirkan kembali,’’ tukasnya. Dia meminta agar kompetisi hanya ditunda sebulan saja. Sebab, lanjut dia, jika dimulai pada November akan rampung pada Maret mendatang.

Sebaliknya, ucap Iriawan, jika kompetisi dimulai Desember, maka dipastikan sulit terjadi. Sebab, awal April sudah memasuki Ramadan, serta dihelatnya Piala Dunia U-20 pada Mei dan Juni. Sehingga, ucap dia, jika hal itu terjadi, maka kompetisi hanya bisa dilanjutkan pada Agustus 2021.

Namun, ada beberapa konsekuensi. Diantaranya akan menghilangkan satu generasi, PSSI dan Timnas tidak bisa mengikuti agenda FIFA dan AFC, serta PSSI akan dipandang kurang baik oleh FIFA dan AFC. ‘’Namun sekali lagi, PSSI menghormati dan memahami keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian,’’ imbuhnya. 

Radar Lamongan – Lanjutan kompetisi Liga 1 yang direncanakan akan digelar besok (1/10) dipastikan tak akan terlaksana. Sebab Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI menunda sebulan, menjadi November mendatang.

Sebelumnya Polri telah menyatakan tak mengeluarkan izin pelaksanaan kompetisi tersebut. ‘’Kita menghormati apa yang menjadi keputusan jajaran Polri, PSSI, Kemenpora, dan PT LIB,’’ kata Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (29/9).

Rencana awal, Laskar Joko Tingkir sebenarnya bakal menjamu Persipura Jayapura di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (3/10) mendatang. Panpel Persela sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi extraordinary competition itu. Termasuk mengurus perizinan ke Polres Lamongan.

‘’Hari ini (kemarin, Red) kita melakukan koordinasi dan menyampaikan kepada Kapolres Lamongan, jika kompetisi ditunda satu bulan. Sesuai rilis dari Kemenpora dan PSSI,’’ terang pria yang juga menjabat sebagai Kabag Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.

Menpora, Zainudin Amali bersama Ketum PSSI, Mochammad Iriawan menggelar rilis secara langsung terkait hasil rapat koordinasi (rakor). Zainudin Amali menyampaikan, pihaknya bersama PSSI membahas terkait perkembangan terakhir hal yang berkaitan dengan persepakbolaan di Indonesia. Termasuk, kelanjutan kelanjutan penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Baca Juga :  Fisik Skuad Persibo Meningkat, Tapi Belum Siap Kompetisi

‘’Saya kira, situasi yang ada saat ini harus kita sikapi dengan bijak, dengan arif, supaya semua pihak bisa tahu secara persis duduk persoalan yang sebenarnya,’’ ujar Zainudin Amali. Ketum PSSI, Mochammad Iriawan mengaku pihaknya mempertimbangkan keputusan Mabes Polri yang menunda mengeluarkan izin keramaian.

Dia menerangkan, Polri menganggap kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Polri juga sudah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan.

‘’Dengan hal ini, PSSI menghormati dan memahami keputusan ini yang belum mengizinkan Liga 1 dan Liga 2 diputar kembali dengan alasan tersebut. Pertimbangan keamanan, keselamatan, dan kemanusiaan yang paling utama,’’ imbuh Iriawan.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 rencananya dipusatkan di Pulau Jawa. Sejumlah klub di luar Jawa memilih homebase di Jogjakarta dan Malang. Iriawan mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi klub yang sudah bersemangat berkorban demi kelanjutan kompetisi ini.

Baca Juga :  Manajemen Persela Lamongan Sambat Kesulitan Pendanaan

‘’PSSI yakin dan optimistis, lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, insyaallah pada waktunya setelah situasi tepat akan digulirkan kembali,’’ tukasnya. Dia meminta agar kompetisi hanya ditunda sebulan saja. Sebab, lanjut dia, jika dimulai pada November akan rampung pada Maret mendatang.

Sebaliknya, ucap Iriawan, jika kompetisi dimulai Desember, maka dipastikan sulit terjadi. Sebab, awal April sudah memasuki Ramadan, serta dihelatnya Piala Dunia U-20 pada Mei dan Juni. Sehingga, ucap dia, jika hal itu terjadi, maka kompetisi hanya bisa dilanjutkan pada Agustus 2021.

Namun, ada beberapa konsekuensi. Diantaranya akan menghilangkan satu generasi, PSSI dan Timnas tidak bisa mengikuti agenda FIFA dan AFC, serta PSSI akan dipandang kurang baik oleh FIFA dan AFC. ‘’Namun sekali lagi, PSSI menghormati dan memahami keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian,’’ imbuhnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/