alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Seleksi Pemain Persibo Dijajal Formasi 4-3-3

Radar Bojonegoro – Pelatih Persibo Moch Fachrudin memelototi satu per satu kemampuan pemain putra daerah dalam seleksi kemarin pagi (29/6). Ada 26 pemain lokal berjuang mendapat slot masuk skuad Persibo Bojonegoro.

Seleksi dikemas berupa latihan itu, Fachrudin mengamati secara detail 26 pemain putra daerah. Melihat secara detail kemampuan individu. Seleksi di Stadion Letjend Soedirman (SLS) itu dengan latihan bertanding format 4-3-3.

Fahcrudin mengaku semantara ini menggunakan skema 4-3-3 untuk mempermudah pemain dalam latihan dan seleksi. Namun, nantinya bisa berubah menyesuaikan pemian yang ada. “Pelatih sekarang harus fleksibel,” katanya ditemui di stadion kemarin pagi.

Terlebih skema bukan penentu untuk memenangkan pertandingan. Sebaliknya kerja keras, tidak mudah menyerah, dan mampu mentransfer yang diinstruksikan pelatih menjadi penentu kemenangan.

Baca Juga :  Penerapan Satu Arah Hanya Roda Empat

Hingga kemarin, seleksi pemain masih berlanjut mencari sosok pemain putra daerah. Belum ada seleksi pemian luar daerah. Masih fokus pemian putra daerah hingga mengerucut pemainpemain terbaik. “Dua sesi teakhir, latihan spesifik untuk mengetahui kemampuan individu pemain,” ujar pelatih asal Surabaya itu.

Fahcrudin nantinya butuh 25 pemain masuk skuad Persibo. Jumlah itu baik pemain putra daerah hingga luar kota. Namun, belum bisa memutuskan pemain putra daerah yang akan lolos seleksi. “Tidak bisa melihat dalam waktu yang singkat,” ujar mantan pelatih Persinga Ngawi itu.

Mantan pemian Persibo pada 2001 itu mengaku dari pengamatan sementara kemempuan pemain putra daerah cukup baik. Memiliki gairah berkembang. Nantinya akan ada evalusi mengerucut pada pemain terbaik. Jajaran pelatih membutuhkan pemain ngeyel atau tidak gampang menyerah. Serta empat aspek yakni fisik, mental, taktik, dan teknik.

Baca Juga :  Belum Ada Rapid Test Berkala Guru SMA dan SMK

Hanya, pihaknya belum bisa membuat kerangka tim. Masih ingin melihat secara individu kemampuan pemain. “Bagus di sini (Bojonegoro) belum tentu bagus skala nasional. Karena tergetnya promosi,” jelasnya. (irv)

Radar Bojonegoro – Pelatih Persibo Moch Fachrudin memelototi satu per satu kemampuan pemain putra daerah dalam seleksi kemarin pagi (29/6). Ada 26 pemain lokal berjuang mendapat slot masuk skuad Persibo Bojonegoro.

Seleksi dikemas berupa latihan itu, Fachrudin mengamati secara detail 26 pemain putra daerah. Melihat secara detail kemampuan individu. Seleksi di Stadion Letjend Soedirman (SLS) itu dengan latihan bertanding format 4-3-3.

Fahcrudin mengaku semantara ini menggunakan skema 4-3-3 untuk mempermudah pemain dalam latihan dan seleksi. Namun, nantinya bisa berubah menyesuaikan pemian yang ada. “Pelatih sekarang harus fleksibel,” katanya ditemui di stadion kemarin pagi.

Terlebih skema bukan penentu untuk memenangkan pertandingan. Sebaliknya kerja keras, tidak mudah menyerah, dan mampu mentransfer yang diinstruksikan pelatih menjadi penentu kemenangan.

Baca Juga :  Dengan Waterfall Pertama Di Jantung Kota Surabaya

Hingga kemarin, seleksi pemain masih berlanjut mencari sosok pemain putra daerah. Belum ada seleksi pemian luar daerah. Masih fokus pemian putra daerah hingga mengerucut pemainpemain terbaik. “Dua sesi teakhir, latihan spesifik untuk mengetahui kemampuan individu pemain,” ujar pelatih asal Surabaya itu.

Fahcrudin nantinya butuh 25 pemain masuk skuad Persibo. Jumlah itu baik pemain putra daerah hingga luar kota. Namun, belum bisa memutuskan pemain putra daerah yang akan lolos seleksi. “Tidak bisa melihat dalam waktu yang singkat,” ujar mantan pelatih Persinga Ngawi itu.

Mantan pemian Persibo pada 2001 itu mengaku dari pengamatan sementara kemempuan pemain putra daerah cukup baik. Memiliki gairah berkembang. Nantinya akan ada evalusi mengerucut pada pemain terbaik. Jajaran pelatih membutuhkan pemain ngeyel atau tidak gampang menyerah. Serta empat aspek yakni fisik, mental, taktik, dan teknik.

Baca Juga :  Belum Ada Rapid Test Berkala Guru SMA dan SMK

Hanya, pihaknya belum bisa membuat kerangka tim. Masih ingin melihat secara individu kemampuan pemain. “Bagus di sini (Bojonegoro) belum tentu bagus skala nasional. Karena tergetnya promosi,” jelasnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/