alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Pemain, Manajemen Tim, Panpel Persela Jalani Swab Test

- Advertisement -

Radar Lamongan – Akhir pekan ini, Persela Lamongan bakal menjamu Persipura Jayapura di Stadion Surajaya Lamongan. Sesuai ketentuan, seluruh aspek yang terdapat di klub Laskar Joko Tingkir ini harus melakukan swab test.

Hal tersebut merupakan ketentuan PT Liga Indonesia baru (PT LIB) guna mencegah terjadinya klaster sepak bola.‘’H-5 pertandingan perdana, seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan teman-teman panpel yang nantinya bertugas di lapangan, ini harus mengikuti swab test,’’ tutur Manajer Persela Edy Yunan Achmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (28/9).

Sebanyak 76 orang menjalani tes untuk mendeteksi corona virus disease 2019 (covid-19). Selain pemain dan pelatih (35 orang), juga 12 ofisial dan sisanya panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

‘’Alhamdulillah hari ini (kemarin) semuanya telah dilakukan swab test. Hasilnya kita masih menunggu dari pihak penyelenggara swab test. Karena ini kan langsung dihandle dari PT LIB,’’ tutur pria yang menjabat kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Sama-Sama Pincang

Medical Officer Persela Budi Wignyo Siswoyo menyatakan, swab test menjadi instruksi wajib saat medical workshop beberapa waktu lalu. Nantinya, seluruhnya melakukan swab test selama dua minggu sekali.

- Advertisement -

‘’Untuk hasil diharapkan maksimal dua hari sudah keluar. Maksimal tanggal 30 September, diharapkan hasil sudah kita dapatkan,’’ harap Budi saat dikonfirmasi via ponsel. Sesuai ketentuan, lanjut dia, seluruh pihak yang terlibat di zona satu saat pertandingan wajib melakukan swab test.

Sedangkan pihak yang berada di zona dua atau tribun stadion, harus menunjukkan hasil rapid test. ‘’Nanti di zona dua atau di tribun itu dilakukan skrining dengan menunjukkan hasil rapid test nonreaktif. Untuk zona satu wajib menunjukkan hasil swab test negatif,’’ kata pria yang juga humas RSUD Dr Soegiri Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Persela Harus Bangkit Berbenah

Selain ketentuan swab test, tutur Budi protokol kesehatan nantinya diterapkan mulai pintu masuk, ruang ganti, hingga lapangan. Di antaranya pemain harus mencuci tangan sebelum dan sesudah pertandingan, menjaga jarak di ruang ganti, dan pemain yang tidak bermain wajib mengenakan masker.

‘’Itu semata-mata upaya kami untuk mencegah terjadinya penularan covid-19, utamanya di klaster sepak bola. Jangan sampai terjadi itu,’’ ujar Budi. Dia memastikan, masker jenis kain scuba dilarang digunakan saat pelaksanaan pertandingan Liga 1.

Pihaknya menyarankan agar menggunakan masker standar kesehatan, yang kini banyak dijual di pasaran. ‘’Masker kain boleh, asalkan kainnya dobel. Silakan mengenakan masker kain yang dua lapis,’’ pungkas Budi.

Radar Lamongan – Akhir pekan ini, Persela Lamongan bakal menjamu Persipura Jayapura di Stadion Surajaya Lamongan. Sesuai ketentuan, seluruh aspek yang terdapat di klub Laskar Joko Tingkir ini harus melakukan swab test.

Hal tersebut merupakan ketentuan PT Liga Indonesia baru (PT LIB) guna mencegah terjadinya klaster sepak bola.‘’H-5 pertandingan perdana, seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan teman-teman panpel yang nantinya bertugas di lapangan, ini harus mengikuti swab test,’’ tutur Manajer Persela Edy Yunan Achmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (28/9).

Sebanyak 76 orang menjalani tes untuk mendeteksi corona virus disease 2019 (covid-19). Selain pemain dan pelatih (35 orang), juga 12 ofisial dan sisanya panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

‘’Alhamdulillah hari ini (kemarin) semuanya telah dilakukan swab test. Hasilnya kita masih menunggu dari pihak penyelenggara swab test. Karena ini kan langsung dihandle dari PT LIB,’’ tutur pria yang menjabat kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Saddil-Dian Berpeluang MainĀ 

Medical Officer Persela Budi Wignyo Siswoyo menyatakan, swab test menjadi instruksi wajib saat medical workshop beberapa waktu lalu. Nantinya, seluruhnya melakukan swab test selama dua minggu sekali.

- Advertisement -

‘’Untuk hasil diharapkan maksimal dua hari sudah keluar. Maksimal tanggal 30 September, diharapkan hasil sudah kita dapatkan,’’ harap Budi saat dikonfirmasi via ponsel. Sesuai ketentuan, lanjut dia, seluruh pihak yang terlibat di zona satu saat pertandingan wajib melakukan swab test.

Sedangkan pihak yang berada di zona dua atau tribun stadion, harus menunjukkan hasil rapid test. ‘’Nanti di zona dua atau di tribun itu dilakukan skrining dengan menunjukkan hasil rapid test nonreaktif. Untuk zona satu wajib menunjukkan hasil swab test negatif,’’ kata pria yang juga humas RSUD Dr Soegiri Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Persela Lamongan: Operasional Membengkak, Klub Tanpa Pemasukan

Selain ketentuan swab test, tutur Budi protokol kesehatan nantinya diterapkan mulai pintu masuk, ruang ganti, hingga lapangan. Di antaranya pemain harus mencuci tangan sebelum dan sesudah pertandingan, menjaga jarak di ruang ganti, dan pemain yang tidak bermain wajib mengenakan masker.

‘’Itu semata-mata upaya kami untuk mencegah terjadinya penularan covid-19, utamanya di klaster sepak bola. Jangan sampai terjadi itu,’’ ujar Budi. Dia memastikan, masker jenis kain scuba dilarang digunakan saat pelaksanaan pertandingan Liga 1.

Pihaknya menyarankan agar menggunakan masker standar kesehatan, yang kini banyak dijual di pasaran. ‘’Masker kain boleh, asalkan kainnya dobel. Silakan mengenakan masker kain yang dua lapis,’’ pungkas Budi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/