alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Pulang dengan Tangan Hampa

TUBAN, Radar Tuban – Tak mudah untuk melewati laga perdana. Itulah yang dialami skuad Bumi Wali FC pada pertandingan perdana Liga 3 PSSI Jatim Grup A di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, kemarin (28/7). 

Tim besutan Edy Sutrisno itu dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Putra Sinar Giri FC Gresik dengan skor 2-0. Dua gol PSG FC diborong striker Hasbiyanto menit ke-13 dan injury time babak pertama. 

Data dan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, sejak kickoff BWFC langsung menyerang. Pertandingan baru berjalan lima menit, BWFC membuka peluang melalui tendangan sudut. Sayang gagal berbuah manis. Asyik menyerang membuat lini belakang lengah. Petaka pun tiba menit ke-13. Misskomunikasi membuat tendangan striker PSG FC Hasbiyanto berbuah gol dan mengubah papan skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. 

Baca Juga :  Buntut Bendera Save Al-Aqsa, Panitia Kena Denda

Defisit gol membuat Tokoh Agus Raikan dan kawan-kawan berinisiatif menyamakan kedudukan hingga pertandingan berjalan tensi tinggi. Tuan rumah  yang kian percaya diri juga mengambil inisaitif menambah pundi gol. Tercatat enam kali tendangan on target dilakukan tuan rumah. Dan hasilnya memasuki injury time, PSG FC berhasil menambah keunggulan melalui kaki Hasbiyano menit ke-45+1 dan skor 2-0 bertahan hingga turun minum. 

Di babak kedua tuan rumah memilih bertahan. Meski demikian tim tamu BWFC tak membuka peluang emas. Tak satupun on target tercipta di babak kedua. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap 2-0 untuk kemenangan PSG FC.

Pelatih BWFC Edy Sutrisno ketika dikonfirmasi menjelaskan, gol pertama terjadi karena misskomunikasi kiper dan pemainnya.  ‘’Dikira Arif (kiper) ada pelanggaran. Bola pelan ke gawang dibiarkan begitu saja. Sebenarnya kiper bisa memegang bola. Jika gol tersebut tak tercipta, tentu berbeda kondisinya,’’ jelas Edy Sutrisno via ponselnya, kemarin. 

Baca Juga :  Juku Eja Selalu Menyulitkan 

Sebab, lanjut Edy, permainan timnya cukup bagus. Hanya saja pengadil pertandingan yang dinilai kurang objektif membuat kondisi permainan timnya berbeda. ‘’Bahkan saya di kartu kuning oleh wasit karena protes,’’ jelasnya. 

Ya, hujan kartu terjadi dalam lanjutan Liga 3 PSSI Jatim grup A. Tujuh kartu kuning dikeluarkan wasit Abdul Halim asal Sidoarjo. Empat di antaranya untuk pemain PSG FC dan sisanya pemain BWFC. 

TUBAN, Radar Tuban – Tak mudah untuk melewati laga perdana. Itulah yang dialami skuad Bumi Wali FC pada pertandingan perdana Liga 3 PSSI Jatim Grup A di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, kemarin (28/7). 

Tim besutan Edy Sutrisno itu dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Putra Sinar Giri FC Gresik dengan skor 2-0. Dua gol PSG FC diborong striker Hasbiyanto menit ke-13 dan injury time babak pertama. 

Data dan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, sejak kickoff BWFC langsung menyerang. Pertandingan baru berjalan lima menit, BWFC membuka peluang melalui tendangan sudut. Sayang gagal berbuah manis. Asyik menyerang membuat lini belakang lengah. Petaka pun tiba menit ke-13. Misskomunikasi membuat tendangan striker PSG FC Hasbiyanto berbuah gol dan mengubah papan skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. 

Baca Juga :  Gagal Raih Medali, Gadis asal Blora ini Masuk Delapan Besar Dunia

Defisit gol membuat Tokoh Agus Raikan dan kawan-kawan berinisiatif menyamakan kedudukan hingga pertandingan berjalan tensi tinggi. Tuan rumah  yang kian percaya diri juga mengambil inisaitif menambah pundi gol. Tercatat enam kali tendangan on target dilakukan tuan rumah. Dan hasilnya memasuki injury time, PSG FC berhasil menambah keunggulan melalui kaki Hasbiyano menit ke-45+1 dan skor 2-0 bertahan hingga turun minum. 

Di babak kedua tuan rumah memilih bertahan. Meski demikian tim tamu BWFC tak membuka peluang emas. Tak satupun on target tercipta di babak kedua. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap 2-0 untuk kemenangan PSG FC.

Pelatih BWFC Edy Sutrisno ketika dikonfirmasi menjelaskan, gol pertama terjadi karena misskomunikasi kiper dan pemainnya.  ‘’Dikira Arif (kiper) ada pelanggaran. Bola pelan ke gawang dibiarkan begitu saja. Sebenarnya kiper bisa memegang bola. Jika gol tersebut tak tercipta, tentu berbeda kondisinya,’’ jelas Edy Sutrisno via ponselnya, kemarin. 

Baca Juga :  Bangkitlah, Demi Persatu(An)Ku

Sebab, lanjut Edy, permainan timnya cukup bagus. Hanya saja pengadil pertandingan yang dinilai kurang objektif membuat kondisi permainan timnya berbeda. ‘’Bahkan saya di kartu kuning oleh wasit karena protes,’’ jelasnya. 

Ya, hujan kartu terjadi dalam lanjutan Liga 3 PSSI Jatim grup A. Tujuh kartu kuning dikeluarkan wasit Abdul Halim asal Sidoarjo. Empat di antaranya untuk pemain PSG FC dan sisanya pemain BWFC. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/