alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Persela Petik Satu Poin di Debut Perdana

- Advertisement -

Radar Lamongan – Persela Lamongan memetik satu poin di debut perdana Grup C Piala Menpora. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut bermain imbang 0 – 0 menghadapi PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, kemarin sore (28/3).

Hasil tersebut membuat Persela bertahan di posisi ketiga Grup C. ‘’Walaupun imbang, kita bersyukur atas hasil ini,’’ tutur Pelatih Persela, Didik Ludiyanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (28/3). Persela membuka peluang emas di menit ke-12. Servis terukur sepak pojok oleh Abi disambar dengan tandukan kepala Janneth.

Namun jatuh tepat ke dekapan Kiper PSS Sleman Ega Risky. PSS Sleman lebih banyak melakukan long ball. Jelang cooling break diwaktu 30 menit, PSS Sleman memiliki dua peluang melalui servis tendangan dari luar kotak penalti oleh Irkham Zahrul Mila dan Irfan Bachdim.

Baca Juga :  Tak Hanya Cabai, Harga Daging Ayam Juga Melambung

Dejan Antonic mengganti dua pemain sekaligus jelang akhir babak pertama. Menarik keluar Mila yang digantikan Arsyad Yusgiantoro, serta Ocvian Chaniagio digantikan Nico Velez. PSS baru mampu menciptakan shooting on target lewat Arsyad, yang masih tepat didekapan Dwi Kuswanto. Skor kacamata menutup laga di babak pertama.

‘’Dibabak pertama anak-anak bermain cukup bagus,’’ kata Didik. Di babak kedua, PSS Sleman meningkatkan agresivitas pemainan dan masih mendominasi. Didik kemudin melakukan penyegaran di menit ke-71. Janneth digantikan Ibrahim Musa Kosepa, serta Dwiki Arya digantikan Lucky Wahyu. Persela sesekali melakukan counter attack.

- Advertisement -

Namun, hingga menit ke-80 menit, skuad Laskar Joko Tingkir belum mampu menembus pertahanan kokoh Fabiano Rosa Beltrame. ‘’Dibabak kedua, saya mencoba merubah permainan dengan mengganti pemain di lini tengah,’’ terang Didik.

Baca Juga :  Bertengkar dengan Istri, Cabuli Bocah SD

Akbar sempat mencetak gol. Namun dianulir wasit karena dianggap sudah berada diposisi off side. Persela sempat diuntungkan dengan kelebihan pemain, setelah Fabiano diusir wasit di menit ke-88 karena menakling Ibrahim. Namun Persela tidak mampu memanfaatkan kelebihan itu.

Bahkan PSS Sleman sempat memiliki peluang emas dengan mendapat tendangan penalti menit 90+4. Untungnya Dwi Kus mampu mematahkan penalti Aaron Evans. ‘’Sebenarnya kita tidak tadi tidak bertahan total sebenarnya. Buktinya kita masih memiliki peluang menekan pertahanan lawan,’’ tukas didik.

Radar Lamongan – Persela Lamongan memetik satu poin di debut perdana Grup C Piala Menpora. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut bermain imbang 0 – 0 menghadapi PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, kemarin sore (28/3).

Hasil tersebut membuat Persela bertahan di posisi ketiga Grup C. ‘’Walaupun imbang, kita bersyukur atas hasil ini,’’ tutur Pelatih Persela, Didik Ludiyanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (28/3). Persela membuka peluang emas di menit ke-12. Servis terukur sepak pojok oleh Abi disambar dengan tandukan kepala Janneth.

Namun jatuh tepat ke dekapan Kiper PSS Sleman Ega Risky. PSS Sleman lebih banyak melakukan long ball. Jelang cooling break diwaktu 30 menit, PSS Sleman memiliki dua peluang melalui servis tendangan dari luar kotak penalti oleh Irkham Zahrul Mila dan Irfan Bachdim.

Baca Juga :  DPRD Lamongan Ajak Masyarakat Patuhi Prokes

Dejan Antonic mengganti dua pemain sekaligus jelang akhir babak pertama. Menarik keluar Mila yang digantikan Arsyad Yusgiantoro, serta Ocvian Chaniagio digantikan Nico Velez. PSS baru mampu menciptakan shooting on target lewat Arsyad, yang masih tepat didekapan Dwi Kuswanto. Skor kacamata menutup laga di babak pertama.

‘’Dibabak pertama anak-anak bermain cukup bagus,’’ kata Didik. Di babak kedua, PSS Sleman meningkatkan agresivitas pemainan dan masih mendominasi. Didik kemudin melakukan penyegaran di menit ke-71. Janneth digantikan Ibrahim Musa Kosepa, serta Dwiki Arya digantikan Lucky Wahyu. Persela sesekali melakukan counter attack.

- Advertisement -

Namun, hingga menit ke-80 menit, skuad Laskar Joko Tingkir belum mampu menembus pertahanan kokoh Fabiano Rosa Beltrame. ‘’Dibabak kedua, saya mencoba merubah permainan dengan mengganti pemain di lini tengah,’’ terang Didik.

Baca Juga :  Bertengkar dengan Istri, Cabuli Bocah SD

Akbar sempat mencetak gol. Namun dianulir wasit karena dianggap sudah berada diposisi off side. Persela sempat diuntungkan dengan kelebihan pemain, setelah Fabiano diusir wasit di menit ke-88 karena menakling Ibrahim. Namun Persela tidak mampu memanfaatkan kelebihan itu.

Bahkan PSS Sleman sempat memiliki peluang emas dengan mendapat tendangan penalti menit 90+4. Untungnya Dwi Kus mampu mematahkan penalti Aaron Evans. ‘’Sebenarnya kita tidak tadi tidak bertahan total sebenarnya. Buktinya kita masih memiliki peluang menekan pertahanan lawan,’’ tukas didik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/