alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tak Ada Pilihan Kecuali Menang

LAMONGAN, Radar Lamongan – Demerson Bruno Costa dipastikan absen ketika Persela menjamu Bhayangkara FC di Stadion Surajaya Lamongan, malam ini (28/9). Sehingga jajaran pelatih masih akan menggantungkan lini pertahanan pada duet M. Zaenuri dan Arif Satria. Keduanya memiliki tugas utama untuk mengawal dan menghadang pergerakan sejumlah key player Bhayangkara FC agar tidak memiliki kesempatan mencetak gol. Karena tidak ada pilihan bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir kecuali harus memenangkan laga kandang tersebut agar bisa menjauh dari zona merah.

’’Demerson kondisinya masih 85 persen, jadi tidak bisa main. Kita maksimalkan kekuatan yang ada,’’ tutur Head Coach Persela Nil Maizar kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (27/9).

Pelatih 49 tahun itu sudah mempelajari kekuatan lawan dari hasil rekaman beberapa laga sebelumnya. Bruno Matos, Anderson Sales, dan Lee Yoo Joon menjadi perhatiannya. Sedangkan untuk pemain lokal, Nil mewaspadai Adam Alis di tengah, serta pergerakan Dendy Sulistiyawan yang cukup liar di sisi kanan penyerangan. 

Baca Juga :  Fahmi Pergi, Manajemen Klaim Belum Beri Surat Keluar

’’Video dan kekuatan Bhayangkara sudah kita amati. Mereka memiliki banyak pemain bagus yang harus kita waspadai,’’ ujar mantan pelatih Timnas 2012-2013 tersebut.

Skuad Laskar Joko Tingkir harus berkaca di putaran pertama Liga 1 lalu. Saat itu, Persela yang mencetak gol lebih dulu, justru tumbang 1-3 dari tuan rumah Bhayangkara FC. Di laga tersebut, Anderson Sales menjadi momok dengan mencetak dua gol dari bola mati. ’’Kondisi saat ini, anak-anak cukup kondusif, motivasi yang cukup tinggi, dan dukungan yang besar, semoga memberi hal yang positif,’’ ucap pelatih yang pernah membesut PS Tira tersebut.

Tugas untuk mengawal Dendy Sulistiyawan bakal disandarkan kepada kapten tim Persela, Eky Taufik Febriyanto yang menempati pos bek kiri. Eky mengatakan, dirinya dan rekan-rekannya siap untuk menghadapi Bhayangkara FC. ’’Kita akan menjalankan instruksi yang maksimal dari jajaran pelatih,’’ tandasnya.

Namun, Bhayangkara FC dipastikan tak bisa menggunakan jasa penggawa asingnya Hedipo Gustavo. Gelandang serang yang pernah memperkuat Persela tiga tahun silam tersebut mengalami cedera. Itu dibeberkan Head Coach Bhayangkara FC Paul Munster dalam pre match press conference.

Baca Juga :  Mantap di Puncak Top Scorer

’’Semuanya (pemain) bagus. Kita tidak membawa Gustavo karena dia ada cedera sedikit,’’ ungkapnya.

Sedangkan winger kanan Bhayangkara FC Dendy Sulistiyawan mengaku bakal bermain profesional ketika menghadapi Persela. Dia hanya berpikir bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Bhayangkara FC. ’’Mungkin latar belakang saya di sini juga sebagai putra asli Lamongan. Cuma, klub yang saya bela kan Bhayangkara. Jadi saya berpikir bagaimana memberikan yang terbaik untuk tim saya,’’ ucap pesepak bola asal Kecamatan Ngimbang, Lamongan, tersebut.

Selama kompetisi Liga 1 tahun ini, Dendy belum mencetak gol satupun. Apakah ada motivasi khusus untuk mencetak gol ketika melawan Persela? Dendy mengaku tidak fokus terhadap itu. Namun, dirinya ingin bermain semaksimal mungkin.  ’’Di liga belum (mencetak gol). Kemarin-kemarin main agak sedikit melebar, jadi agak sulit untuk mencetak gol.  Motivasi tiap pertandingan sama menurut saya,’’ tukasnya.

Kini Bhayangkara FC berada di posisi ke-11 klasemen Liga 1 dengan 23 poin. Dendy memastikan, dirinya tak akan melakukan selebrasi jika nantinya mencetak gol. ’’Kita di klasemen juga di papan tengah dan manajemen juga targetnya papan atas,’’ pungkasnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Demerson Bruno Costa dipastikan absen ketika Persela menjamu Bhayangkara FC di Stadion Surajaya Lamongan, malam ini (28/9). Sehingga jajaran pelatih masih akan menggantungkan lini pertahanan pada duet M. Zaenuri dan Arif Satria. Keduanya memiliki tugas utama untuk mengawal dan menghadang pergerakan sejumlah key player Bhayangkara FC agar tidak memiliki kesempatan mencetak gol. Karena tidak ada pilihan bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir kecuali harus memenangkan laga kandang tersebut agar bisa menjauh dari zona merah.

’’Demerson kondisinya masih 85 persen, jadi tidak bisa main. Kita maksimalkan kekuatan yang ada,’’ tutur Head Coach Persela Nil Maizar kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (27/9).

Pelatih 49 tahun itu sudah mempelajari kekuatan lawan dari hasil rekaman beberapa laga sebelumnya. Bruno Matos, Anderson Sales, dan Lee Yoo Joon menjadi perhatiannya. Sedangkan untuk pemain lokal, Nil mewaspadai Adam Alis di tengah, serta pergerakan Dendy Sulistiyawan yang cukup liar di sisi kanan penyerangan. 

Baca Juga :  INOVASI TRISULA PENDIDIKAN RAIH PREDIKAT TERBAIK DALAM IGA 2021

’’Video dan kekuatan Bhayangkara sudah kita amati. Mereka memiliki banyak pemain bagus yang harus kita waspadai,’’ ujar mantan pelatih Timnas 2012-2013 tersebut.

Skuad Laskar Joko Tingkir harus berkaca di putaran pertama Liga 1 lalu. Saat itu, Persela yang mencetak gol lebih dulu, justru tumbang 1-3 dari tuan rumah Bhayangkara FC. Di laga tersebut, Anderson Sales menjadi momok dengan mencetak dua gol dari bola mati. ’’Kondisi saat ini, anak-anak cukup kondusif, motivasi yang cukup tinggi, dan dukungan yang besar, semoga memberi hal yang positif,’’ ucap pelatih yang pernah membesut PS Tira tersebut.

Tugas untuk mengawal Dendy Sulistiyawan bakal disandarkan kepada kapten tim Persela, Eky Taufik Febriyanto yang menempati pos bek kiri. Eky mengatakan, dirinya dan rekan-rekannya siap untuk menghadapi Bhayangkara FC. ’’Kita akan menjalankan instruksi yang maksimal dari jajaran pelatih,’’ tandasnya.

Namun, Bhayangkara FC dipastikan tak bisa menggunakan jasa penggawa asingnya Hedipo Gustavo. Gelandang serang yang pernah memperkuat Persela tiga tahun silam tersebut mengalami cedera. Itu dibeberkan Head Coach Bhayangkara FC Paul Munster dalam pre match press conference.

Baca Juga :  Lamongan Menuju  E-Money 

’’Semuanya (pemain) bagus. Kita tidak membawa Gustavo karena dia ada cedera sedikit,’’ ungkapnya.

Sedangkan winger kanan Bhayangkara FC Dendy Sulistiyawan mengaku bakal bermain profesional ketika menghadapi Persela. Dia hanya berpikir bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Bhayangkara FC. ’’Mungkin latar belakang saya di sini juga sebagai putra asli Lamongan. Cuma, klub yang saya bela kan Bhayangkara. Jadi saya berpikir bagaimana memberikan yang terbaik untuk tim saya,’’ ucap pesepak bola asal Kecamatan Ngimbang, Lamongan, tersebut.

Selama kompetisi Liga 1 tahun ini, Dendy belum mencetak gol satupun. Apakah ada motivasi khusus untuk mencetak gol ketika melawan Persela? Dendy mengaku tidak fokus terhadap itu. Namun, dirinya ingin bermain semaksimal mungkin.  ’’Di liga belum (mencetak gol). Kemarin-kemarin main agak sedikit melebar, jadi agak sulit untuk mencetak gol.  Motivasi tiap pertandingan sama menurut saya,’’ tukasnya.

Kini Bhayangkara FC berada di posisi ke-11 klasemen Liga 1 dengan 23 poin. Dendy memastikan, dirinya tak akan melakukan selebrasi jika nantinya mencetak gol. ’’Kita di klasemen juga di papan tengah dan manajemen juga targetnya papan atas,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/