alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Terkesan Menang Keberuntungan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela mampu memperbaiki posisi di klasemen Liga 1 musim ini, setelah menaklukkan Persik Kediri dengan skor 1-0 di Stadion dr. H. Moch. Soebroto Magelang, Senin malam (25/10). Namun ada catatan penting yang harus dicermati Persela. Yakni masih lemahnya intensitas serangan ke gawang lawan dan penguasaan bola. Sehingga kemenangan itu terkesan sebagai sebuah keberuntungan.
”Saya memberikan apresiasi anak-anak disiplin compact deDayafend (bertahan secara kompak). Walaupun memang kita tidak sukses offensive (menyerang),” tutur Head Coach Persela, Iwan Setiawan kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (26/10).
Meski menang, permainan Persela tidak menarik. Karena bertahan total dan sapu bersih bola ke depan, seakan tanpa teknik layaknya laga tarkam. Secara statistik skuad biru muda hanya mencatatkan satu shot on target (tendangan terarah), serta dua shot of target (tendangan tidak terarah) di laga tersebut. Sebaliknya, Macan Putih – julukan Persik mencatatkan delapan shot on target, serta lima shot of target.
Meski begitu Iwan Setyawan mengaku puas terhadap permainan timnya. ”Patut saya apresiasi anak-anak disiplin sepanjang pertandingan. Itu kunci bagi kita meraih kemenangan,” ucap pelatih berkacamata tersebut.
Sementara itu, Persela juga kalah ball possesion (penguasaan bola) yang hanya 35 persen. Sebaliknya, Persik unggul penguasaan bola 75 persen. Sedangkan, akurasi umpan penggawa Persela hanya 67 persen. Sebaliknya, Persik memiliki akurasi umpan 79 persen.
Meski begitu, dewi fortuna masih berpihak kepada tim kebanggaan masyarakat Lamongan tersebut. Sejumlah pihak menilai, dalam dua laga terakhir, Persela lebih banyak diuntungkan oleh wasit. ”Khusus pertandingan malam ini misalnya, Persela lebih diuntungkan, saya tidak setuju. Yang bicara seperti itu berarti tidak mengerti peraturan,” imbuh pelatih yang pernah menangani Persija, Persebaya, dan Borneo FC tersebut.
Meski terlihat secara permainan, Persela cukup efektif. Namun, hal itu tak lepas dari strategi parkir bus yang diterapkan Coach Iwan saat Persela unggul 1-0. Strategi ini selalu diterapkan oleh Coach Iwan di laga-laga sebelumnya. Skema tersebut cukup riskan jika pemain lawan memiliki penendang dan dribel yang bagus, serta kreatif dalam serangan. Sehingga akan tinggal tunggu waktu tercipta gol. ”Dari babak kedua dipress ketat oleh lawan,” ujar Iwan.
Hal itu membuat Persik mengurung pertahanan Persela. Sebaliknya pertandingan kurang menarik dan cukup monoton. Untungnya Persik menerapkan long ball (umpan jarak jauh) yang mudah dipatahkan pemain Persela. Coach Iwan tidak menampik hal itu. Terpenting bagi dia, timnya mampu memenangkan pertandingan. ”Permainan sepakbola itu  tiga faktor. Menyerang, transisi, dan bertahan,” kilah Coach Iwan usia pertandingan.
Kini Persela mengemas sebelas poin, serta masih bisa bernafas lega karena terbebas dari ancaman zona merah. Gelandang Persela, Akbar mengakui kemenangan Persela berkat kerja keras seluruh pemain hingga 90 menit pertandingan. ”Tiga poin cukup menentukan langkah kita ke depan,” imbuh Akbar.

Baca Juga :  Pahit Rasanya, Manis Hasilnya

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela mampu memperbaiki posisi di klasemen Liga 1 musim ini, setelah menaklukkan Persik Kediri dengan skor 1-0 di Stadion dr. H. Moch. Soebroto Magelang, Senin malam (25/10). Namun ada catatan penting yang harus dicermati Persela. Yakni masih lemahnya intensitas serangan ke gawang lawan dan penguasaan bola. Sehingga kemenangan itu terkesan sebagai sebuah keberuntungan.
”Saya memberikan apresiasi anak-anak disiplin compact deDayafend (bertahan secara kompak). Walaupun memang kita tidak sukses offensive (menyerang),” tutur Head Coach Persela, Iwan Setiawan kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (26/10).
Meski menang, permainan Persela tidak menarik. Karena bertahan total dan sapu bersih bola ke depan, seakan tanpa teknik layaknya laga tarkam. Secara statistik skuad biru muda hanya mencatatkan satu shot on target (tendangan terarah), serta dua shot of target (tendangan tidak terarah) di laga tersebut. Sebaliknya, Macan Putih – julukan Persik mencatatkan delapan shot on target, serta lima shot of target.
Meski begitu Iwan Setyawan mengaku puas terhadap permainan timnya. ”Patut saya apresiasi anak-anak disiplin sepanjang pertandingan. Itu kunci bagi kita meraih kemenangan,” ucap pelatih berkacamata tersebut.
Sementara itu, Persela juga kalah ball possesion (penguasaan bola) yang hanya 35 persen. Sebaliknya, Persik unggul penguasaan bola 75 persen. Sedangkan, akurasi umpan penggawa Persela hanya 67 persen. Sebaliknya, Persik memiliki akurasi umpan 79 persen.
Meski begitu, dewi fortuna masih berpihak kepada tim kebanggaan masyarakat Lamongan tersebut. Sejumlah pihak menilai, dalam dua laga terakhir, Persela lebih banyak diuntungkan oleh wasit. ”Khusus pertandingan malam ini misalnya, Persela lebih diuntungkan, saya tidak setuju. Yang bicara seperti itu berarti tidak mengerti peraturan,” imbuh pelatih yang pernah menangani Persija, Persebaya, dan Borneo FC tersebut.
Meski terlihat secara permainan, Persela cukup efektif. Namun, hal itu tak lepas dari strategi parkir bus yang diterapkan Coach Iwan saat Persela unggul 1-0. Strategi ini selalu diterapkan oleh Coach Iwan di laga-laga sebelumnya. Skema tersebut cukup riskan jika pemain lawan memiliki penendang dan dribel yang bagus, serta kreatif dalam serangan. Sehingga akan tinggal tunggu waktu tercipta gol. ”Dari babak kedua dipress ketat oleh lawan,” ujar Iwan.
Hal itu membuat Persik mengurung pertahanan Persela. Sebaliknya pertandingan kurang menarik dan cukup monoton. Untungnya Persik menerapkan long ball (umpan jarak jauh) yang mudah dipatahkan pemain Persela. Coach Iwan tidak menampik hal itu. Terpenting bagi dia, timnya mampu memenangkan pertandingan. ”Permainan sepakbola itu  tiga faktor. Menyerang, transisi, dan bertahan,” kilah Coach Iwan usia pertandingan.
Kini Persela mengemas sebelas poin, serta masih bisa bernafas lega karena terbebas dari ancaman zona merah. Gelandang Persela, Akbar mengakui kemenangan Persela berkat kerja keras seluruh pemain hingga 90 menit pertandingan. ”Tiga poin cukup menentukan langkah kita ke depan,” imbuh Akbar.

Baca Juga :  Persela Pertimbangkan Tambah Penjaga Gawang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/