alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Terhenti di Babak 16 Besar, Langsung ke Filipina

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tim nasional (timnas) petanque Indonesia gagal membawa pulang medali di ajang The 17th Junior and Women Petanque World Championship di Phnom Penh, Kamboja. Tim yang diperkuat atlet asal Lamongan, Sephia Febrianti tersebut terhenti di babak 16 besar di kejuaraan internasional yang berlangsung pada 18 hingga 23 November lalu.

Kepada Jawa Pos Radar Lamongan Sephia menuturkan, di babak 16 besar timnya melawan timnas petanque Belgia. Hingga pertengahan pertandingan timnas petanque Indonesia mendominasi permainan dan unggul dengan skor 10-6. Namun di menit-menit terakhir tim lawan balik menyerang.

’’Kita kalah di menit-menit terakhir. Selisih skornya dengan Belgia sangat tipis 10-11,’’ tuturnya melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Taufiq Ikuti Jejak Herry Kis,┬áManajemen Persela : Itu Mah Satu Paket!

Siswi SMK Muhammadiyah 10 Mantup ini mengungkapkan, penyebab kekalahan timnas petanque Indonesia karena kecerobohan para pemain. Mereka kurang mengantisipasi serangan dari negara benua biru itu. Akibatnya, banyak celah yang dapat dimanfaatkan lawan untuk mengejar ketertinggalan.

’’Setidaknya kita dapat banyak pengalaman dan tahu bagaimana tipikal permainan dari negara-negara lain. Itu menjadi bekal utama di Sea Games mendatang. Targetnya memang dapat medali di Sea Games. Di Kamboja hanya untuk partisipasi,’’ ujarnya.

Sephia bertanding di kategori triple woman dan menjadi pemain termuda timnas Indonesia. Usai mengikuti kejuaraan di Kamboja, kemarin (25/11) dia langsung bertolak ke Filipina untuk mengikuti Sea Games 2019. Di Sea Games 2019 timnas petanque Indonesia ditarget mendapat empat medali. Masing-masing, 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Ajang olahraga se-Asia Tenggara itu akan berlangsung mulai 30 November hingga 12 Desember mendatang.

Baca Juga :  Persatu : Boyong 18 Pemain ke Blitar

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tim nasional (timnas) petanque Indonesia gagal membawa pulang medali di ajang The 17th Junior and Women Petanque World Championship di Phnom Penh, Kamboja. Tim yang diperkuat atlet asal Lamongan, Sephia Febrianti tersebut terhenti di babak 16 besar di kejuaraan internasional yang berlangsung pada 18 hingga 23 November lalu.

Kepada Jawa Pos Radar Lamongan Sephia menuturkan, di babak 16 besar timnya melawan timnas petanque Belgia. Hingga pertengahan pertandingan timnas petanque Indonesia mendominasi permainan dan unggul dengan skor 10-6. Namun di menit-menit terakhir tim lawan balik menyerang.

’’Kita kalah di menit-menit terakhir. Selisih skornya dengan Belgia sangat tipis 10-11,’’ tuturnya melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Kesulitan Finansial, Persibo Berpotensi Balik Menjadi Klub Amatir

Siswi SMK Muhammadiyah 10 Mantup ini mengungkapkan, penyebab kekalahan timnas petanque Indonesia karena kecerobohan para pemain. Mereka kurang mengantisipasi serangan dari negara benua biru itu. Akibatnya, banyak celah yang dapat dimanfaatkan lawan untuk mengejar ketertinggalan.

’’Setidaknya kita dapat banyak pengalaman dan tahu bagaimana tipikal permainan dari negara-negara lain. Itu menjadi bekal utama di Sea Games mendatang. Targetnya memang dapat medali di Sea Games. Di Kamboja hanya untuk partisipasi,’’ ujarnya.

Sephia bertanding di kategori triple woman dan menjadi pemain termuda timnas Indonesia. Usai mengikuti kejuaraan di Kamboja, kemarin (25/11) dia langsung bertolak ke Filipina untuk mengikuti Sea Games 2019. Di Sea Games 2019 timnas petanque Indonesia ditarget mendapat empat medali. Masing-masing, 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Ajang olahraga se-Asia Tenggara itu akan berlangsung mulai 30 November hingga 12 Desember mendatang.

Baca Juga :  Pelatih Asing Ini Tetap Bertahan di Persela

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/