alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Tiga Laga Terakhir Persela tanpa Kebobolan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hasil positif yang diraih Persela dalam tiga laga terakhir menunjukkan performa para pemain di setiap lini semakin solid. Termasuk performa Dwi Kuswanto. Kiper 35 tahun mampu menjaga clean sheet gawangnya. Yakni ketika Persela menaklukkan Kalteng Putra 3-0, menaklukkan Bali United 2-0, dan menahan imbang 0-0 tuan rumah Barito Putera. 

’’Sebenarnya untuk penampilan, sama seperti pertandingan sebelum-sebelumnya. Tapi, aku pribadi merasakan komunikasi dengan teman-teman sudah ketemu,’’ tutur Dwi Kus kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (25/7).

Dia mengakui, awal-awal kompetisi, dia dan rekan-rekannya lemah di komunikasi. Itu yang membuat lini pertahanan Persela mendapatkan sorotan. Sebab tak meraih satupun kemenangan di tujuh pertandingan. Hal itu yang membuat dirinya bisa tampil lebih lepas dan maksimal. 

’’Kemarin awal kompetisi kalau diajak komunikasi susah. Tapi sekarang mungkin teman-teman sudah diberikan motivasi dari Coach Nil ya,’’ ucap kiper berpostur 180 sentimeter (cm) tersebut.

Kiper kelahiran 16 Agustus 1985 tersebut ingin konsisten menjaga penampilannya di laga selanjutnya. Sehingga bisa membantu timnya solid meraih tren positif di laga selanjutnya. Seperti diketahui, Laskar Joko Tingkir – julukan Persela, bakal ditantang Borneo FC, Senin (29/7) di Stadion Surajaya Lamongan.

Baca Juga :  Hindari Petai

’’Kita ingin melakukan sama seperti kemarin yang sudah hilang nervous-nya. Ke sininya makin percaya diri. Intinya, kita harus menjaga komunikasi,’’ terang kiper yang pernah memperkuat Arema FC tersebut. 

Dari tiga pertandingan, mana yang paling berkesan? Dwi Kus tanpa ragu menjawab jika laga melawan Bali United dan Barito Putera yang paling menguras tenaga. Terutama ketika menahan imbang Laskar Bekantan Hamuk – julukan Barito Putera. Persela yang bermain dengan sepuluh pemain dibombardir habis-habisan. Dwi Kus yang tampil impresif di laga tersebut, mampu mementahkan peluang matang Samsul Arif Munif dan Rafael Silva. 

’’Sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Di situ kita banyak ditekan, tapi komunikasi kita tetap jalan hingga akhir pertandingan,’’ ungkapnya. 

Di awal kompetisi, pelatih kiper Persela harus merotasi posisi kiper yang dinilai belum stabil. Dwi Kus beberapa kali harus bergantian dengan Dian Agus Prasetyo menjadi starter. 

Baca Juga :  Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat di Lamongan

’’Aku belum bisa memastikan Dwi Kus terus menjadi kiper utama. Karena tetap kita melihat performa di lapangan. Kayak sekarang, Dwi lagi bagus, tidak mungkin digantikan,’’ terang Pelatih Kiper Persela Erick Ibrahim saat dikonfirmasi via ponsel. 

Itu menjadi isyarat jika Dwi Kus masih dipercaya di laga selanjutnya. Erick memuji penampilan Dwi Kus di tiga laga terakhir, yang mampu menunjukkan performa terbaik. 

’’Tiga pertandingan kemarin, alhamdulillah dia bisa clean sheet. Tapi ada beberapa yang tetap diperbaiki lagi,’’ ujar pria yang pernah menjadi Pelatih Kiper Persipura Jayapura tersebut. 

Erick berpesan pada Dwi Kus agar bisa bermain konsisten di laga selanjutnya. Menurut dia, faktor clean sheet dari penampilan bagus Dwi Kus dan ditunjang dengan soliditas penampilan 11 pemain lainnya, sehingga di lapangan bisa saling mengaver satu sama lainnya. Performa kiper yang mantap juga sangat memengaruhi ketenangan pemain lainnya.  

‘’Pemain belakang tengah dan belakang, organisasinya sudah lebih baik. Semua saling mengaver dan menutupi. Ada beberapa penyelamatan sulit dari Dwi. Mereka sudah bisa meminimalkan kesalahan,’’ pungkasnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hasil positif yang diraih Persela dalam tiga laga terakhir menunjukkan performa para pemain di setiap lini semakin solid. Termasuk performa Dwi Kuswanto. Kiper 35 tahun mampu menjaga clean sheet gawangnya. Yakni ketika Persela menaklukkan Kalteng Putra 3-0, menaklukkan Bali United 2-0, dan menahan imbang 0-0 tuan rumah Barito Putera. 

’’Sebenarnya untuk penampilan, sama seperti pertandingan sebelum-sebelumnya. Tapi, aku pribadi merasakan komunikasi dengan teman-teman sudah ketemu,’’ tutur Dwi Kus kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (25/7).

Dia mengakui, awal-awal kompetisi, dia dan rekan-rekannya lemah di komunikasi. Itu yang membuat lini pertahanan Persela mendapatkan sorotan. Sebab tak meraih satupun kemenangan di tujuh pertandingan. Hal itu yang membuat dirinya bisa tampil lebih lepas dan maksimal. 

’’Kemarin awal kompetisi kalau diajak komunikasi susah. Tapi sekarang mungkin teman-teman sudah diberikan motivasi dari Coach Nil ya,’’ ucap kiper berpostur 180 sentimeter (cm) tersebut.

Kiper kelahiran 16 Agustus 1985 tersebut ingin konsisten menjaga penampilannya di laga selanjutnya. Sehingga bisa membantu timnya solid meraih tren positif di laga selanjutnya. Seperti diketahui, Laskar Joko Tingkir – julukan Persela, bakal ditantang Borneo FC, Senin (29/7) di Stadion Surajaya Lamongan.

Baca Juga :  Laga Uji Coba Dikondisikan¬†

’’Kita ingin melakukan sama seperti kemarin yang sudah hilang nervous-nya. Ke sininya makin percaya diri. Intinya, kita harus menjaga komunikasi,’’ terang kiper yang pernah memperkuat Arema FC tersebut. 

Dari tiga pertandingan, mana yang paling berkesan? Dwi Kus tanpa ragu menjawab jika laga melawan Bali United dan Barito Putera yang paling menguras tenaga. Terutama ketika menahan imbang Laskar Bekantan Hamuk – julukan Barito Putera. Persela yang bermain dengan sepuluh pemain dibombardir habis-habisan. Dwi Kus yang tampil impresif di laga tersebut, mampu mementahkan peluang matang Samsul Arif Munif dan Rafael Silva. 

’’Sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Di situ kita banyak ditekan, tapi komunikasi kita tetap jalan hingga akhir pertandingan,’’ ungkapnya. 

Di awal kompetisi, pelatih kiper Persela harus merotasi posisi kiper yang dinilai belum stabil. Dwi Kus beberapa kali harus bergantian dengan Dian Agus Prasetyo menjadi starter. 

Baca Juga :  Hindari Petai

’’Aku belum bisa memastikan Dwi Kus terus menjadi kiper utama. Karena tetap kita melihat performa di lapangan. Kayak sekarang, Dwi lagi bagus, tidak mungkin digantikan,’’ terang Pelatih Kiper Persela Erick Ibrahim saat dikonfirmasi via ponsel. 

Itu menjadi isyarat jika Dwi Kus masih dipercaya di laga selanjutnya. Erick memuji penampilan Dwi Kus di tiga laga terakhir, yang mampu menunjukkan performa terbaik. 

’’Tiga pertandingan kemarin, alhamdulillah dia bisa clean sheet. Tapi ada beberapa yang tetap diperbaiki lagi,’’ ujar pria yang pernah menjadi Pelatih Kiper Persipura Jayapura tersebut. 

Erick berpesan pada Dwi Kus agar bisa bermain konsisten di laga selanjutnya. Menurut dia, faktor clean sheet dari penampilan bagus Dwi Kus dan ditunjang dengan soliditas penampilan 11 pemain lainnya, sehingga di lapangan bisa saling mengaver satu sama lainnya. Performa kiper yang mantap juga sangat memengaruhi ketenangan pemain lainnya.  

‘’Pemain belakang tengah dan belakang, organisasinya sudah lebih baik. Semua saling mengaver dan menutupi. Ada beberapa penyelamatan sulit dari Dwi. Mereka sudah bisa meminimalkan kesalahan,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

DPRD Bekerja untuk Kesejahteraan Rakyat

Setelah Gaji 14, Kini Cair Gaji 13

Evaluasi Total Tunggu Putaran Pertama

Artikel Terbaru


/