alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Zah Rahan Krangar, Gelandang Serang Asing Persela

- Advertisement -

Zah Rahan Krangar diharapkan mampu memerkuat lini serang Persela Lamongan di grup C Piala Menpora 2021. Gelandang serang kelahiran Liberia tersebut ikut diboyong bersama 25 pemain Persela lainnya ke Bandung, tadi malam (24/3).

INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan 

Zah Rahan Krangar berbaur dengan penggawa Persela saat doa bersama dan pemberangkatan tim di Piala Menpora, Selasa (23/3). Pemain 165 sentimeter (cm) tersebut tidak kesulitan untuk bergaul. Dia bisa mengobrol santai bersama pengurus dan seluruh pemain Persela.

Pemain kelahiran Monrovia, Liberia tersebut juga tak ragu-ragu menyantap hidangan khas Indonesia di acara tersebut. Salah satunya sate kambing. ‘’Saya sudah lama tinggal di Indonesia, jadi sudah beradaptasi dengan makanan yang ada di sini,’’ tutur Zah Rahan kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (24/3).

Sejumlah pemain mengenakan jersey biru tua dengan kombinasi tulisan berwarna emas. Salah satu yang mengenakan kostum tersebut Eky Taufik Febriyanto. Sementara Zah Rahan Krangar mengenakan jersey home berwarna biru muda Persela. Di bagian belakang kostumnya, bertuliskan Zah. Itu nama panggilan Zah Rahan di jersey miliknya.

Baca Juga :  Persibo Lawan PSID Hari Ini
- Advertisement -

Gelandang serang tersebut memilih nomor punggung 10. ‘’Banyak pemain hebat mengenakan nomor ini. Jadi saya sering memilih nomor ini,’’ ucap Zah Rahan. Zah Rahan menjadi pemain asing baru di Lamongan. Namun, dia sudah cukup familier bagi insan sepak bola di Indonesia.

Dia mengawali karir di Indonesia bersama Persekaba Badung pada 2004. Selanjutnya, Zah Rahan berlabuh ke Persekabpas Pasuruan musim 2005 – 2006. ‘’Bisa dibilang, mulai dikenal ketika saya membela Persekabpas,’’ terang Zah Rahan.

Pada tahun berikutnya, Zah Rahan bergabung dengan Sriwijaya FC (2007 – 2010). Setelah itu, dia berlabuh ke Persipura Jayapura (2010 – 2013). Zah Rahan sempat mencicipi bermain di Felda United, salah satu klub di Liga Malaysia (2014 – 2018). Setelah itu, dia memutuskan kembali ke Indonesia dan berseragam Madura United (2018).

Baca Juga :  Badai Akumulasi Selimuti Bumi Wali

Musim lalu, Zah Rahan bergabung dengan PSS Sleman. Pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) membuat dia belum bermain penuh di PSS. ‘’Kemarin kebetulan dapat tawaran di Persela. Saya tertantang untuk memberikan yang terbaik buat Persela di Menpora Cup,’’ imbuh Zah Rahan.

Usia yang sudah 36 tahun membuat pergerakannya tidak selincah dan energik beberapa tahun lalu. Kini, Zah Rahan harus bersaing dan bertarung dengan pemain yang usianya jauh di bawahnya. Namun, hal itu tak mematahkan semangatnya untuk bermain sebaik mungkin. Apalagi, dia memiliki motivasi tersendiri. Zah Rahan bakal bertemu dengan dua mantan klubnya PSS Sleman dan Madura United di Piala Menpora. ‘’Harus bermain seprofesional mungkin,’’ tutur Zah Rahan.

Zah Rahan Krangar diharapkan mampu memerkuat lini serang Persela Lamongan di grup C Piala Menpora 2021. Gelandang serang kelahiran Liberia tersebut ikut diboyong bersama 25 pemain Persela lainnya ke Bandung, tadi malam (24/3).

INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan 

Zah Rahan Krangar berbaur dengan penggawa Persela saat doa bersama dan pemberangkatan tim di Piala Menpora, Selasa (23/3). Pemain 165 sentimeter (cm) tersebut tidak kesulitan untuk bergaul. Dia bisa mengobrol santai bersama pengurus dan seluruh pemain Persela.

Pemain kelahiran Monrovia, Liberia tersebut juga tak ragu-ragu menyantap hidangan khas Indonesia di acara tersebut. Salah satunya sate kambing. ‘’Saya sudah lama tinggal di Indonesia, jadi sudah beradaptasi dengan makanan yang ada di sini,’’ tutur Zah Rahan kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (24/3).

Sejumlah pemain mengenakan jersey biru tua dengan kombinasi tulisan berwarna emas. Salah satu yang mengenakan kostum tersebut Eky Taufik Febriyanto. Sementara Zah Rahan Krangar mengenakan jersey home berwarna biru muda Persela. Di bagian belakang kostumnya, bertuliskan Zah. Itu nama panggilan Zah Rahan di jersey miliknya.

Baca Juga :  Masih Meramu Lini Tengah
- Advertisement -

Gelandang serang tersebut memilih nomor punggung 10. ‘’Banyak pemain hebat mengenakan nomor ini. Jadi saya sering memilih nomor ini,’’ ucap Zah Rahan. Zah Rahan menjadi pemain asing baru di Lamongan. Namun, dia sudah cukup familier bagi insan sepak bola di Indonesia.

Dia mengawali karir di Indonesia bersama Persekaba Badung pada 2004. Selanjutnya, Zah Rahan berlabuh ke Persekabpas Pasuruan musim 2005 – 2006. ‘’Bisa dibilang, mulai dikenal ketika saya membela Persekabpas,’’ terang Zah Rahan.

Pada tahun berikutnya, Zah Rahan bergabung dengan Sriwijaya FC (2007 – 2010). Setelah itu, dia berlabuh ke Persipura Jayapura (2010 – 2013). Zah Rahan sempat mencicipi bermain di Felda United, salah satu klub di Liga Malaysia (2014 – 2018). Setelah itu, dia memutuskan kembali ke Indonesia dan berseragam Madura United (2018).

Baca Juga :  Pastikan Varian Virus, Tunggu Penelitian ITD Unair

Musim lalu, Zah Rahan bergabung dengan PSS Sleman. Pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) membuat dia belum bermain penuh di PSS. ‘’Kemarin kebetulan dapat tawaran di Persela. Saya tertantang untuk memberikan yang terbaik buat Persela di Menpora Cup,’’ imbuh Zah Rahan.

Usia yang sudah 36 tahun membuat pergerakannya tidak selincah dan energik beberapa tahun lalu. Kini, Zah Rahan harus bersaing dan bertarung dengan pemain yang usianya jauh di bawahnya. Namun, hal itu tak mematahkan semangatnya untuk bermain sebaik mungkin. Apalagi, dia memiliki motivasi tersendiri. Zah Rahan bakal bertemu dengan dua mantan klubnya PSS Sleman dan Madura United di Piala Menpora. ‘’Harus bermain seprofesional mungkin,’’ tutur Zah Rahan.

Artikel Terkait

Most Read

Laba BUMD Naik, Sektor Pendapatan Ditambah

Berlubang

Di Bali Raih Dua Emas

Pelebaran Tuntas Akhir Tahun

Artikel Terbaru


/