alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pemain Persikaba Ikut Tarkam

BLORA – Pesikaba telah tersingkir dari Liga 3 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng 2018 pada babak 16 besar. Kini pemainnya harus menganggur, karena tidak ada kompetisi lagi. Untuk mengisi waktu dan menjaga skill, kebanyakan mereka memilih ikut pertandingan antarkampung (tarkam).

Ketua Umum Persikaba Agus Puyanto mengakui, kondisi seperti itu selalu terjadi setiap tahun. Setelah selesai kompetisi, pemain harus kembali ke kampung halamannya. Selain mendatangkan pemain dari luar Blora, Persikaba juga banyak mendatangkan pemain dari Blora sendiri melalui seleksi. Dan, Persikaba hanya mengikuti kompetisi sekali dalam setahun, saat Liga 3 saja. ”Jadi para pemain baru berkumpul lagi pada tahun depan saat ada kompetisi lagi,” ujarnya sabtu (23/6).

Baca Juga :  Seleksi Ulang Sembilan Pecatur oleh Percasi

Adanya jeda waktu sangat lama, lanjut dia, kebanyakan pemain Persikaba memiliki mengikuti tarkam. Seperti pada Ramadan lalu, saat ada kompetisi antar klub di Cepu, banyak pemain Persikaba yang ikut serta mempertahankan tim mereka masing-masing. “Sekarang mereka ikut tarkam, sambil menunggu kompetisi lagi nanti,” terangnya.

Seperti diketahui, langkah Persikaba terhenti pada Liga 3 Jateng setelah tersingkir pada laga (29/4) lalu, saat ditahan imbang 0-0 Berlina Rajawali Unika. Dan tim berjuluk laskar Arya Penangsang ini harus puas di posisi buncit grup, dengan hanya mengantongi 6 poin. Sejak awal kick off hasilnya memang kurang masimal.

Dari 3 laga tandang dan 3 laga kandang, Persikaba hanya mampu meraih 1 kali menang, 3 kali imbang, dan 2 kali kalah. Sedangkan Berlian Rajawali dipastikan meraih satu tiket lolos ke babak delapan besar meski meraih hasil imbang. Tim tersebut mendampingi Bhayangkara Muda FC Semarang yang sudah lebih dulu memastikan diri lolos babak delapan besar. Sedangkan saat berlaga di Semarang, Berlian unggul 3-1 melawan Persiharjo dalam laga terakhir dalam grup C.

Baca Juga :  Kuncinya Kebugaran Pemain

BLORA – Pesikaba telah tersingkir dari Liga 3 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng 2018 pada babak 16 besar. Kini pemainnya harus menganggur, karena tidak ada kompetisi lagi. Untuk mengisi waktu dan menjaga skill, kebanyakan mereka memilih ikut pertandingan antarkampung (tarkam).

Ketua Umum Persikaba Agus Puyanto mengakui, kondisi seperti itu selalu terjadi setiap tahun. Setelah selesai kompetisi, pemain harus kembali ke kampung halamannya. Selain mendatangkan pemain dari luar Blora, Persikaba juga banyak mendatangkan pemain dari Blora sendiri melalui seleksi. Dan, Persikaba hanya mengikuti kompetisi sekali dalam setahun, saat Liga 3 saja. ”Jadi para pemain baru berkumpul lagi pada tahun depan saat ada kompetisi lagi,” ujarnya sabtu (23/6).

Baca Juga :  Gembleng Fisik Pemain di Dataran Tinggi

Adanya jeda waktu sangat lama, lanjut dia, kebanyakan pemain Persikaba memiliki mengikuti tarkam. Seperti pada Ramadan lalu, saat ada kompetisi antar klub di Cepu, banyak pemain Persikaba yang ikut serta mempertahankan tim mereka masing-masing. “Sekarang mereka ikut tarkam, sambil menunggu kompetisi lagi nanti,” terangnya.

Seperti diketahui, langkah Persikaba terhenti pada Liga 3 Jateng setelah tersingkir pada laga (29/4) lalu, saat ditahan imbang 0-0 Berlina Rajawali Unika. Dan tim berjuluk laskar Arya Penangsang ini harus puas di posisi buncit grup, dengan hanya mengantongi 6 poin. Sejak awal kick off hasilnya memang kurang masimal.

Dari 3 laga tandang dan 3 laga kandang, Persikaba hanya mampu meraih 1 kali menang, 3 kali imbang, dan 2 kali kalah. Sedangkan Berlian Rajawali dipastikan meraih satu tiket lolos ke babak delapan besar meski meraih hasil imbang. Tim tersebut mendampingi Bhayangkara Muda FC Semarang yang sudah lebih dulu memastikan diri lolos babak delapan besar. Sedangkan saat berlaga di Semarang, Berlian unggul 3-1 melawan Persiharjo dalam laga terakhir dalam grup C.

Baca Juga :  Masih Trauma, Warga Larang PT IEB Beroperasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/