alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Dipertanyakan, Izin Pertandingan tanpa Penonton 

TUBAN-Keputusan pertandingan Persatu Tuban-Persebaya di Stadion Lokajaya Tuban pada Senin (28/8) tanpa penonton membuat gerah Ronggomania, sebutan suporter Persatu Tuban. Mereka pun mendesak aparat keamanan untuk mengkaji ulang keputusan tersebut. 

‘’Semoga bisa dipertimbangkan lagi,’’ ujar Presiden Republik Ronggomania Indra Bagus Burhanudin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban via ponselnya, kemarin. 

Dikatakan dia, selama ini hubungan Ronggomania dan Bonek, sebutan suporter Persebaya, cukup baik. Indra juga memastikan komunikasi antar kedua suporter tetap terjalin di luar maupun di dalam stadion. 

Dia mencontohkan ketika Ronggomania bertolak ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada leg pertama 6 Juli lalu. ‘’Mereka (Bonek) juga wellcome dengan kita,’’ tutur dia.

Begitu juga ketika Persebaya away ke Tuban saat friendly match pada Oktober 2015. Ketika itu, sedikitnya 4.000 Bonek eksodus ke Bumi Wali. Meski berada dalam satu stadion, hubungan Ronggomania dan Bonek tetap terjalin mesra hingga pertandingan berakhir. ‘’Kami siap menyambut Bonek,’’ tandas dia. 

Baca Juga :  Persela Seratus Persen Aman

Hubungan baik tersebut, lanjut Indra, diharapkan bisa menjadi pertimbangan aparat keamanan agar pertandingan pekan ke-13 antara Persatu versus Persebaya diizinkan untuk ditonton kedua suporter di stadion.  

Senada disampaikan Ronggomania Management dan Centro Adv, event organizer home Persatu. ‘’Kita menghargai keputusan pihak kepolisian terkait izin pertandingan tanpa penonton. Akan tetapi, kita sangat menyayangkan keputusan tersebut dan masih berharap ada izin pertandingan dengan penonton dan memberi kuota kepada teman-teman Bonek,’’ kata Slamet Dwiyanto, manajer Ronggomania Management dan Centro Adv saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban. 

Diungkapkan dia, selama ini Ronggomania Management siap menyelenggarakan pertandingan dengan penonton. Mengingat kedekatan hubungan Bonek dan Ronggomania. ‘’Kebijakan tanpa penonton saya yakin tidak serta merta akan mencegah kedatangan teman-teman Bonek dan Ronggomania. Saya pikir lebih mudah mengendalikan massa di dalam stadion daripada di luar stadion yang nggak bisa masuk stadion,’’ kata dia.  

Baca Juga :  Persela Jangan Sekadar Numpang Lewat

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad mengatakan, izin pertandingan tanpa penonton sudah menjadi keputusan final pihak keamanan. ”Itu (izin pertandingan tanpa penonton) berdasar rekomendasi Polda Jatim,’’ kata dia, kemarin.  

Ditanya kekuatan personel yang bakal diturunkan, Fadly mengaku belum memutuskan. Yang pasti, keputusan final izin pertandingan tersebut sudah disampaikan kepada manajemen Persatu. 

Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni mengatakan, dari hasil komunikasi lisan memang diputuskan pertandingan tanpa penonton. ‘’Sampai hari ini (kemarin) belum mengeluarkan izin (tertulis),’’ kata Roni. 

Dia lebih lanjut mengatakan, operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menghendaki pertandingan digelar di Stadion Lokajaya Tuban yang disiarkan langsung TV One. Jika pertandingan tanpa penonton, maka hanya pihak yang berkepentingan saja yang bisa berada di dalam stadion. Di antaranya penyelenggara, pemain, ofisial, pengawas pertandingan, perangkat pertandingan, keamanan, dan media.

TUBAN-Keputusan pertandingan Persatu Tuban-Persebaya di Stadion Lokajaya Tuban pada Senin (28/8) tanpa penonton membuat gerah Ronggomania, sebutan suporter Persatu Tuban. Mereka pun mendesak aparat keamanan untuk mengkaji ulang keputusan tersebut. 

‘’Semoga bisa dipertimbangkan lagi,’’ ujar Presiden Republik Ronggomania Indra Bagus Burhanudin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban via ponselnya, kemarin. 

Dikatakan dia, selama ini hubungan Ronggomania dan Bonek, sebutan suporter Persebaya, cukup baik. Indra juga memastikan komunikasi antar kedua suporter tetap terjalin di luar maupun di dalam stadion. 

Dia mencontohkan ketika Ronggomania bertolak ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada leg pertama 6 Juli lalu. ‘’Mereka (Bonek) juga wellcome dengan kita,’’ tutur dia.

Begitu juga ketika Persebaya away ke Tuban saat friendly match pada Oktober 2015. Ketika itu, sedikitnya 4.000 Bonek eksodus ke Bumi Wali. Meski berada dalam satu stadion, hubungan Ronggomania dan Bonek tetap terjalin mesra hingga pertandingan berakhir. ‘’Kami siap menyambut Bonek,’’ tandas dia. 

Baca Juga :  Suporter Tuntut Persela Bisa Bertahan di Liga 1

Hubungan baik tersebut, lanjut Indra, diharapkan bisa menjadi pertimbangan aparat keamanan agar pertandingan pekan ke-13 antara Persatu versus Persebaya diizinkan untuk ditonton kedua suporter di stadion.  

Senada disampaikan Ronggomania Management dan Centro Adv, event organizer home Persatu. ‘’Kita menghargai keputusan pihak kepolisian terkait izin pertandingan tanpa penonton. Akan tetapi, kita sangat menyayangkan keputusan tersebut dan masih berharap ada izin pertandingan dengan penonton dan memberi kuota kepada teman-teman Bonek,’’ kata Slamet Dwiyanto, manajer Ronggomania Management dan Centro Adv saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban. 

Diungkapkan dia, selama ini Ronggomania Management siap menyelenggarakan pertandingan dengan penonton. Mengingat kedekatan hubungan Bonek dan Ronggomania. ‘’Kebijakan tanpa penonton saya yakin tidak serta merta akan mencegah kedatangan teman-teman Bonek dan Ronggomania. Saya pikir lebih mudah mengendalikan massa di dalam stadion daripada di luar stadion yang nggak bisa masuk stadion,’’ kata dia.  

Baca Juga :  BFC Maksimalkan Laga Terakhir 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad mengatakan, izin pertandingan tanpa penonton sudah menjadi keputusan final pihak keamanan. ”Itu (izin pertandingan tanpa penonton) berdasar rekomendasi Polda Jatim,’’ kata dia, kemarin.  

Ditanya kekuatan personel yang bakal diturunkan, Fadly mengaku belum memutuskan. Yang pasti, keputusan final izin pertandingan tersebut sudah disampaikan kepada manajemen Persatu. 

Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni mengatakan, dari hasil komunikasi lisan memang diputuskan pertandingan tanpa penonton. ‘’Sampai hari ini (kemarin) belum mengeluarkan izin (tertulis),’’ kata Roni. 

Dia lebih lanjut mengatakan, operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menghendaki pertandingan digelar di Stadion Lokajaya Tuban yang disiarkan langsung TV One. Jika pertandingan tanpa penonton, maka hanya pihak yang berkepentingan saja yang bisa berada di dalam stadion. Di antaranya penyelenggara, pemain, ofisial, pengawas pertandingan, perangkat pertandingan, keamanan, dan media.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/