alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Kebobolan Cepat Menjadi Momok

LAMONGAN – Entah kebetulan atau tidak. Persela Lamongan menjadi tim yang sering mengalami kebobolan paling cepat. Seperti dalam laga melawan Arema FC Sabtu (20/1) lalu. Striker Arema, Thiago Furtuoso hanya butuh waktu satu menit untuk membobol gawang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.  

Hasil laga perdana Piala Presiden 2018 di Stadion Gajayana Malang itu harus menjadi pelajaran bagi pemain maupun pelatih Persela.

Jajaran pelatih dituntut untuk lebih menyolidkan pemain, khususnya memperkuat lini pertahanan.

Sedangkan bagi pemain harus lebih meningkatkan konsentrasi dan kekompakan tim.

Apalagi yang bakal dihadapi kampiun Liga 1 tahun lalu, Bhayangkara FC (BFC) Kamis (25/1) mendatang.

‘’Hasil kemarin menjadi bahan evaluasi kita untuk laga kedua Piala Presiden nanti,’’ kata asisten pelatih Persela, Ragil Sudirman kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/1). 

Baca Juga :  Program Latihan Diklaim Sudah Tepat

Laskar Joko Tingkir yang dihuni mayoritas pemain muda memiliki plus dan minus.

Mental yang mudah merosot, apalagi jika kebobolan lebih awal, merupakan kelemahan bagi mereka. 

Nilai plusnya, fisik mereka lebih bugar ketika bermain sepanjang pertandingan. 

‘’Besok (hari ini) akan kita bahas bersama jajaran pelatih, untuk membenahi kekurangan sebelumnya,’’ ujar asisten pelatih yang menangani fisik tersebut. 

Seperti diketahui, gawang Dwi Kuswanto jebol dua gol ketika laga masih berjalan 12 menit.

Melalui tendangan akrobatik  Thiago Furtuoso di menit pertama babak pertama dan tendangan Dendi Santoso juga di babak pertama.

Untungnya Persela mampu menyamakan skor melalui Alessandro Padovani Celine dan gol bunuh diri pemain Arema FC pada babak kedua.  

‘’Iya kemarin kita kecolongan gol cepat dari Furtuoso, yang membuat mental kita sempat down.

Baca Juga :  Suporter Desak Maksimalkan 12 Laga Sisa

Tapi untungnya kita bisa menyamakan skor,’’ terang Ragil.  

Seperti diketahui, lini belakang Persela hanya ditopang pemain lokal.

Namun, kelemahan itu bisa diantisipasi dengan menurunkan Costaalves Wallace, sebagai pemain asing seleksi.

Meski belum pernah merumput di Indonesia, namun postur yang ideal bisa diandalkan menghalau bola atas.

‘’Kita belum menentukan strategi dan pemain yang akan diturunkan melawan BFC nanti,’’ imbuh mantan pemain Persela itu.  

Menurut Ragil, jajaran pelatih menginstruksikan pemain melakukan latihan kemarin (21/1).

Namun hanya conditioning untuk mengembalikan fisik pemain.

Sebelumnya mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra bermain di lapangan becek.

LatihanAhmad Birrul Walidain berupa renang sebagai refreshing. 

‘’Kemarin kita latihan di lapangan Asifa Malang. Biasanya sehari jelang laga tidak latihan.

Jadi kemungkinan sampek Selasa. Tapi kita lihat kondisi nanti,’’ pungkasnya.

LAMONGAN – Entah kebetulan atau tidak. Persela Lamongan menjadi tim yang sering mengalami kebobolan paling cepat. Seperti dalam laga melawan Arema FC Sabtu (20/1) lalu. Striker Arema, Thiago Furtuoso hanya butuh waktu satu menit untuk membobol gawang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.  

Hasil laga perdana Piala Presiden 2018 di Stadion Gajayana Malang itu harus menjadi pelajaran bagi pemain maupun pelatih Persela.

Jajaran pelatih dituntut untuk lebih menyolidkan pemain, khususnya memperkuat lini pertahanan.

Sedangkan bagi pemain harus lebih meningkatkan konsentrasi dan kekompakan tim.

Apalagi yang bakal dihadapi kampiun Liga 1 tahun lalu, Bhayangkara FC (BFC) Kamis (25/1) mendatang.

‘’Hasil kemarin menjadi bahan evaluasi kita untuk laga kedua Piala Presiden nanti,’’ kata asisten pelatih Persela, Ragil Sudirman kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/1). 

Baca Juga :  Smartphone Bisa, Tiga SMA Menumpang

Laskar Joko Tingkir yang dihuni mayoritas pemain muda memiliki plus dan minus.

Mental yang mudah merosot, apalagi jika kebobolan lebih awal, merupakan kelemahan bagi mereka. 

Nilai plusnya, fisik mereka lebih bugar ketika bermain sepanjang pertandingan. 

‘’Besok (hari ini) akan kita bahas bersama jajaran pelatih, untuk membenahi kekurangan sebelumnya,’’ ujar asisten pelatih yang menangani fisik tersebut. 

Seperti diketahui, gawang Dwi Kuswanto jebol dua gol ketika laga masih berjalan 12 menit.

Melalui tendangan akrobatik  Thiago Furtuoso di menit pertama babak pertama dan tendangan Dendi Santoso juga di babak pertama.

Untungnya Persela mampu menyamakan skor melalui Alessandro Padovani Celine dan gol bunuh diri pemain Arema FC pada babak kedua.  

‘’Iya kemarin kita kecolongan gol cepat dari Furtuoso, yang membuat mental kita sempat down.

Baca Juga :  Modal Hadapi Perseta Tulungagung

Tapi untungnya kita bisa menyamakan skor,’’ terang Ragil.  

Seperti diketahui, lini belakang Persela hanya ditopang pemain lokal.

Namun, kelemahan itu bisa diantisipasi dengan menurunkan Costaalves Wallace, sebagai pemain asing seleksi.

Meski belum pernah merumput di Indonesia, namun postur yang ideal bisa diandalkan menghalau bola atas.

‘’Kita belum menentukan strategi dan pemain yang akan diturunkan melawan BFC nanti,’’ imbuh mantan pemain Persela itu.  

Menurut Ragil, jajaran pelatih menginstruksikan pemain melakukan latihan kemarin (21/1).

Namun hanya conditioning untuk mengembalikan fisik pemain.

Sebelumnya mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra bermain di lapangan becek.

LatihanAhmad Birrul Walidain berupa renang sebagai refreshing. 

‘’Kemarin kita latihan di lapangan Asifa Malang. Biasanya sehari jelang laga tidak latihan.

Jadi kemungkinan sampek Selasa. Tapi kita lihat kondisi nanti,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/