alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pesawat Error, Medali F2A Lepas

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tim Aeromodelling Lamongan berhasil mempersembahkan dua medali emas dalam ajang Kejurda Aeromodelling Jawa Timur 2021 di Blitar, pada 18 dan 19 Desember lalu. Pasangan Maulana Bima Bimantara sebagai pilot dan Loundri Dewandara sebagai mekanik menjadi juara pertama di dua nomor sekaligus. Yakni F2C dan F2D. Ketua Pengkab Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Lamongan, Suhartono mengatakan, pihaknya menurunkan enam atlet di single event resmi tersebut. Ada tiga nomor yang diikuti oleh Tim Aeromodelling Lamongan. Yakni F2A, F2C, dan F2D. Sayangnya, mereka gagal mendapatkan medali di nomor F2A. ‘’(Medali) F2A lepas. Karena pesawat error saat diterbangkan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (20/12). 

Dia menuturkan, sistem penilaian dalam pertandingan aeromodelling adalah catatan waktu terbang dan ketepatan manuver pesawat. Seperti di nomor F2D, pasangan Bima – Loundri membukukan waktu terbang selama 7 menit 46 detik pada ronde kedua. Dibutuhkan jam terbang tanding yang tinggi agar bisa mengendalikan pesawat dengan baik. Sekaligus menunjukkan manuvermanuver pesawatnya. ‘’Dari awal memang sengaja yang kami turunkan di kejurda ini hanya anak-anak yang prospektif untuk main di porprov (pekan olahraga provinsi),’’ tuturnya. Berdasarkan hasil kejurda tersebut, Hartono menilai, tim Aeromodelling Lamongan memiliki kans besar untuk menang di Porprov VII Jawa Timur 2022 mendatang. Baik di nomor control line maupun free flight. ‘’Tapi kami tetap membutuhkan peremajaan pesawat untuk menunjang performa para atlet di berbagai kompetisi,’’ imbuhnya. Usai tampil di kejurda, dalam waktu dekat ini Pengkab FASI Lamongan berencana mengikuti kejuaraan khusus nomor control line F2B di Landasan Udara (Lanud) Mulyono Juanda, Sidoarjo. 

Baca Juga :  Beban di Pundak RagilĀ 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tim Aeromodelling Lamongan berhasil mempersembahkan dua medali emas dalam ajang Kejurda Aeromodelling Jawa Timur 2021 di Blitar, pada 18 dan 19 Desember lalu. Pasangan Maulana Bima Bimantara sebagai pilot dan Loundri Dewandara sebagai mekanik menjadi juara pertama di dua nomor sekaligus. Yakni F2C dan F2D. Ketua Pengkab Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Lamongan, Suhartono mengatakan, pihaknya menurunkan enam atlet di single event resmi tersebut. Ada tiga nomor yang diikuti oleh Tim Aeromodelling Lamongan. Yakni F2A, F2C, dan F2D. Sayangnya, mereka gagal mendapatkan medali di nomor F2A. ‘’(Medali) F2A lepas. Karena pesawat error saat diterbangkan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (20/12). 

Dia menuturkan, sistem penilaian dalam pertandingan aeromodelling adalah catatan waktu terbang dan ketepatan manuver pesawat. Seperti di nomor F2D, pasangan Bima – Loundri membukukan waktu terbang selama 7 menit 46 detik pada ronde kedua. Dibutuhkan jam terbang tanding yang tinggi agar bisa mengendalikan pesawat dengan baik. Sekaligus menunjukkan manuvermanuver pesawatnya. ‘’Dari awal memang sengaja yang kami turunkan di kejurda ini hanya anak-anak yang prospektif untuk main di porprov (pekan olahraga provinsi),’’ tuturnya. Berdasarkan hasil kejurda tersebut, Hartono menilai, tim Aeromodelling Lamongan memiliki kans besar untuk menang di Porprov VII Jawa Timur 2022 mendatang. Baik di nomor control line maupun free flight. ‘’Tapi kami tetap membutuhkan peremajaan pesawat untuk menunjang performa para atlet di berbagai kompetisi,’’ imbuhnya. Usai tampil di kejurda, dalam waktu dekat ini Pengkab FASI Lamongan berencana mengikuti kejuaraan khusus nomor control line F2B di Landasan Udara (Lanud) Mulyono Juanda, Sidoarjo. 

Baca Juga :  Hambali Gabung di Laga Akhir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/