alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Harus Evaluasi Menyeluruh

LAMONGAN, Radar Lamongan – Jajaran pelatih dituntut melakukan evaluasi menyeluruh setelah Persela Lamongan dipermalukan PSIS Semarang, di Stadion Surajaya. Desakan ini karena laga berakhir 0-1 itu membuat posisi Persela di klasemen bawah.

Menjamu PSIS, skuad Laskar Joko Tingkir tampil di bawah performa terbaik. Yakni banyak melakukan kesalahan umpan, finishing yang buruk, dan semangat yang menurun. ‘’Pemain kemarin tidak menunjukkan kemampuan terbaik. Kalau Persela tidak semangat, berarti ada apa ini Persela? Saya akan memperbaiki itu,’’ ungkap Pelatih Persela Nil Maizar kemarin (19/10).

Laga, berikutnya Persela kembali mendapat tantangan. Persela bakal menjamu Persebaya Surabaya, Rabu (23/10) di Stadion Surajaya, Lamongan. Pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, itu mengaku bakal melihat video pertandingan laga sebelumnya.

Baca Juga :  Asah di Klub sebelum Hadapi Kejuaraan Junior

‘’Nanti kita lihat di video ulang. Akan kita evaluasi lawan Persebaya,’’ ujar pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

Kekalahan dari Laskar Mahesa Jenar –julukan PSIS- membuat Persela terjerembab zona degradasi. Tim berkaus kebesaran biru muda itu kini berada di urutan 17. Mengoleksi 20 poin. Angka ini sama seperti torehan Persija dan Kalteng Putra.

‘’Lawan Persebaya nanti pemain akan kita persiapkan. Mudah-mudahan tidak ada perubahan,’’ ucap mantan pelatih Timnas PSSI Tahun 2012 – 2013 tersebut.

 

Nil: Sepak Bola Itu Unpredictable

Selama membesut Persela di-15 pertandingan, Nil baru mencatatkan empat kemenangan. Kekalahan dari PSIS lalu menjadi kekalahan perdana di kandang sejak Nil menggantikan posisi Aji Santoso.

Baca Juga :  KONI Bentuk Tiga Cabor Baru 

Disinggung terkait pertanggungjawabannya terhadap Manajemen Persela? ‘’Pertanggungjawaban manajemen mau apa? Mau tetap saya dipakai atau enggak itu pertanggungjawabannya. Kalau memang saya tidak layak melatih di sini, saya siap,’’ ujar pelatih 49 tahun tersebut.

Menurut dia, dalam sepak bola itu unpredictable (tidak dapat diprediksi). Di kompetisi, Persela masih memiliki 12 pertandingan tersisa. Jika masih ingin berkompetisi di liga teratas, penggawa Persela harus memaksimalkan hasil di laga kandang maupun tandang.

‘’Karena pertandingan masih ada 12 lagi. Tapi, kan harus lihat juga, prosesnya seperti apa. Kita akan perjuangkan bersama anak-anak,’’ ujar pelatih pernah membesut PS Tira tersebut.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Jajaran pelatih dituntut melakukan evaluasi menyeluruh setelah Persela Lamongan dipermalukan PSIS Semarang, di Stadion Surajaya. Desakan ini karena laga berakhir 0-1 itu membuat posisi Persela di klasemen bawah.

Menjamu PSIS, skuad Laskar Joko Tingkir tampil di bawah performa terbaik. Yakni banyak melakukan kesalahan umpan, finishing yang buruk, dan semangat yang menurun. ‘’Pemain kemarin tidak menunjukkan kemampuan terbaik. Kalau Persela tidak semangat, berarti ada apa ini Persela? Saya akan memperbaiki itu,’’ ungkap Pelatih Persela Nil Maizar kemarin (19/10).

Laga, berikutnya Persela kembali mendapat tantangan. Persela bakal menjamu Persebaya Surabaya, Rabu (23/10) di Stadion Surajaya, Lamongan. Pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, itu mengaku bakal melihat video pertandingan laga sebelumnya.

Baca Juga :  Hanya Rekomendasikan Dwi Kus 

‘’Nanti kita lihat di video ulang. Akan kita evaluasi lawan Persebaya,’’ ujar pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

Kekalahan dari Laskar Mahesa Jenar –julukan PSIS- membuat Persela terjerembab zona degradasi. Tim berkaus kebesaran biru muda itu kini berada di urutan 17. Mengoleksi 20 poin. Angka ini sama seperti torehan Persija dan Kalteng Putra.

‘’Lawan Persebaya nanti pemain akan kita persiapkan. Mudah-mudahan tidak ada perubahan,’’ ucap mantan pelatih Timnas PSSI Tahun 2012 – 2013 tersebut.

 

Nil: Sepak Bola Itu Unpredictable

Selama membesut Persela di-15 pertandingan, Nil baru mencatatkan empat kemenangan. Kekalahan dari PSIS lalu menjadi kekalahan perdana di kandang sejak Nil menggantikan posisi Aji Santoso.

Baca Juga :  Persibo Kalahkan Ngawi FC 3-0 Tanpa Balas 

Disinggung terkait pertanggungjawabannya terhadap Manajemen Persela? ‘’Pertanggungjawaban manajemen mau apa? Mau tetap saya dipakai atau enggak itu pertanggungjawabannya. Kalau memang saya tidak layak melatih di sini, saya siap,’’ ujar pelatih 49 tahun tersebut.

Menurut dia, dalam sepak bola itu unpredictable (tidak dapat diprediksi). Di kompetisi, Persela masih memiliki 12 pertandingan tersisa. Jika masih ingin berkompetisi di liga teratas, penggawa Persela harus memaksimalkan hasil di laga kandang maupun tandang.

‘’Karena pertandingan masih ada 12 lagi. Tapi, kan harus lihat juga, prosesnya seperti apa. Kita akan perjuangkan bersama anak-anak,’’ ujar pelatih pernah membesut PS Tira tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/