alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Menang Penuh Perjuangan

TUBAN – Penggawa Bumi Wali FC berhasil memenuhi target yang diberikan jajaran pelatih dan manajemen. Bermain di kandang sendiri, Waliholic menang tipis 1-0 saat melawan Ngawi FC di Stadion Lokajaya Tuban kemarin (19/7) sore. Gol semata wayang dicetak Ahmad Robach pada menit ke-74. 

Dengan kemenangan tersebut anak asuhan Sasi Kirono  berhasil memetik poin 11 dan berada di runner up klasemen sementara grup F Liga 3 PSSI Regional Jatim. Atau, hanya terpaut satu poin dengan pemuncak klasemen sementara Persibo Bojonegoro dengan 12 poin.  

Raihan tiga angka tersebut dipetik dengan penuh perjuangan. Faktornya penyelesaian akhir menjadi kendala Cecep Bambang Abriyanto dan kawan-kawan. ‘’Banyak finishing yang gagal diselesaikan dengan baik,’’ ujar Ainur Rofiq, asisten pelatih.  

Dikatakan dia, target  menang dengan selisih gol yang banyak melekat di seluruh penggawa tim ini. Hal tersebut berdampak pada konsentrasi pemain. Hasilnya, tak bisa mengkonversikan menjadi gol. 

Sejak babak pertama, Bumi Wali FC langsung tancap gas. Serangan sporadis digencarkan anak asuhan Sasi Kirono. Meski, masih digagalkan benteng pertahanan lawan, namun Cecep Bambang Abriyanto mempunyai peluang emas. Delapan menit babak pertama berjalan, tuan rumah nyaris mengubah papan skor setelah mendapatkan hadiah penalti akibat pemain belakang Ngawi FC dianggap handsball. Sayang, tendangan kaki kanan Oky Billy Budiharjo gagal menggetarkan jala gawang Ngawi FC. Tendangan pemain bernomor punggung 12 itu membentur mistar gawang atas.

Baca Juga :  Kalah Melawan Malaysia, Gagal Raih Medali

Kegagalan itu tak menyurutkan semangat pemain. Mengandalkan penyerang kanan-kiri Achmad Nuril Mubin dan Ahmad Robach, peluang banyak tercipta. Pada menit 15, lagi-lagi nyaris leading gol. Sayang, tendangan second striker Adi Mustofa yang sudah bersarang di gawang Ngawi FC dianulir wasit karena dinilai telah terjadi pelanggaran di mulut gawang tim tamu.

Ngawi FC yang membawa misi mencuri poin tak mau kecolongan. Tim berkostum merah itu mulai keluar dari tekanan. Serangan juga mulai dibangun. Sigapnya lini pertahanan Bumi Wali FC yang dikomandoi Lendy Dwi Setiawan membuat pertahanan tuan rumah tetap kokoh.

Begitu juga Ngawi FC. Benteng pertahanannya kian kuat. Upaya spekulasi tendangan jarak jauh dari luar area terlarang juga tak membuatkan hasil dan hanya menyamping di kanan dan kiri mistar gawang. Hingga 45 menit babak pertama usai, skor tetap 0-0. 

Baca Juga :  Ini Gaji Kiper Baru dari Balikpapan

Di babak kedua, Bumi Wali FC bermain cepat. Hampir setengah lapangan dimainkan kesebelasan ini. Berbagai pola serangan pun dilakukan agar bisa memecah kebuntuan. Sulitnya menggempur lini pertahanan tim tamu membuat Sasi Kirono mengubah lini depan. Second striker Adi Mustofa ditarik keluar digantikan Ahmad Dedi. 

Berselang 20 menit, racikan itu jitu. Berawal dari penetrasi gelandang serang Eka Febri Yogi Setiawan bekerja sama dengan pemain pengganti Ahmad Dedi yang disodorkan Ahmad Robach, berbuah. Tendangan kaki kanan pemain ini berhasil mengubah papan skor 1-0 untuk kemenangan Bumi Wali. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah tetap 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. ‘’Kita akan evaluasi untuk putaran kedua,’’ pungkas Rofiq. 

Pelatih Ngawi FC Prapto Wijayanto mengatakan, permainan anak asuhnya sudah cukup bagus. Hanya saja, kontrol emosional dan tanggung jawab antarlini masih perlu dibenani. ‘’Kita memiliki pekerjaan rumah untuk putaran kedua,’’ kata dia saat konferensi pers.

TUBAN – Penggawa Bumi Wali FC berhasil memenuhi target yang diberikan jajaran pelatih dan manajemen. Bermain di kandang sendiri, Waliholic menang tipis 1-0 saat melawan Ngawi FC di Stadion Lokajaya Tuban kemarin (19/7) sore. Gol semata wayang dicetak Ahmad Robach pada menit ke-74. 

Dengan kemenangan tersebut anak asuhan Sasi Kirono  berhasil memetik poin 11 dan berada di runner up klasemen sementara grup F Liga 3 PSSI Regional Jatim. Atau, hanya terpaut satu poin dengan pemuncak klasemen sementara Persibo Bojonegoro dengan 12 poin.  

Raihan tiga angka tersebut dipetik dengan penuh perjuangan. Faktornya penyelesaian akhir menjadi kendala Cecep Bambang Abriyanto dan kawan-kawan. ‘’Banyak finishing yang gagal diselesaikan dengan baik,’’ ujar Ainur Rofiq, asisten pelatih.  

Dikatakan dia, target  menang dengan selisih gol yang banyak melekat di seluruh penggawa tim ini. Hal tersebut berdampak pada konsentrasi pemain. Hasilnya, tak bisa mengkonversikan menjadi gol. 

Sejak babak pertama, Bumi Wali FC langsung tancap gas. Serangan sporadis digencarkan anak asuhan Sasi Kirono. Meski, masih digagalkan benteng pertahanan lawan, namun Cecep Bambang Abriyanto mempunyai peluang emas. Delapan menit babak pertama berjalan, tuan rumah nyaris mengubah papan skor setelah mendapatkan hadiah penalti akibat pemain belakang Ngawi FC dianggap handsball. Sayang, tendangan kaki kanan Oky Billy Budiharjo gagal menggetarkan jala gawang Ngawi FC. Tendangan pemain bernomor punggung 12 itu membentur mistar gawang atas.

Baca Juga :  Rapor Dilaporkan, Segera Coret Pemain

Kegagalan itu tak menyurutkan semangat pemain. Mengandalkan penyerang kanan-kiri Achmad Nuril Mubin dan Ahmad Robach, peluang banyak tercipta. Pada menit 15, lagi-lagi nyaris leading gol. Sayang, tendangan second striker Adi Mustofa yang sudah bersarang di gawang Ngawi FC dianulir wasit karena dinilai telah terjadi pelanggaran di mulut gawang tim tamu.

Ngawi FC yang membawa misi mencuri poin tak mau kecolongan. Tim berkostum merah itu mulai keluar dari tekanan. Serangan juga mulai dibangun. Sigapnya lini pertahanan Bumi Wali FC yang dikomandoi Lendy Dwi Setiawan membuat pertahanan tuan rumah tetap kokoh.

Begitu juga Ngawi FC. Benteng pertahanannya kian kuat. Upaya spekulasi tendangan jarak jauh dari luar area terlarang juga tak membuatkan hasil dan hanya menyamping di kanan dan kiri mistar gawang. Hingga 45 menit babak pertama usai, skor tetap 0-0. 

Baca Juga :  Bertambah Tiga Cabor Baru

Di babak kedua, Bumi Wali FC bermain cepat. Hampir setengah lapangan dimainkan kesebelasan ini. Berbagai pola serangan pun dilakukan agar bisa memecah kebuntuan. Sulitnya menggempur lini pertahanan tim tamu membuat Sasi Kirono mengubah lini depan. Second striker Adi Mustofa ditarik keluar digantikan Ahmad Dedi. 

Berselang 20 menit, racikan itu jitu. Berawal dari penetrasi gelandang serang Eka Febri Yogi Setiawan bekerja sama dengan pemain pengganti Ahmad Dedi yang disodorkan Ahmad Robach, berbuah. Tendangan kaki kanan pemain ini berhasil mengubah papan skor 1-0 untuk kemenangan Bumi Wali. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah tetap 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. ‘’Kita akan evaluasi untuk putaran kedua,’’ pungkas Rofiq. 

Pelatih Ngawi FC Prapto Wijayanto mengatakan, permainan anak asuhnya sudah cukup bagus. Hanya saja, kontrol emosional dan tanggung jawab antarlini masih perlu dibenani. ‘’Kita memiliki pekerjaan rumah untuk putaran kedua,’’ kata dia saat konferensi pers.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/