alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Siapkan Lima Atlet Ikut Piala Walikota Solo

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bulan depan ada lima atlet cabang olahraga (cabor) Sepatu Roda BojonegoRo akan mengikuti ajang Piala Walikota Solo. Kelima atlet itu terdiri dari, satu kelas pemula, dua kelompok usia (KU) A, satu KU B, dan satu KU C. Mereka akan digembleng latihan rutin secara intensif, di lapangan Polres Bojonegoro dan sirkuit Tuban.

“Fase latihannya cukup padat. Setelah latihan intens di Bojonegoro, dijadwalkan awal Oktober latihan di sirkuit Tuban,” jelas sekretaris pengurus cabang (pengcab) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Bojonegoro, Aniek Suci Lestarie kemarin (18/9).

Kategori lomba yang akan diikuti kelima atlet tersebut, menurut Aniek, hanya kategori speed. Ia terus memotivasi para atletnya agar bisa meraih medali emas. Meski dari segi mental dan fisik masih perlu ditempa lagi. Namun semangat optimistis menjadi juara selalu dipegang teguh. Apalagi para atlet tersebut masih sangat muda, yakni usia sekolah dasar. Masih ada banyak kesempatan terbuka di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Habiskan Malam di Jembatan Terusan Bojonegoro Tuban

“Mentalnya harus mental juara, biar perkembangan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan,” terangnya.

Dia melanjutkan, dukungan dari para orang tua atlet juga sangat penting. Sebab, Cabor Sepatu Roda bukan olahraga murah. Ketika atlet ambil kategori speed, otomatis sepatu rodanya harus standar speed. Harganya tak murah. Bisa mencapai Rp 2 Juta-an. Karena itu, para atlet sangat perlu diingatkan terkait keseriusannya kalau ingin ambil jalur prestasi. Sebab, tak semua anggota di cabor sepatu roda ambil jalur prestasi. Ada juga yang hanya untuk rekreasi.

“Ketika ada anggota yang jadi atlet untuk jalur prestasi, pasti kami tanya dulu keseriusannya. Agar dukungan orang tua jadi lebih maksimal,” terangnya.

Baca Juga :  Manajemen Persibo akan Kumpulkan Suporter

Mneurut dia, paska berlaga di Porprov 2019 Juli lalu, semakin banyak yang ingin ikut pembinaan sepatu roda. JUmlahnya lebih dari 10 anak. Tetapi nantinya juga akan terseleksi oleh alam. Sedangkan jumlah atlet sekitar 11 anak. Mereka terus bersaing secara sehat agar dinyatakan mumpuni mewakili Pengcab Porserosi Bojonegoro.

“Kami fokus dan saring sesuai dengan perkembangan para atlet. Semoga semakin banyak atlet yang memiliki standar ikut kejuaraan,” pungkasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bulan depan ada lima atlet cabang olahraga (cabor) Sepatu Roda BojonegoRo akan mengikuti ajang Piala Walikota Solo. Kelima atlet itu terdiri dari, satu kelas pemula, dua kelompok usia (KU) A, satu KU B, dan satu KU C. Mereka akan digembleng latihan rutin secara intensif, di lapangan Polres Bojonegoro dan sirkuit Tuban.

“Fase latihannya cukup padat. Setelah latihan intens di Bojonegoro, dijadwalkan awal Oktober latihan di sirkuit Tuban,” jelas sekretaris pengurus cabang (pengcab) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Bojonegoro, Aniek Suci Lestarie kemarin (18/9).

Kategori lomba yang akan diikuti kelima atlet tersebut, menurut Aniek, hanya kategori speed. Ia terus memotivasi para atletnya agar bisa meraih medali emas. Meski dari segi mental dan fisik masih perlu ditempa lagi. Namun semangat optimistis menjadi juara selalu dipegang teguh. Apalagi para atlet tersebut masih sangat muda, yakni usia sekolah dasar. Masih ada banyak kesempatan terbuka di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Gadis Ini Makin Mengerti Tentang Bojonegoro

“Mentalnya harus mental juara, biar perkembangan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan,” terangnya.

Dia melanjutkan, dukungan dari para orang tua atlet juga sangat penting. Sebab, Cabor Sepatu Roda bukan olahraga murah. Ketika atlet ambil kategori speed, otomatis sepatu rodanya harus standar speed. Harganya tak murah. Bisa mencapai Rp 2 Juta-an. Karena itu, para atlet sangat perlu diingatkan terkait keseriusannya kalau ingin ambil jalur prestasi. Sebab, tak semua anggota di cabor sepatu roda ambil jalur prestasi. Ada juga yang hanya untuk rekreasi.

“Ketika ada anggota yang jadi atlet untuk jalur prestasi, pasti kami tanya dulu keseriusannya. Agar dukungan orang tua jadi lebih maksimal,” terangnya.

Baca Juga :  Mandul, Alex Mendapat Sorotan

Mneurut dia, paska berlaga di Porprov 2019 Juli lalu, semakin banyak yang ingin ikut pembinaan sepatu roda. JUmlahnya lebih dari 10 anak. Tetapi nantinya juga akan terseleksi oleh alam. Sedangkan jumlah atlet sekitar 11 anak. Mereka terus bersaing secara sehat agar dinyatakan mumpuni mewakili Pengcab Porserosi Bojonegoro.

“Kami fokus dan saring sesuai dengan perkembangan para atlet. Semoga semakin banyak atlet yang memiliki standar ikut kejuaraan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/