alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Jalani Rapid dan Swab Test, Jangan Sampai Muncul Klaster Sepakbola

Radar Lamongan – Seluruh komponen manajemen Persela mengikuti medical workshop webinar, yang diselenggarakan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rabu lalu (16/9). Seluruh teknis pelaksanaan kompetisi di tengah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) dijabarkan secara detail oleh operator liga.

‘’Jadi satu kunci utama yang ditekankan, jangan sampai ada klaster baru dari sepakbola. Karena selama ini kan sudah banyak klaster-klaster terkait penularan covid-19,’’ tutur Medical Officer Persela, Budi Wignyo Siswoyo kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (17/9).

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 nantinya bertema extraordinary competition, karena pertandingan berlangsung di tengah pandemi covid-19. Secara teknis, protap penerapan protokol kesehatan, tidak jauh berbeda konsep dari PSSI sebelumnya. ‘’Langkah-langkahnya semuanya harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pemain, pelatih, official, perangkat pertandingan, dan yang lainnya,’’ imbuh Budi, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Persela Melawan Bali United Nanti malam, Jangan Mau Kalah Lagi¬†¬†

Selain itu, konsep pelaksanaan juga tidak jauh berbeda hasil manager meeting dengan PT LIB lalu. Yakni kompetisi Liga 1 nantinya tetap digulirkan pada 1 Oktober 2020 dan dipusatkan di Pulau Jawa. Sedangkan, untuk klub di luar Pulau Jawa menggunakan homebase direncanakan di Jogjakarta.

‘’Kita beserta jajaran akan berdiskusi terkait hasil workshop ini, sebagai tuan rumah nantinya,’’ terang Budi saat dikonfirmasi via ponsel. Nantinya kompetisi Liga 1 bakal digelar tanpa penonton. Pihak terkait harus memastikan agar memastikan penonton tidak datang ke stadion saat pertandingan berlangsung. Sebab, selama ini fans setia Persela terkenal cukup militan dalam memberikan dukungan.

‘’Kunci utamanya tanpa penonton. Pembatasan juga dilakukan di semua pihak,’’ ucap Budi. Nantinya, seluruh pemain harus menjalani rapid test seminggu sekali, serta menjalani swab test selama dua minggu sekali. Sehingga selama kompetisi pemain bakal menjalani 20 kali rapid test dan 11 kali swab test. ‘’Utamanya pemain. Karena pemain harus tampil di ring satu saat pertandingan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Satu Poin dari Gol Arif Satria Bangkitkan Skuad Persela

Dalam perhelatan kompetisi Liga 1 nantinya, pengurus klub juga harus berkoordinasi dengan tim satuan tugas percepatan penanganan covid-19 Lamongan. ‘’Harapan pemerintah ikut mengawasi kompetisi Liga 2020,’’ pungkas Budi.

Radar Lamongan – Seluruh komponen manajemen Persela mengikuti medical workshop webinar, yang diselenggarakan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rabu lalu (16/9). Seluruh teknis pelaksanaan kompetisi di tengah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) dijabarkan secara detail oleh operator liga.

‘’Jadi satu kunci utama yang ditekankan, jangan sampai ada klaster baru dari sepakbola. Karena selama ini kan sudah banyak klaster-klaster terkait penularan covid-19,’’ tutur Medical Officer Persela, Budi Wignyo Siswoyo kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (17/9).

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 nantinya bertema extraordinary competition, karena pertandingan berlangsung di tengah pandemi covid-19. Secara teknis, protap penerapan protokol kesehatan, tidak jauh berbeda konsep dari PSSI sebelumnya. ‘’Langkah-langkahnya semuanya harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pemain, pelatih, official, perangkat pertandingan, dan yang lainnya,’’ imbuh Budi, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Persela Harus Bangkit Berbenah

Selain itu, konsep pelaksanaan juga tidak jauh berbeda hasil manager meeting dengan PT LIB lalu. Yakni kompetisi Liga 1 nantinya tetap digulirkan pada 1 Oktober 2020 dan dipusatkan di Pulau Jawa. Sedangkan, untuk klub di luar Pulau Jawa menggunakan homebase direncanakan di Jogjakarta.

‘’Kita beserta jajaran akan berdiskusi terkait hasil workshop ini, sebagai tuan rumah nantinya,’’ terang Budi saat dikonfirmasi via ponsel. Nantinya kompetisi Liga 1 bakal digelar tanpa penonton. Pihak terkait harus memastikan agar memastikan penonton tidak datang ke stadion saat pertandingan berlangsung. Sebab, selama ini fans setia Persela terkenal cukup militan dalam memberikan dukungan.

‘’Kunci utamanya tanpa penonton. Pembatasan juga dilakukan di semua pihak,’’ ucap Budi. Nantinya, seluruh pemain harus menjalani rapid test seminggu sekali, serta menjalani swab test selama dua minggu sekali. Sehingga selama kompetisi pemain bakal menjalani 20 kali rapid test dan 11 kali swab test. ‘’Utamanya pemain. Karena pemain harus tampil di ring satu saat pertandingan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Seleksi Persibo Dibanjiri Pemain

Dalam perhelatan kompetisi Liga 1 nantinya, pengurus klub juga harus berkoordinasi dengan tim satuan tugas percepatan penanganan covid-19 Lamongan. ‘’Harapan pemerintah ikut mengawasi kompetisi Liga 2020,’’ pungkas Budi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/