alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Aktivitas Gelandang Persela Ady Setiawan Saat Penundaan Liga 1

Ady Setiawan memilih pulang ke Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat Liga 1 ditunda. Gelandang bertahan Persela Lamongan itu sempat beternak lele bersama rekannya di kampung.  

INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan

Sudah sembilan bulan ini Liga 1 ditunda akibat pandemic corona virus disease 2019 (covid-19). Selama penundaan kompetisi, seluruh pemain tidak bisa menikmati gaji penuh. Surat Keputusan (SK) PSSI hanya mewajibkan klub menggaji maksimal 25 persen dari nilai kontrak.

Kondisi ini dirasakan cukup berat oleh gelandang Persela Ady Setiawan. ‘’Dari segi pemasukan jelas sangat berdampak,’’ tutur Ady kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (16/12).

Pemain 26 tahun tidak hanya harus rela gajinya dipotong. Dia juga harus memupus keinginannya untuk bisa menunjukkan performa terbaik di kompetisi kasta tertinggi negeri ini. ‘’Ya sangat berdampak buruk buat kita semua sebagai pelaku sepak bola. Apalagi khusus untuk pemain muda yang sedang menunjukkan kemampuan untuk bersaing di Liga 1,’’ tutur Ady.

Baca Juga :  Misi Persela Lamongan Lanjutkan Tren Positif

Untuk menambah pemasukan, dia mencoba peruntungan peternakan lele. Keterbatasan modal membuat Ady harus join bersama rekan-rekan di kampung halamannya. Bermodal terpal sebagai media berternak lele, Ady bersama Komunitas Barmukey menekuni hingga mampu melakukan panen.

‘’Kemarin sempat panen. Tapi kemarin belum sempat mendokumentasikan. Hasilnya lumayan lah Mas buat jajan sama teman-teman,’’ ujar mantan pemain Barito Putera tersebut.

Untuk mengisi kekosongan, Ady aktif bergabung dalam komunitas Persatuan Real Madrid Indonesia (IPRM) Bima Raya. Pemain yang mengawali karir professional bersama Martapura FC tersebut merupakan fans berat klub berjuluk Los Galatikos tersebut.

Namun, Ady tidak bisa intens melakukan nonton bareng (nobar) pertandingan Real Madrid bersama IPRM Bima Raya. Jarak rumahnya dengan tempat nobar komunitas membutuhkan waktu perjalanan dua jam. ‘’Tapi kalau mereka latihan dan uji coba, saya pasti ikut,’’ imbuh pesepak bola berambut gondrong tersebut.

Baca Juga :  Sudah Hubungi Pemain di Enam Posisi

Ady Setiawan memilih pulang ke Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat Liga 1 ditunda. Gelandang bertahan Persela Lamongan itu sempat beternak lele bersama rekannya di kampung.  

INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan

Sudah sembilan bulan ini Liga 1 ditunda akibat pandemic corona virus disease 2019 (covid-19). Selama penundaan kompetisi, seluruh pemain tidak bisa menikmati gaji penuh. Surat Keputusan (SK) PSSI hanya mewajibkan klub menggaji maksimal 25 persen dari nilai kontrak.

Kondisi ini dirasakan cukup berat oleh gelandang Persela Ady Setiawan. ‘’Dari segi pemasukan jelas sangat berdampak,’’ tutur Ady kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (16/12).

Pemain 26 tahun tidak hanya harus rela gajinya dipotong. Dia juga harus memupus keinginannya untuk bisa menunjukkan performa terbaik di kompetisi kasta tertinggi negeri ini. ‘’Ya sangat berdampak buruk buat kita semua sebagai pelaku sepak bola. Apalagi khusus untuk pemain muda yang sedang menunjukkan kemampuan untuk bersaing di Liga 1,’’ tutur Ady.

Baca Juga :  Mulai Genjot Fisik Atlet

Untuk menambah pemasukan, dia mencoba peruntungan peternakan lele. Keterbatasan modal membuat Ady harus join bersama rekan-rekan di kampung halamannya. Bermodal terpal sebagai media berternak lele, Ady bersama Komunitas Barmukey menekuni hingga mampu melakukan panen.

‘’Kemarin sempat panen. Tapi kemarin belum sempat mendokumentasikan. Hasilnya lumayan lah Mas buat jajan sama teman-teman,’’ ujar mantan pemain Barito Putera tersebut.

Untuk mengisi kekosongan, Ady aktif bergabung dalam komunitas Persatuan Real Madrid Indonesia (IPRM) Bima Raya. Pemain yang mengawali karir professional bersama Martapura FC tersebut merupakan fans berat klub berjuluk Los Galatikos tersebut.

Namun, Ady tidak bisa intens melakukan nonton bareng (nobar) pertandingan Real Madrid bersama IPRM Bima Raya. Jarak rumahnya dengan tempat nobar komunitas membutuhkan waktu perjalanan dua jam. ‘’Tapi kalau mereka latihan dan uji coba, saya pasti ikut,’’ imbuh pesepak bola berambut gondrong tersebut.

Baca Juga :  Sebulan Lagi, Gelandang Timnas PSSI U-22 Baru Gabung

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/