alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

PTMSI Perkuat Turnamen Internal

BOJONEGORO – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bojonegoro perkuat turnamen internal. Yakni, turnamen antarkampung dihelat tiap tiga bulan sekali dengan lokasi pertandingan berpindah-pindah (anjangsana). Event tersebut ditujukan untuk mencari atlet-atlet lokal. 

Kepala Bidang Pembinaan atlet PTMSI Bojonegoro Bambang Hariyanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang gencar mencari atlet baru. Salah satu strateginya dengan sering menggelar turnamen internal. Sekaligus untuk meningkatkan intensitas silaturahmi para pelatih dan pemain. “Kita fokus di situ (turnamen internal, Red) dulu, setelah itu baru berpikir tentang peningkatan kemampuan,” katanya sabtu (16/6). 

Menurut dia, turnamen internal yang dilaksanakan secara nomaden itu sudah berlangsung sampai keempat kali. Kompetisi dibuat model kultural. Tujuannya, banyak atlet atau calon atlet yang ikut berkumpul. “Meski banyak penggemar olahraga tenis meja, namun hingga kini masih kesulitan mencari atlet,” ujarnya. 

Baca Juga :  Poin di Kandang Jangan Hilang

Banyaknya pertandingan tenis meja yang dihelat di beberapa kota tetangga, kata dia, ironis jika Bojonegoro belum membawa nama baik di  bidang tenis meja.  Itu tidak lepas dari sikap masyarakat yang menjadikan tenis meja sekadar hobi saja. Sehingga belum ada prestasi karena kurang pengalaman, sekaligus kurang stok pemain hingga kini. “Dengan melakukan tur ke kecamatan-kecamatan ini, kita mencari pemain-pemain berbakat,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bojonegoro perkuat turnamen internal. Yakni, turnamen antarkampung dihelat tiap tiga bulan sekali dengan lokasi pertandingan berpindah-pindah (anjangsana). Event tersebut ditujukan untuk mencari atlet-atlet lokal. 

Kepala Bidang Pembinaan atlet PTMSI Bojonegoro Bambang Hariyanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang gencar mencari atlet baru. Salah satu strateginya dengan sering menggelar turnamen internal. Sekaligus untuk meningkatkan intensitas silaturahmi para pelatih dan pemain. “Kita fokus di situ (turnamen internal, Red) dulu, setelah itu baru berpikir tentang peningkatan kemampuan,” katanya sabtu (16/6). 

Menurut dia, turnamen internal yang dilaksanakan secara nomaden itu sudah berlangsung sampai keempat kali. Kompetisi dibuat model kultural. Tujuannya, banyak atlet atau calon atlet yang ikut berkumpul. “Meski banyak penggemar olahraga tenis meja, namun hingga kini masih kesulitan mencari atlet,” ujarnya. 

Baca Juga :  Persela Langsung Fokus Menghadapi Persik Kediri

Banyaknya pertandingan tenis meja yang dihelat di beberapa kota tetangga, kata dia, ironis jika Bojonegoro belum membawa nama baik di  bidang tenis meja.  Itu tidak lepas dari sikap masyarakat yang menjadikan tenis meja sekadar hobi saja. Sehingga belum ada prestasi karena kurang pengalaman, sekaligus kurang stok pemain hingga kini. “Dengan melakukan tur ke kecamatan-kecamatan ini, kita mencari pemain-pemain berbakat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/