alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Atlet Calisthenics Tambah Porsi Latihan

SPORT – Meski baru berkembang, olahraga calisthenics mulai unjuk diri di Bojonegoro. Ditandai dengan membentuk klub bernama Bojonegoro Street Workout (BSW) pada 2015. Setiap tahun juga aktif ikut even lomba di tingkat Provinsi Jawa Timur. Calisthenics adalah latihan kebugaran yang dilakukan tanpa bantuan alat atau beban berupa mesin fitnes melainkan mengandalkan berat badan kita sendiri. “Dua kali kami sudah ikut kompetisi East Java Street Workout (EJSW) pada 2016 dan 2017,” ujar salah satu pelatih klub BSW, Aulia Isfandiar kemarin (16/3).

Dia mengungkapkan,  anggota klubnya terus menambah porsi latihan. Ada sekitar 40 angggota padaklub tersebut. Tahun ini akan kembali mengikuti EJSW.

Baca Juga :  Hentikan Laju Beruang Madu

“Kami akan menyeleksi yang layak ikut EJSW 2018. Masih ada waktu sekitar tiga bulan  untuk memantapkan mental dan fisik mereka,” tuturnya. 

Menurut dia, pihaknya terus mendorong agar anggota klubnya lebih kreatif membuat alat-alat penunjang untuk berlatih di rumah.

“Kalau hanya latihan seminggu dua kali tidak cukup. Idealnya anggota bikin alat seperti bar, barbel, dan sebagainya di rumah untuk latihan sendiri,” jelasnya.

Dia melanjutkan, kompetisi EJSW mampu menjadi pemicu semangat para anggotanya lebih giat latihan. Apalagi olahraga calisthenics perlahan mulai dikenal masyarakat.

“Calisthenics itu olahraga yang bisa dilakukan di mana saja dan ada kejuaraannya bagi yang tertarik terjun di bidang olahraga ini.  Tidak perlu pergi ke gym atau fitness center agar bisa memiliki tubuh yang atletis,’’ paparnya. 

Baca Juga :  Masih Meramu Lini Tengah

Dia menjelaskan, kompetisi EJSW tidak seperti atlet binaragawan, namun lebih kepada ketangkasan. Kategori dalam kompetisinya juga beragam, mulai dari pull-up, dip, freestyle, dan sebagainya.

Jenjang kompetisinya juga jelas. Kalau lolos tingkat provinsi, akan dikirim untuk ikut tingkat nasional. Kalau lolos lagi bisa ikut tingkat internasional. Tahun lalu atlet Bojonegoro baru bisa meraih juara 3.

“Harus terus didorong agar mereka selalu memperbanyak jam terbang, sehingga bisa menguasai atmosfer kompetisi,” pungkasnya.

SPORT – Meski baru berkembang, olahraga calisthenics mulai unjuk diri di Bojonegoro. Ditandai dengan membentuk klub bernama Bojonegoro Street Workout (BSW) pada 2015. Setiap tahun juga aktif ikut even lomba di tingkat Provinsi Jawa Timur. Calisthenics adalah latihan kebugaran yang dilakukan tanpa bantuan alat atau beban berupa mesin fitnes melainkan mengandalkan berat badan kita sendiri. “Dua kali kami sudah ikut kompetisi East Java Street Workout (EJSW) pada 2016 dan 2017,” ujar salah satu pelatih klub BSW, Aulia Isfandiar kemarin (16/3).

Dia mengungkapkan,  anggota klubnya terus menambah porsi latihan. Ada sekitar 40 angggota padaklub tersebut. Tahun ini akan kembali mengikuti EJSW.

Baca Juga :  Zola Termotivasi Beri Kontribusi

“Kami akan menyeleksi yang layak ikut EJSW 2018. Masih ada waktu sekitar tiga bulan  untuk memantapkan mental dan fisik mereka,” tuturnya. 

Menurut dia, pihaknya terus mendorong agar anggota klubnya lebih kreatif membuat alat-alat penunjang untuk berlatih di rumah.

“Kalau hanya latihan seminggu dua kali tidak cukup. Idealnya anggota bikin alat seperti bar, barbel, dan sebagainya di rumah untuk latihan sendiri,” jelasnya.

Dia melanjutkan, kompetisi EJSW mampu menjadi pemicu semangat para anggotanya lebih giat latihan. Apalagi olahraga calisthenics perlahan mulai dikenal masyarakat.

“Calisthenics itu olahraga yang bisa dilakukan di mana saja dan ada kejuaraannya bagi yang tertarik terjun di bidang olahraga ini.  Tidak perlu pergi ke gym atau fitness center agar bisa memiliki tubuh yang atletis,’’ paparnya. 

Baca Juga :  Kembali Dipatok Target Papan AtasĀ 

Dia menjelaskan, kompetisi EJSW tidak seperti atlet binaragawan, namun lebih kepada ketangkasan. Kategori dalam kompetisinya juga beragam, mulai dari pull-up, dip, freestyle, dan sebagainya.

Jenjang kompetisinya juga jelas. Kalau lolos tingkat provinsi, akan dikirim untuk ikut tingkat nasional. Kalau lolos lagi bisa ikut tingkat internasional. Tahun lalu atlet Bojonegoro baru bisa meraih juara 3.

“Harus terus didorong agar mereka selalu memperbanyak jam terbang, sehingga bisa menguasai atmosfer kompetisi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Kejari Bekuk DPO Penganiayaan Anak

Libatkan Anak – Anak

Amankan Enam Pasangan Mesum

Artikel Terbaru

/