alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Rest in Pride : Selamat Jalan Sang Legenda

LAMONGAN – Semen Padang melakukan serangan ke pertahanan Persela menit ke-45 babak pertama. Stoper Persela Ramon Rodrigues De Mesquita mengejar striker Semen Padang Marcel Sacramento. 

Di saat bersamaan, kiper Persela Choirul Huda menghentikan bola. Marcel menghindar. Namun, benturan antara Ramon dan Huda justru tak bisa dihindari. Huda pun memegang dada kirinya. Petugas medis datang. Lalu memberikan pertolongan kepada Huda. 

Setelah itu, mendung menyelimuti laga kontra Persela vs Semen Padang di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore (15/10). Perasaan pencinta tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut bercampur aduk. 

Persela menang 2-0 atas Kabau Sirah, julukan Semen Padang. Namun, di sisi lain kiper senior Persela Lamongan Choirul Huda, nyawanya tak tertolong.  

Tim medis Persela, Zaki, menjelaskan, Huda masih bernafas saat berada di lapangan. Setelah itu, bapak dua anak tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soegiri Lamongan. 

”Kita upayakan perawatan, tapi akhirnya menghembuskan nafas terakhir di sini (RSUD Dr Soegiri),’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Sementara itu, Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soegiri Lamongan Dr. Yudhistiro Andri Nugroho menjelaskan, terjadi hal yang tidak diinginkan.

Yakni, Choirul Huda mengalami trauma karena berbenturan dengan sesama pemain. ”Jadi, terjadi apa yang kita sebut henti nafas dan henti jantung,’’ ucap dokter spesialis anestesi tersebut. 

Baca Juga :  Butuh Kepastian, Kiper Utama Ini Beri Deadline

Kemudian, lanjut dia, rekan-rekan medis di TKP melakukan penanganan jalan nafas dengan bantuan nafas, serta segera membawa ke RSUD Dr Soegiri Lamongan.

”Selama di ambulans juga dilakukan penanganan secara medis,’’ ujarnya. 

RSUD Dr Soegiri Lamongan menyiapkan tim dan alat, karena sudah ada koordinasi sebelumnya. Setelah itu, tim medis memasang alat bantu nafas yang sifatnya permanen.

Tim medis melakukan intubasi dengan langiroskop dengan alat endotrakecup. ”Dengan perawatan itu tujuannya memastikan oksigen 100 persen masuk ke paru-paru,’’ imbuhnya. 

Harapannya, dengan resustansi otak dan jantung, bisa mengembalikan fungsi normal tubuh pasien. Diakuinya, sempat terdapat respons pada Huda, dengan gambaran kulit merah.

Tapi, kondisinya makin menurun, hingga akhirnya dinyatakan meninggal pukul 16.45 WIB.

Yudhistiro memperkirakan, ada benturan di dada dan rahang bawah. Sehingga, ada trauma kepala dan trauma leher. Di dalam tulang leher terdapat sumsum yang menghubungkan ke batang otak, yakni terdapat pusat organ vital jantung dan pusat nafas. 

”Benturan di sana membuat Mas Huda mengalami henti nafas dan henti jantung,’’ katanya. 

Namun, itu baru hasil analisa awal dari dokter. Sebab, Huda belum sempat melakukan skening. Diakuinya, kondisi kritis seperti yang dialami Huda tidak memungkinkan untuk di transport ke ruang radiologi. 

Baca Juga :  Dwi Kus Silahkan Persela Hubungi Kiper Lain

”Kita lebih fokuskan pada penyelamatan kondisi awal dulu di emergency. Rekan-rekan medis sudah berupaya keras satu jam untuk menyelamatkan nyawa Huda,’’ tukasnya. 

Sementara itu, CEO Persela Yuhronur Efendi mengaku Lamongan bersedih atas meninggalnya figur yang menjadi kebanggaan masyarakat.

Figur yang selalu menghibur para pencinta bola di Lamongan, dengan menunjukkan permainan di tiap pertandingan yang dijalani Laskar Joko Tingkir. 

”Sosok yang selalu happy. Tidak pernah mengeluh. Bahkan, saat menjadi pemain cadangan tidak sedih. Justru memberikan semangat pada rekan-rekan di tim,’’ imbuhnya. 

CEO yang juga menjabat sekkab Lamongan tersebut merasa sangat kehilangan besar. Jajaran manajemen dan official Persela sudah sangat dekat dengan Huda, serta tak menyangka Huda pergi begitu cepat.  ”Sangat dekat, dan sangat merasa kehilangan,’’ katanya.

Senada, Manajer Persela Edy Yunan Achmadi menganggap Huda merupakan salah satu tokoh berpengaruh di Lamongan. Pribadi yang sangat kuat, serta berusaha menunjukkan kemampuan terbaik saat berada di lapangan. 

”Huda akan selalu menjadi legenda sepakbola dan dikenang oleh warga Lamongan,’’ pungkasnya.

LAMONGAN – Semen Padang melakukan serangan ke pertahanan Persela menit ke-45 babak pertama. Stoper Persela Ramon Rodrigues De Mesquita mengejar striker Semen Padang Marcel Sacramento. 

Di saat bersamaan, kiper Persela Choirul Huda menghentikan bola. Marcel menghindar. Namun, benturan antara Ramon dan Huda justru tak bisa dihindari. Huda pun memegang dada kirinya. Petugas medis datang. Lalu memberikan pertolongan kepada Huda. 

Setelah itu, mendung menyelimuti laga kontra Persela vs Semen Padang di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore (15/10). Perasaan pencinta tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut bercampur aduk. 

Persela menang 2-0 atas Kabau Sirah, julukan Semen Padang. Namun, di sisi lain kiper senior Persela Lamongan Choirul Huda, nyawanya tak tertolong.  

Tim medis Persela, Zaki, menjelaskan, Huda masih bernafas saat berada di lapangan. Setelah itu, bapak dua anak tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soegiri Lamongan. 

”Kita upayakan perawatan, tapi akhirnya menghembuskan nafas terakhir di sini (RSUD Dr Soegiri),’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Sementara itu, Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soegiri Lamongan Dr. Yudhistiro Andri Nugroho menjelaskan, terjadi hal yang tidak diinginkan.

Yakni, Choirul Huda mengalami trauma karena berbenturan dengan sesama pemain. ”Jadi, terjadi apa yang kita sebut henti nafas dan henti jantung,’’ ucap dokter spesialis anestesi tersebut. 

Baca Juga :  Laga Krusial

Kemudian, lanjut dia, rekan-rekan medis di TKP melakukan penanganan jalan nafas dengan bantuan nafas, serta segera membawa ke RSUD Dr Soegiri Lamongan.

”Selama di ambulans juga dilakukan penanganan secara medis,’’ ujarnya. 

RSUD Dr Soegiri Lamongan menyiapkan tim dan alat, karena sudah ada koordinasi sebelumnya. Setelah itu, tim medis memasang alat bantu nafas yang sifatnya permanen.

Tim medis melakukan intubasi dengan langiroskop dengan alat endotrakecup. ”Dengan perawatan itu tujuannya memastikan oksigen 100 persen masuk ke paru-paru,’’ imbuhnya. 

Harapannya, dengan resustansi otak dan jantung, bisa mengembalikan fungsi normal tubuh pasien. Diakuinya, sempat terdapat respons pada Huda, dengan gambaran kulit merah.

Tapi, kondisinya makin menurun, hingga akhirnya dinyatakan meninggal pukul 16.45 WIB.

Yudhistiro memperkirakan, ada benturan di dada dan rahang bawah. Sehingga, ada trauma kepala dan trauma leher. Di dalam tulang leher terdapat sumsum yang menghubungkan ke batang otak, yakni terdapat pusat organ vital jantung dan pusat nafas. 

”Benturan di sana membuat Mas Huda mengalami henti nafas dan henti jantung,’’ katanya. 

Namun, itu baru hasil analisa awal dari dokter. Sebab, Huda belum sempat melakukan skening. Diakuinya, kondisi kritis seperti yang dialami Huda tidak memungkinkan untuk di transport ke ruang radiologi. 

Baca Juga :  Laga Timnas Didedikasikan untuk Choirul Huda¬†

”Kita lebih fokuskan pada penyelamatan kondisi awal dulu di emergency. Rekan-rekan medis sudah berupaya keras satu jam untuk menyelamatkan nyawa Huda,’’ tukasnya. 

Sementara itu, CEO Persela Yuhronur Efendi mengaku Lamongan bersedih atas meninggalnya figur yang menjadi kebanggaan masyarakat.

Figur yang selalu menghibur para pencinta bola di Lamongan, dengan menunjukkan permainan di tiap pertandingan yang dijalani Laskar Joko Tingkir. 

”Sosok yang selalu happy. Tidak pernah mengeluh. Bahkan, saat menjadi pemain cadangan tidak sedih. Justru memberikan semangat pada rekan-rekan di tim,’’ imbuhnya. 

CEO yang juga menjabat sekkab Lamongan tersebut merasa sangat kehilangan besar. Jajaran manajemen dan official Persela sudah sangat dekat dengan Huda, serta tak menyangka Huda pergi begitu cepat.  ”Sangat dekat, dan sangat merasa kehilangan,’’ katanya.

Senada, Manajer Persela Edy Yunan Achmadi menganggap Huda merupakan salah satu tokoh berpengaruh di Lamongan. Pribadi yang sangat kuat, serta berusaha menunjukkan kemampuan terbaik saat berada di lapangan. 

”Huda akan selalu menjadi legenda sepakbola dan dikenang oleh warga Lamongan,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Harta Paslon Usai Penetapan

Ajukan Jadwal Perekaman Biometrik

Entaskan Kemiskinan Ekstrem Di Lamongan

Persela Lamongan Semakin Kandas

Artikel Terbaru


/