alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Butuh Empat Pelatih Berlisensi C AFC

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sejumlah elemen di dunia persepakbolaan Bojonegoro masih perlu ditingkatkan. Khususnya kepelatihan. Padahal, sentuhan dingin pelatih dapat mengeluarkan potensi seorang pesepakbola andal layaknya Samsul Arif, Novan Setya, hingga Hanis Saghara.

Anggota Executive Commitee (Exco) Askab PSSI Bojonegoro Hanafi mengatakan, saat ini lisensi kepelatihan tertinggi di Kota Ledre hanya C AFC. Itu pun hanya satu. Yakni, dimiliki Yanuar Andika, eks asisten pelatih tim sepak bola Porprov Bojonegoro 2019 dan pelatih Bojonegoro FC pada Liga 3 Jatim 2019.

Mengacu aturan AFC terkait piramida lisensi kepelatihan di PSSI, terang dia, meliputi lima tingkatan. Paling rendah lisensi D Nasional, C AFC, B AFC, A AFC, dan AFC Pro. 

Baca Juga :  Enam Pergantian Pemain Persela Dalam Satu Laga

”Memang kita masih kekurangan pelatih berlisensi C AFC. Kalau pelatih berlisensi D Nasional sudah banyak. Jumlahnya sekitar 30 orang,” katanya.

Idealnya, lanjut Hanafi, Bojonegoro membutuhkan lima pelatih berlisensi C AFC. Dia berharap kekurangan tersebut bisa terealisasi tahun depan.

”Tahun depan kita berencana menaikkan pelatih lisensi D Nasional ke C AFC,” ujar dia.

Untuk peminatnya, menurut dia, sudah ada. Hanya saja terkendala biaya administrasi. Itu karena besarnya biaya pengambilan lisensi tersebut sekitar Rp 7,5 juta. Karena itu, Askab PSSI sekarang ini tengah mengajukan anggaran kepada pemkab setempat terkait pembiayaan tersebut.

“Ini masih berproses. Lihat saja ke depannya,” tuturnya.

Menurut Hanafi, sosok pelatih lokal berlisensi C AFC cukup krusial. Kaitannya dengan pembinaan pesepakbola muda. Sebab, klub yang mengikuti turnamen usia dini sekelas Piala Soeratin hingga Liga 3  minimal harus dinakhodai pelatih lisensi C AFC. “Akibatnya saat Piala Soeratin kemarin menggunakan pelatih dari luar daerah,” imbuh dia.(dny/ds)

Baca Juga :  Agus Kembali Didaulat Jadi Kapten

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sejumlah elemen di dunia persepakbolaan Bojonegoro masih perlu ditingkatkan. Khususnya kepelatihan. Padahal, sentuhan dingin pelatih dapat mengeluarkan potensi seorang pesepakbola andal layaknya Samsul Arif, Novan Setya, hingga Hanis Saghara.

Anggota Executive Commitee (Exco) Askab PSSI Bojonegoro Hanafi mengatakan, saat ini lisensi kepelatihan tertinggi di Kota Ledre hanya C AFC. Itu pun hanya satu. Yakni, dimiliki Yanuar Andika, eks asisten pelatih tim sepak bola Porprov Bojonegoro 2019 dan pelatih Bojonegoro FC pada Liga 3 Jatim 2019.

Mengacu aturan AFC terkait piramida lisensi kepelatihan di PSSI, terang dia, meliputi lima tingkatan. Paling rendah lisensi D Nasional, C AFC, B AFC, A AFC, dan AFC Pro. 

Baca Juga :  Pemain Persibo Masih Kesulitan Terapkan Taktikal Bertahan

”Memang kita masih kekurangan pelatih berlisensi C AFC. Kalau pelatih berlisensi D Nasional sudah banyak. Jumlahnya sekitar 30 orang,” katanya.

Idealnya, lanjut Hanafi, Bojonegoro membutuhkan lima pelatih berlisensi C AFC. Dia berharap kekurangan tersebut bisa terealisasi tahun depan.

”Tahun depan kita berencana menaikkan pelatih lisensi D Nasional ke C AFC,” ujar dia.

Untuk peminatnya, menurut dia, sudah ada. Hanya saja terkendala biaya administrasi. Itu karena besarnya biaya pengambilan lisensi tersebut sekitar Rp 7,5 juta. Karena itu, Askab PSSI sekarang ini tengah mengajukan anggaran kepada pemkab setempat terkait pembiayaan tersebut.

“Ini masih berproses. Lihat saja ke depannya,” tuturnya.

Menurut Hanafi, sosok pelatih lokal berlisensi C AFC cukup krusial. Kaitannya dengan pembinaan pesepakbola muda. Sebab, klub yang mengikuti turnamen usia dini sekelas Piala Soeratin hingga Liga 3  minimal harus dinakhodai pelatih lisensi C AFC. “Akibatnya saat Piala Soeratin kemarin menggunakan pelatih dari luar daerah,” imbuh dia.(dny/ds)

Baca Juga :  Bukit Glodagan Kembali Tuan Rumah Kejurda

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/