alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Haru! PSBI 1 v PERSATU 0 : Selamat Tinggal Liga 2

TUBAN – Tim Persatu Tuban akhirnya hanya numpang lewat di kompetisi Liga 2. Tim yang baru promosi setelah menjadi jawara Liga Nusantara 2014 ini akhirnya gagal bertahan di kompetisi kasta kedua nasional. 

Itu setelah tim berjuluk Laskar Ronggolawe ini kalah 0-1 atas tuan rumah PSBI di Stadion Seopriyadi, Blitar kemarin (14/9) sore.

Hasil laga pamungkas grup 5 Liga 2 ini membuat Persatu melorot di posisi lima klasemen akhir dengan poin 18 di bawah Persepam MU dengan poin sama.

Laskar Sape Ngamok ini berhasil lolos ke babak playoff karena produktivitas gol lebih unggul setelah bermain seri 1-1 melawan tim tamu PSIM Jogjakarta di Madura, kemarin.

Kegagalan itu membuat seluruh pemain dan ofisial Persatu tak kuasa menahan kesedihan. Sebagian pemain tertunduk lesu.

Terlebih, sang kapten Danu Rosade yang menangis tak kunjung henti. Sejumlah pemain dan ofisial berusaha menghibur Danu.

Baca Juga :  Kalah Melawan Malaysia, Gagal Raih Medali

“Ya degradasi,” kata asisten pelatih Suparji Karjan usai pertandingan. Dia menilai meski poin sama, timnya kalah dengan produktivitas gol. 

Pertandingan terakhir itu berlangsung tempo tinggi. Kedua tim saling jual- beli serangan. Bahkan, pertandingan berlansgung panas menjurus kasar.

Berkali-kali pelanggaran terlihat. Hasilnya, tim tamu Persatu terpaksa bermain 10 pemain setelah gelandang M Sulton diganjar kartu merah pasca mengoleksi dua kartu kuning di menit akhir babak pertama.

Meski amunisi berkurang, Danu Rosade dkk tetap semangat. Hingga babak pertama usai skor tetap 0-0. 

Pada babak kedua, tempo permainan anak asuhan Edi Sudiarto mencoba ditingkatkan. Sayang, kurangnya pemain membuat Persatu banyak dikurung.

Praktis untuk mendobrak lini pertahanan PSBI Blitar mengandalkan serangan balik. Rotasi sejumlah pemain pun kurang membuahkan hasil.

Sebaliknya PSBI Blitar kian melancarkan serangan. Pertandingan babak kedua baru berjalan 20 menit, malapetaka tiba. Upaya bek tengah Qibdi Reza Fakhrudin merebut bola pemain PSBI Blitar berujung pelanggaran.

Baca Juga :  Sudah Kalah, Persela Kena Denda Pula

Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Blitar terjatuh. Upaya protes pun sempat dilakukan seluruh pemain.

Sayang, wasit tetap kukuh pada pendiriannya. Luxy Ariawan berhasil mengeksekusi dengan baik. Tendangan pemain ini mengubah papan skor 1-0 untuk PSBI Blitar.

Hasil itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit dan mengubur impian Laskar Ronggolawe menuju babak playoff. 

Usai peluit panjang dibunyikan wasit Rahmatullah asal Tangerang, sebagian pemain Persatu sempat protes terhadap pengadil pertandingan itu.

Kondisi stadion sempat tegang akibat  sejumlah pemain Persatu mengejar wasit. Suasana reda setelah wasit masuk ruang.

“Dengan hasil ini, arek arek (Ronggomania) tetap komitmen dukung Persatu,” tegas Presiden Republik Ronggomania Indra Bagus Burhanudin saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban di stadion.

“Walaupun di Liga 3, kita tetap fight dukung Persatu. Ke depannya kita tetap berjuang,” ujar dia.

TUBAN – Tim Persatu Tuban akhirnya hanya numpang lewat di kompetisi Liga 2. Tim yang baru promosi setelah menjadi jawara Liga Nusantara 2014 ini akhirnya gagal bertahan di kompetisi kasta kedua nasional. 

Itu setelah tim berjuluk Laskar Ronggolawe ini kalah 0-1 atas tuan rumah PSBI di Stadion Seopriyadi, Blitar kemarin (14/9) sore.

Hasil laga pamungkas grup 5 Liga 2 ini membuat Persatu melorot di posisi lima klasemen akhir dengan poin 18 di bawah Persepam MU dengan poin sama.

Laskar Sape Ngamok ini berhasil lolos ke babak playoff karena produktivitas gol lebih unggul setelah bermain seri 1-1 melawan tim tamu PSIM Jogjakarta di Madura, kemarin.

Kegagalan itu membuat seluruh pemain dan ofisial Persatu tak kuasa menahan kesedihan. Sebagian pemain tertunduk lesu.

Terlebih, sang kapten Danu Rosade yang menangis tak kunjung henti. Sejumlah pemain dan ofisial berusaha menghibur Danu.

Baca Juga :  Final Diulang, Sabet Medali Emas

“Ya degradasi,” kata asisten pelatih Suparji Karjan usai pertandingan. Dia menilai meski poin sama, timnya kalah dengan produktivitas gol. 

Pertandingan terakhir itu berlangsung tempo tinggi. Kedua tim saling jual- beli serangan. Bahkan, pertandingan berlansgung panas menjurus kasar.

Berkali-kali pelanggaran terlihat. Hasilnya, tim tamu Persatu terpaksa bermain 10 pemain setelah gelandang M Sulton diganjar kartu merah pasca mengoleksi dua kartu kuning di menit akhir babak pertama.

Meski amunisi berkurang, Danu Rosade dkk tetap semangat. Hingga babak pertama usai skor tetap 0-0. 

Pada babak kedua, tempo permainan anak asuhan Edi Sudiarto mencoba ditingkatkan. Sayang, kurangnya pemain membuat Persatu banyak dikurung.

Praktis untuk mendobrak lini pertahanan PSBI Blitar mengandalkan serangan balik. Rotasi sejumlah pemain pun kurang membuahkan hasil.

Sebaliknya PSBI Blitar kian melancarkan serangan. Pertandingan babak kedua baru berjalan 20 menit, malapetaka tiba. Upaya bek tengah Qibdi Reza Fakhrudin merebut bola pemain PSBI Blitar berujung pelanggaran.

Baca Juga :  Dipertanyakan, Izin Pertandingan tanpa Penonton¬†

Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Blitar terjatuh. Upaya protes pun sempat dilakukan seluruh pemain.

Sayang, wasit tetap kukuh pada pendiriannya. Luxy Ariawan berhasil mengeksekusi dengan baik. Tendangan pemain ini mengubah papan skor 1-0 untuk PSBI Blitar.

Hasil itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit dan mengubur impian Laskar Ronggolawe menuju babak playoff. 

Usai peluit panjang dibunyikan wasit Rahmatullah asal Tangerang, sebagian pemain Persatu sempat protes terhadap pengadil pertandingan itu.

Kondisi stadion sempat tegang akibat  sejumlah pemain Persatu mengejar wasit. Suasana reda setelah wasit masuk ruang.

“Dengan hasil ini, arek arek (Ronggomania) tetap komitmen dukung Persatu,” tegas Presiden Republik Ronggomania Indra Bagus Burhanudin saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban di stadion.

“Walaupun di Liga 3, kita tetap fight dukung Persatu. Ke depannya kita tetap berjuang,” ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/