alexametrics
27 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Dispora: Baiknya Bentuk Manajemen Persibo Dulu

Radar Bojonegoro – SKK Migas memberi lampu hijau kaitannya tidak ada larangan dalam penggunaan dana corporate social responsibility (CSR) untuk mendanai Persibo Bojonegoro. Namun, menurut dinas kepemudaan dan olahraga (dispora) setempat hal itu masih belum masuk dalam tahapan.

‘’Kalau itu saya belum berpikir ke situ. Saya masih berpikir ke pembentukan manajemennya dulu (masih kosong),” kata Kepala Dispora Bojonegoro Amir Syahid kemarin (14/8). Masalah-masalah yang lain nanti akan dilakukan jika manajemen Persibo telah terbentuk. Sebab, akan sama saja jika mengurus hal itu, sedangkan kursi manajemen masih kosong. Namun, prinsipnya pernyataan SKK Migas akan dikantongi.

‘’Jadi pertama harus dibentuk dan ditata dulu manajemennya. Setelah itu baru kita bicarakan SKK Migas, sponsorship, dan lainnya,” ujar mantan kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) itu. Menurutnya, peralihan manajemen lama ke pemkab itu bukan penyerahan. Karena tidak termasuk dalam birokrasi atasan bawahan.

Baca Juga :  Persibo Kedatangan Tiga Wajah Baru, Siapa Saja?

Sebab, manajemen Persibo berbentuk PT atau berstatus profesional. Bukan berstatus amatir berada di bawah naungan pemkab setempat melalui Askab PSSI Bojonegoro. ‘’Itu tergolong pemberitahuan saja,” ucap dia. Terkait akan menggelar pertemuan koordinasi dengan suporter pekan depan?

Amir belum berencana itu dalam waktu dekat. Ia merasa lebih baik menunggu ada manajemen dulu. Sebab, tidak memungkinkan menjalankan koordinasi hanya dengan suporter saja. ‘’Nanti biar komplet pembahasannya. Karena jika bersama manajemen hasil koordinasi akan bisa segera dieksekusi. Bukan sekadar keinginan atau kajian kemungkinan,” terangnya.

Pihaknya tidak akan melakukan penunjukan sosok manajemen. Sekadar menampung sosok-sosok berinisiatif membentuk manajemen dan mengelola Persibo. Setelah itu baru membicarakan pembiayaan sponsorship serta arah tujuan selanjutnya. ‘’Baik nanti akan tetap berstatus profesional atau amatir (setelah manajemen terbentuk). Prinsip nya kami welcome dengan keinginan suporter kemarin kaitannya agar Persibo tetap eksis,” jelas dia.

Baca Juga :  Kesan Pertama ¬≠Masih Meragukan

Sementara itu Ketua KONI Bojonegoro Ali Mahmudi masih belum berkomentar. Ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bojonegoro melalui sambungan telepon terdengar nada sambung namun tidak diangkat. Pesan singkat juga belum dibalas.

Radar Bojonegoro – SKK Migas memberi lampu hijau kaitannya tidak ada larangan dalam penggunaan dana corporate social responsibility (CSR) untuk mendanai Persibo Bojonegoro. Namun, menurut dinas kepemudaan dan olahraga (dispora) setempat hal itu masih belum masuk dalam tahapan.

‘’Kalau itu saya belum berpikir ke situ. Saya masih berpikir ke pembentukan manajemennya dulu (masih kosong),” kata Kepala Dispora Bojonegoro Amir Syahid kemarin (14/8). Masalah-masalah yang lain nanti akan dilakukan jika manajemen Persibo telah terbentuk. Sebab, akan sama saja jika mengurus hal itu, sedangkan kursi manajemen masih kosong. Namun, prinsipnya pernyataan SKK Migas akan dikantongi.

‘’Jadi pertama harus dibentuk dan ditata dulu manajemennya. Setelah itu baru kita bicarakan SKK Migas, sponsorship, dan lainnya,” ujar mantan kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) itu. Menurutnya, peralihan manajemen lama ke pemkab itu bukan penyerahan. Karena tidak termasuk dalam birokrasi atasan bawahan.

Baca Juga :  Coret Empat Pemain

Sebab, manajemen Persibo berbentuk PT atau berstatus profesional. Bukan berstatus amatir berada di bawah naungan pemkab setempat melalui Askab PSSI Bojonegoro. ‘’Itu tergolong pemberitahuan saja,” ucap dia. Terkait akan menggelar pertemuan koordinasi dengan suporter pekan depan?

Amir belum berencana itu dalam waktu dekat. Ia merasa lebih baik menunggu ada manajemen dulu. Sebab, tidak memungkinkan menjalankan koordinasi hanya dengan suporter saja. ‘’Nanti biar komplet pembahasannya. Karena jika bersama manajemen hasil koordinasi akan bisa segera dieksekusi. Bukan sekadar keinginan atau kajian kemungkinan,” terangnya.

Pihaknya tidak akan melakukan penunjukan sosok manajemen. Sekadar menampung sosok-sosok berinisiatif membentuk manajemen dan mengelola Persibo. Setelah itu baru membicarakan pembiayaan sponsorship serta arah tujuan selanjutnya. ‘’Baik nanti akan tetap berstatus profesional atau amatir (setelah manajemen terbentuk). Prinsip nya kami welcome dengan keinginan suporter kemarin kaitannya agar Persibo tetap eksis,” jelas dia.

Baca Juga :  Waktu Singkat, Persiapkan Jamu Persegres

Sementara itu Ketua KONI Bojonegoro Ali Mahmudi masih belum berkomentar. Ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bojonegoro melalui sambungan telepon terdengar nada sambung namun tidak diangkat. Pesan singkat juga belum dibalas.

Artikel Terkait

Most Read

Produsen Gencar Gelontor HP Baru

Selasa Pendaftaran Oklik Terakhir

Recovery dan Evaluasi Menyeluruh

Artikel Terbaru


/