alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Hanya Mampu ­Rebut Juara Empat 

KOTA – Asosiasi Sekolah Sepakbola Bojonegoro Indonesia (ASSBI) Bojonegoro tidak bisa memaksimalkan prestasi pada ajang Putra Arisa Junior League 2018 di Surabaya sejak Minggu (12/5) lalu. Tim ASSBI Kota Ledre itu hanya mampu meraih juara empat, setelah kalah dua kali di enam laga yang dilakoni.

Sekretaris ASSBI, Siswoyo mengakui pihaknya tidak bisa memaksimalkan raihan prestasi karena ada beberapa hal. Diantaranya, pertandingan dilakukan dengan jumlah pemain berbeda. Selain itu konsentrasi tim ASSBI sedang terbelah dengan adanya kompetisi Piala Suratin di Bojonegoro. “Namun sudah bagus masih dapat juara empat,” katanya senin (14/5) 

Siswoyo mengatakan, pada laga yang dihelat di lapangan Bulu Lontar Surabaya tersebut, timnya mendapat kesempatan bermain sebanyak enam kali. Dari jumlah laga tersebut, aturannya memainkan  sebanyak sembilan pemain, karena memakai skema dipakai 9 vs 9. Padahal timnya terbiasa bermain dengan delapan pemain. ‘’Hal itu membuat permainan tim kami menjadi tidak seimbang,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Strategi Jitu Herry Kis

Selain itu, kata dia, adanya kompetisi Piala Soeratin di Bojonegoro membuat sebagian pemainnya yang ikut lebih fokus pada kompetisi tersebut. Sehingga saat bermain di Surabaya skuadnya dalam kondisi kurang sempurna. ‘’Beberapa pemain ikut di piala Soeratin,’’ ungkapnya.     

Menurut dia, dalam even di Surabaya itu timnya hanya kalah dua kali. Itu pun pada semi final dan perebutan juara tiga. Tentu raihan tersebut sudah cukup bagus. Mengingat kekuatan skuadnya kurang sempurna. Meski begitu ada rasa kecewa. Sebab, klub yang masuk final bisa mewakili Jawa Timur ke tingkat Nasional. “Harusnya memang bisa masuk final dan wakili Jatim. Tapi sayang kita kalah di semi final,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tim Bubar, Uang Pertandingan Belum Disalurkan 

KOTA – Asosiasi Sekolah Sepakbola Bojonegoro Indonesia (ASSBI) Bojonegoro tidak bisa memaksimalkan prestasi pada ajang Putra Arisa Junior League 2018 di Surabaya sejak Minggu (12/5) lalu. Tim ASSBI Kota Ledre itu hanya mampu meraih juara empat, setelah kalah dua kali di enam laga yang dilakoni.

Sekretaris ASSBI, Siswoyo mengakui pihaknya tidak bisa memaksimalkan raihan prestasi karena ada beberapa hal. Diantaranya, pertandingan dilakukan dengan jumlah pemain berbeda. Selain itu konsentrasi tim ASSBI sedang terbelah dengan adanya kompetisi Piala Suratin di Bojonegoro. “Namun sudah bagus masih dapat juara empat,” katanya senin (14/5) 

Siswoyo mengatakan, pada laga yang dihelat di lapangan Bulu Lontar Surabaya tersebut, timnya mendapat kesempatan bermain sebanyak enam kali. Dari jumlah laga tersebut, aturannya memainkan  sebanyak sembilan pemain, karena memakai skema dipakai 9 vs 9. Padahal timnya terbiasa bermain dengan delapan pemain. ‘’Hal itu membuat permainan tim kami menjadi tidak seimbang,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Tim Bubar, Uang Pertandingan Belum Disalurkan 

Selain itu, kata dia, adanya kompetisi Piala Soeratin di Bojonegoro membuat sebagian pemainnya yang ikut lebih fokus pada kompetisi tersebut. Sehingga saat bermain di Surabaya skuadnya dalam kondisi kurang sempurna. ‘’Beberapa pemain ikut di piala Soeratin,’’ ungkapnya.     

Menurut dia, dalam even di Surabaya itu timnya hanya kalah dua kali. Itu pun pada semi final dan perebutan juara tiga. Tentu raihan tersebut sudah cukup bagus. Mengingat kekuatan skuadnya kurang sempurna. Meski begitu ada rasa kecewa. Sebab, klub yang masuk final bisa mewakili Jawa Timur ke tingkat Nasional. “Harusnya memang bisa masuk final dan wakili Jatim. Tapi sayang kita kalah di semi final,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pasca Porprov, Tetap Digenjot Latihan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/